
...*****...
...Kamu berdoa meminta pelangi, tetapi ketika langit mendadak mendung kamu bingung....
...Dan, ketika hujan turun membuatmu basah kamu pun berkeluh kesah....
...Pada hal mendung dan hujan itu adalah pengabulan doamu demi datangnya pelangi yang kamu minta sebelumnya....
...Sampai sini paham ya?...
...*****...
.
.
Jika kata orang setiap pertemuan akan menyisakan luka karena perpisahan. Maka bertemu dengan mu lagi adalah luka paling manis yang ku rasakan. Mungkin itu kalimat yang cocok untuk menggambarkan bagaimana perasaan Arjuna saat ini.
Entah pertemuan itu sengaja atau tidak, namun tetap saja insiden dadakan ini membuat hati Arjuna yang semula beku kembali mendidih dan menghangat.
Hendak menghampiri namun perempuan yang mirip dengan wanitanya itu telah lebih dulu masuk ke dalam restoran.
“Tu-tuan, Anda tidak apa-apa kan?” tanya Dellon pada atasannya yang tiba-tiba menghentikan langkahnya bahkan sempat terpaku menatap sosok perempuan yang memang tidak asing juga untuk Dellon.
“Katakan padaku, apakah kau melihatnya juga. Aku tidak sedang bermimpi kan?” Arjuna malah berbalik bertanya pada Dellon.
Dellon yang mengetahui arah pertanyaan dari atasannya itu secepatnya langsung mengangguk.
“Iya, benar Tuan. Saya pun melihatnya. Dia sepertinya nona Athena” jujur Dellon.
“Bukan sepertinya lagi Dellon, memang itu Athena” sanggah Arjuna langsung semangat.
Arjuna langsung melangkah kakinya untuk masuk ke dalam restoran tadi mencari perempuan tadi.
__ADS_1
Dellon pun langsung mengikuti langkah Arjuna, sementara Bia sejak tadi sudah masuk ke dalam restoran untuk berjaga-jaga menyambut rekan bisnis VIP mereka.
Arjuna dan Dellon langsung sibuk mengedarkan pandangan mereka untuk mencari perempuan yang sangat amat mirip Athena di ruangan restoran.
“Apa kau sudah melihatnya?” tanya Arjuna pada Dellon.
“Belum tuan, apa kita kehilangan jejaknya lagi?.”
“Shit. Jangan sembarangan bicara. Aku benci mendengar omong kosong mu itu.”
“Maaf Tuan” sesal Dellon yang menyadari perkataannya barusan membuat suasana hati dari Tuannya menjadi kusut kembali.
Arjuna kembali dalam setelannya yang dingin dan datar. Namun jauh di dalam hati kecilnya berharap sosok itu ada dan kembali lagi padanya.
Drt… drt… drt…
Dellon langsung merogoh ponselnya yang berdering.
“…”
“Maaf sebelumnya Tuan, tapi sepertinya rekan bisnis yang akan kita temui sekarang sudah berada di ruangan yang kita pesan. Bahkan mereka sudah datang dan menunggu dari tadi” jelas Dellon.
Arjuna yang semula sibuk mencari ke sana kemari perempuan tadi, akhirnya berhenti untu mencari sejenak.
“Baiklah, mari kita temui mereka” sahut Arjuna.
“Ta-tapi Tuan, bagaimana dengan Nona? Kita belum menemukannya.” Dellon akui Arjuna tetap profesional dalam bekerja. Buktinya ketika Dellon memberitahukan tentang rekan bisnisnya tadi, respon Arjuna bagus. Namun begitu, sosok yang mereka cari ini juga sama pentingnya.
“Hem, biarkan saja. Tujuan kita kemari untuk menemui rekan bisnis. Jika memang sudah di takdir kan. Walaupun hari ini dan di tempat ini tidak bertemu, mungkin kita akan tetap di pertemukan dengan cara yang lain” sahut Arjuna walau pun jauh di dalam lubuk hatinya ia masih berharap bisa bertemu lagi dengannya.
.
.
__ADS_1
.
Ruangannya ini kan? Tanya Arjuna pada Dellon memastikan ruang VIP nya benar.
“Iya Tuan benar” jawab Dellon.
Dellon langsung sigap membukakan pintu ruangan untuk Arjuna.
Deg…
Dan terjadi lagi, hati itu kembali berdebar ketika sorot matanya menangkap sosok perempuan yang sedang mereka cari dari tadi.
Nyeri dan lega bercampur jadi satu dalam batin Arjuna. Ingin rasanya Arjuna langsung berlari untuk menghampiri perempuan yang sedang duduk anggun sembari menopang dagunya menatap Arjuna.
Namun sebisa mungkin Arjuna menguasai dirinya, Arjuna langsung berjalan tegap menghampiri meja yang sudah mereka pesan.
Ketika sampai, Arjuna hanya mengangguk sopan dan mengulurkan tangan untuk bersalaman guna menyambut perempuan yang di gadang-gadang sebagai rekan bisnisnya.
“Tuan, kenalkan ini Nona Athena, rekan bisnis kita ke depannya dalam bidang fashion. Dan ini sekretarisnya Nona Maza” ucap Bia memperkenalkan sosok dua perempuan pada atasannya.
“Hem, salam kenal dan semoga ke depannya kita bisa menjalin kerja sama yang baik Nona” ucap Arjuna dengan suara baritonnya.
Perempuan yang bernama Athena itu hanya mengulas senyum tipis dan membalas uluran tangan dari Arjuna.
Ketika tangan mereka bersalaman, kedua manik mata dari Arjuna dan Athena kembali bersibobok, menatap begitu dalam.
“Lima detik tak sengaja menatap mata itu lagi. Menarik ku pada lorong waktu masa lalu” ucap Arjuna begitu pelan, bahkan suaranya nyaris tercekat. Seakan tuturannya barusan begitu sakit dan pilu untuk Arjuna.
“Jika perpisahan itu membuatmu menyesal karena merasa di sia-siakan. Maka jadikanlah pertemuan kedua menjadi perantara untuk memperbaiki kesalahan yang pernah ada” bijak Athena sembari melemparkan senyum teduhnya pada Arjuna yang sedang menatapnya dengan tatapan tak terbaca.
.
.
__ADS_1
.
Continued💗😘