
...*****...
...Bukan seberapa indah pengungkapannya,...
...Tapi seberapa tulus pembuktiannya....
...Sampai sini paham ya?...
...*****...
“Zeus, semoga semuanya bisa sesuai dengan harapanmu” lirih Hades dengan suara pelan bahkan hampir tidak terdengar oleh Themis maupun Athena.
Ya, bukan tanpa alasan Themis bisa turun tangan untuk mengadili Athena yang di kenal pula sebagai dewi kebajikan serta kebijaksanaan. Tentu saja karena Zeus.
Dimana Zeus yang ingin merubah takdir Athena pada buku takdir para dewa-dewi namun hasilnya tetap saja sama tidak ada yang berbeda. Seberapa banyak kuasa yang di miliki oleh Zeus sebagai raja para dewa tetap tidak bisa mengubah dengan sembarang takdir para dewa.
Hingga cara satu-satunya yang terpikirkan oleh Zeus adalah keadilan dari Themis.
Themis pun akhirnya menyetujui permintaan dari Zeus untuk membantu putri kesayangan dari Zeus tersebut.
Setelah itu pula Zeus menemui saudara tertuanya, Hades. Hal itu bertujuan untuk meminta keringanan agar Hades tidak memberikan hukuman yang begitu berat bagi Athena.
Hades yang mendengar itu sebenarnya tidak bisa menyetujuinya begitu saja. Hades hanya bisa menghakimi dan berharap ketika Athena menemuinya, dewi cantik itu berkata jujur supaya hukuman yang di terimanya sedikit ringan.
.
.
__ADS_1
Themis yang hendak mengangkat timbangannya di atas kepala Athena terhenti ketika Athena mengeluarkan suara.
“Tu-tunggu, apakah semuanya akan baik-baik saja nanti” ucap Athena sedikit ragu dan bercampur cemas.
Themis yang mendengar itu hanya tersenyum, “Katakanlah apa yang menjadi kegundahan mu anak manis.”
Athena yang awalnya sedikit ragu mengutarakan apa yang ada di dalam hatinya, akhirnya ia mengungkapkannya dengan jelas.
“Apa dalam masa pengadilan yang kau berikan pada ku, itu tidak berimbas pada manusia tersebut?.”
“Bahkan kau masih memikirkan manusia tersebut di saat posisimu sedang terancam Athena” suara tersebut menggelegar.
Bukan Hades atau pun Themis yang berkata demikian, melainkan Zeus.
Ya, ternyata Zeus datang diam-diam melihat Athena bagaimana Themis mengadili dan Hades menghakiminya.
“A-ayah” Athena merasa tak percaya Zeus ada di ruangan yang sama dengannya saat ini. Wajah Zeus tidak bisa di baca. Zeus langsung mendekati Athena dan membawa putrinya itu dalam dekapannya.
“Kau tahu Athena, tidak ada suara yang lebih merdu dari pada panggilan anak perempuan terhadap ayahnya” ucap Zeus pada Athena seraya melerai pelukannya.
Ia mengusap kepala Athena, seorang wanita yang lahir kepalanya.
Dalam mitologi Yunani, Athena adalah putri Zeus dan tidak memiliki ibu. Menurut teks, Athena lahir sepenuhnya dari dahi Zeus, jadi tidak perlu ada "ibu" untuk terlibat dalam ciptaannya.
Tentu saja penuturan Zeus membuat Athena merasa bersalah dan telah mengecewakan sang ayah.
Athena langsung tertunduk membungkuk dan meraih kaki Zeus, raja para Dewa.
__ADS_1
“Maafkan aku yang tidak mendengarkan apa yang ayah katakan dahulu” ucap Athena dengan punggung yang gemetar menahan isakkan tangisnya.
Zeus yang melihat itu hanya terenyuh, tanpa pikir panjang Zeus mengangkat Athena agar ia bangkit kembali.
Athena yang menatap Zeus dengan tatapan berkaca-kaca sementara Zeus berusaha tersenyum dan setegar mungkin.
“Ayah tidak bisa memberikan semua yang kamu inginkan, tapi ayah mengusahakan agar memberikan semua yang kamu inginkan” tegas Zeus pada Athena.
Setelah mengatakan itu, Zeus meninggalkan Athena pada Themis agar dewi berwajah tenang itu bisa memberi keadilan dan menafsir apa yang terbaik untuk Athena.
Perlahan Themis mengangkat timbangan tersebut di atas kepala Athena.
Perlu beberapa detik agar timbangan tersebut bisa tenang dalam keadaan yang seimbang.
Hades dan Zeus hanya bisa berharap semua baik-baik saja tanpa harus menggiring Athena ke neraka, tempat penyiksaan tanpa ampunan bagi para dewa-dewi yang melanggar aturan.
“Cambuk dan hati” tegas Themis pada Athena. Hal itu bahkan bisa di dengar oleh Zeus dan Hades.
Membuat kedua para dewa dengan tahta tertinggi itu langsung bertukar pandangan dengan tatapan tak terbaca.
.
.
.
Continued💗😘
__ADS_1