
Mendengar suara perempuan yang berasal dari seekor burung merpati membuat Arjuna terlonjak kaget dan menatap tajam ke arah burung merpati tersebut.
“Ka-kauuu yang berbicara” ucap Arjuna.
Namun bukannya menjawab burung merpati itu malah merubah wujudnya dalam bentuk wujud manusia. Jelmaan manusia yang begitu cantik, kulit putih mulus, rambut panjang bergelombang dengan gaya pakaian seperti dewi yunani berwarna emas. Dia bersandar dengan senyuman manis terhadap Arjuna. Sejenak, Arjuna akui ia memang terpana dengan kecantikan perempuan yang ada di hadapannya saat ini. Namun itu tidak berselang lama, hati kecilnya langsung mengatakan bahwa perempuan di hadapannya ini tidak ada hebatnya jika di bandingkan dengan Athena. “Cantikan dewi Athena” batin Arjuna bahkan kepalanya langsung mengangguk-angguk pertanda membenarkan apa yang dikatakan oleh hati kecilnya.
Sunggguh sepertinya Arjuna benar-benar terpikat dan terjerat dengan pesona dewi Athena.
Dan mungkin memang benar pula, bahwa nama Athena seorang dewi yang berasal dari Yunani yang telah terukir indah di dalam hati Arjuna.
Melihat Arjuna yang terdiam, perempuan yang ada di hadapannya berinisiatif memperkenalkan dirinya sendiri.
“Aphrodite, ya namaku Aphrodite merupakan dewi cinta, kecantikan dan seksualitas dalam mitodologi yunani” ucap perempuan berparas cantik itu.
Mendengar itu Arjuna langsung menyilangkan kedua tangannya di dada “Lalu, apa tujuanmu mendekati ku?” ketus Arjuna tidak suka.
__ADS_1
Aphrodite hanya tersenyum tipis ketika Arjuna seorang manusia biasa berubah ketus padanya bahkan terkesan tidak tertarik padanya.
“Apa kau tidak tertarik padaku?” Aphrodite malah bertanya balik kepada Arjuna.
“Kenapa aku harus tertarik padamu. Apa itu sebuah keharusan?” jawab Arjuna dengan datar.
Ia sudah mewanti-wanti jika perempuan ini pasti tidak akan berbeda dari dewi Hera sang penggoda.
“Kau hebat Athena, kau mendapat seseorang yang benar-benar mencintaimu sepenuhnya” batin Aphrodite bermonolog.
Arjuna malah meliriknya sinis seakan tak menyukai kehadiran perempuan itu di hadapannya.
“Tidak perlu membantuku. Aku bisa memperjuangkan cintaku sendiri tanpa bantuan darimu. Sekarang pergilah” balas Arjuna datar.
“Mengapa? Aku hanya ingin membantu. Sungguh aku tidak memiliki maksud lain” Aphrodite baru kali ini di tolak bahkan hanya sekedar membantu dan lebih parahnya yang menolak itu hanya manusia biasa.
__ADS_1
“Terimakasih atas niat baikmu. Tapi tidak perlu. Aku tidak ingin ada balas budi. Dan jika hanya itu yang kau sampaikan, sebaiknya kau pergi saja. Jawabanku itu mutlak dan tidak akan berubah” tegas Arjuna berubah menjadi dingin.
Sebenarnya Arjuna sedikit risih dengan kehadiran satu persatu para dewa di sekelilingnya, sedikit membuat dirinya tidak nyaman dan menjadi waspada terhadap lingkungan sekitar.
Setelah mengatakan itu, Arjuna melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kamarnya, namun langkahnya berhenti ketika Aphrodite mengucapkan sebuah nama yang mana nama itu adalah rivalnya.
“Ares. Dewa Ares. Aku akan membantumu bersaing dengan dewa Ares. Bukan kah dewa Ares juga memiliki niat untuk menjadikan Athena miliknya?” ucap Aphrodite sedikit memprovokasi Arjuna.
Seketika Arjuna menoleh ke belakang melihat Aphrodite yang sedang menantikan jawaban darinya “Jikalau pun aku bersaing dengan Ares, maka aku bisa melakukannya dengan caraku tanpa bantuan dari siapapun. Cukup Athena saja saja yang sudah membantuku. Kau tidak perlu” cetus Arjuna yang langsung meninggalkan Aphrodite yang terdiam dan sediki tercengang dengan perkataan Arjuna barusan.
Setelah kepergian Arjuna, Aphrodite langsung bertolak menemui Athena.
Athena yang sedang sibuk menyisir rambutnya di depan cermin seketika tersenyum tipis karena rupanya Athena tengah menguping pembicaraan Arjuna dan Aphrodite. “Dulu, aku takut sendiri, tapi sekarang tidak. Aku lebih takut kalau sampai salah orang lagi”
***
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya guysss🤩🤩❤️💋 dukung selalu author pemula ini hehehehe😁😁😁😝