
...*****...
...Bersikaplah bodo amat untuk hal-hal yang tidak bisa membuatmu jadi kuat....
...Bersikaplah sibuk, sehingga tidak punya waktu untuk bersedih agar hati tidak mudah patah dan perasaan tidak mudah kecewa....
...Sampai sini paham ya?...
...*****...
Siang ini Arjuna akan mengunjungi butik milik Athena sekaligus menemui pemilik butik tersebut untuk membicarakan kelanjutan kerja sama mereka di atas kertas bermaterai.
Ya, meski pun seenggok daging bernama hati itu sedang tidak baik-baik saja, namun bukan berarti Arjuna akan berlarut-larut menghayati dan menikmati goresan hati yang sedang terluka.
“Pastikan kita sampai di sana tepat waktu, dan satu lagi berkas-berkas perjanjiannya usahakan sudah lengkap. Mengerti?” tegas Arjuna pada Dellon dan juga Bia.
“Baik Tuan” jawab Dellon dan Bia kompak.
“Bagus” putus Arjuna.
Setelah itu, Dellon dan Bia langsung undur diri pada kamar hotel Arjuna setelah sang atasan memberikan isyarat tangan pada mereka untuk meninggalkannya di ruangannya saat ini.
__ADS_1
Arjuna menatap dirinya pada pantulan cermin, Ia memperhatikan dirinya lekat-lekat, baik dari pahatan wajahnya dan tatapan matanya yang begitu tajam. Perlahan tangannya memegang dadanya. Ia merasakan debaran jantungnya yang berdetak normal seperti biasanya, Ia menutup matanya dan perlahan mulai mengingat satu nama dan wajah seseorang yang telah mengubah dunianya terutama cara pandangnya untuk melihat dunia.
Deg…
Jantungnya berdetak lebih cepat, Arjuna membuka matanya dan kembali menatap dirinya pada pantulan cermin. Ia menurunkan tangannya perlahan.
Brak..
Arjuna reflek memukul meja dan menundukkan kepalanya. Entahlah, hatinya benar-benar risau saat ini rasanya kepalanya terasa pecah jika mengingat sosok perempuan tadi. Cukup lama menunduk, akhirnya Ia mengangkat kepalanya dan memperhatikan wajah datarnya yang tanpa ekspresi, “Aku akan belajar melupakan luka-luka yang tersimpan begitu lama dalam diriku.”
.
.
.
Rupanya baik dari Arjuna maupun Athena benar-benar profesional ketika bekerja. Selama pertemuan itu berlangsung mereka benar-benar hanya membicarakan seputar pekerjaan dan untuk masalah pribadi mereka kesampingkan. Suasana ruangan pun tidak se-kaku pertemuan mereka tadi malam, tidak ada kata menyindir satu sama lain.
“Semoga kerja sama ini berjalan sesuai dengan harapan kita” ucap Arjuna menjabat tangan dari Athena seraya melempar senyumnya. Sejenak Athena terpaku menatap dua bola mata Arjuna yang seakan dalam sorot mata itu sudah tidak ada lagi kemarahan, kecewa dan benci. Tapi yang ada malah tatapan teduh dan lebih tenang. Entahlah, tatapan tenang itu membuat Athena terhanyut dalam tatapan tajam dan tenang milik Arjuna.
“Ehem, Nona. Apakah kau mendengar apa yang ku katakan barusan?” ucap Arjuna membuyarkan Athena yang terus menatapnya begitu dalam. Bahkan Arjuna harus menjentikkan jarinya di depan wajah Athena dengan tujuan Athena mampu merespon ucapannya bukannya malah melamun dan menatapnya begitu dalam.
__ADS_1
Maza yang mengerti atasannya sedang hanyut dalam pikirannya langsung berbisik di telinga Athena, “Nona, anda tidak apa-apa? Tuan Arjuna sedang bertanya pada Nona?” ucap Maza begitu pelan seraya memegang pelan tangan Athena berharap dengan sentuhan itu membuat Athena tersadar dari lamunannya.
Athena seketika tersadar dan melirik sepintas Maza yang menatapnya seraya menganggukkan kepalanya pelan.
“Eh, ma-maaf” ucap Athena kikuk. Seketika wajah Athena langsung pias karena di tatapan oleh Arjuna dengan perasaan cemas.
“kau tidak apa-apa?” tanya Arjuna dengan nada cemas, ya meskipun wajahnya tetap datar sedatar jalanan tol.
“Em, aku baik-baik saja” ucap Athena tersipu malu bahkan terkesan menghindari tatapan dari Arjuna. Bahkan saat ini Athena terkesan gerogi dan juga salah tingkah. Entahlah tapi yang pasti ini baru di alaminya.
“Nona Athena berbohong, pasti Nona sedang tersipu malu pada Tuan Arjuna ya, hahaha” ceplos Bia yang merupakan sekretaris dari Arjuna bahkan wanita ini malah tertawa terbahak-bahak menertawakan Athena yang sedang tersipu malu terbukti dengan wajah perempuan itu yang sudah memerah seperti kepiting rebus.
.
.
.
Continued💗😘
“Happy Eid Mubarak Semua. Minal Aidzin Wal Faidzin. Mohon Nafkah Lahir dan Batin. Kalau ada salah ya maafin saja, kan cewek selalu benar😌”
__ADS_1