
...*****...
...Aku tahu semua ini salah, tapi aku tak sanggup berhenti. Meski pernah ku coba, tetap saja kembali....
...Alasannya, karena mencintaimu begitu indah. ...
...(Gubahan Tak Bermakna)...
...Sampai sini paham ya ?...
...*****...
“Nona Athena berbohong, pasti Nona sedang tersipu malu pada Tuan Arjuna ya, hahaha” ceplos Bia yang merupakan sekretaris dari Arjuna bahkan wanita ini malah tertawa terbahak-bahak menertawakan Athena yang sedang tersipu malu terbukti dengan wajah perempuan itu yang sudah memerah seperti kepiting rebus.
Arjuna rupanya tersenyum tipis melihat salah tingkah dari Athena, “sangat menggemaskan” batin Arjuna.
“Ehem, ku pikir sudah tidak ada lagi yang di bahas, kalian bisa pergi sekarang” dehem Athena menetralisir rasa gugup campur malunya. Bahkan dia enggan menatap mata Arjuna lagi akibat ucapan Bia yang benar-benar membuatnya semakin malu.
“Oh ayolah, hahaha. Lihatlah Tuan, Nona sedang tersipu malu” goda Bia semakin menjadi bahkan tawanya sangat menggelegar.
Mendengar itu, Athena melototkan matanya pada Bia agar sekretaris dari Arjuna berhenti membual.
Melihat itu, Dellon yang tadinya juga menikmati godaan Bia pada Athena mendadak menjadi kikuk karena tatapan tajam yang di berikan Athena padanya dan juga Bia.
“Sstt.. Bi, diamlah kau jangan membuat Nona Athena marah padamu. Hentikan guyonan mu itu” bisik Dellon bahkan sedikit mencubit tangan dari Bia.
__ADS_1
Seketika Bia langsung menutup mulutnya yang tertawa ketika melihat Athena yang menatap mereka begitu tajam.
“Eh, itu tadi, em anu Nona. Hehehe” kikuk Bia jadi takut dan tidak berani menggoda Athena lagi.
Athena hanya bisa memutar bola matanya malas, sungguh rasanya Ia ingin melemparkan Bia ke dunia lain karena berani sekali menggodanya.
“Kau tak pernah berubah” ucap Arjuna menatap Athena begitu dalam, sontak Athena langsung membalas tatapan yang di lemparkan Arjuna.
“A-aku tidak mengerti apa yang kau katakan” jawab Athena sekenanya.
“Aku ingin mengajakmu keluar” lanjut Arjuna lagi.
“Aku tidak bisa, aku sedang sibuk” kilah Athena ingin menghindari Arjuna.
Setelah mengatakan itu, Arjuna langsung berlalu keluar dari ruangan meeting room dan baik Athena, Dellon, Bia serta Maza masih bisa mendengar suara Arjuna dari luar ruangan, “Cepatlah, aku menunggumu di bawah.”
Membuat Dellon, Bia serta Maza langsung bertatapan kemudian mengangkat bahu, sementara Athena malah melongo bahkan terlihat berapa kali mengedipkan matanya.
“Nona, Anda baik-baik saja?” tanya Dellon takut membuat Athena merasa tertekan dari apa yang di lakukan atasannya barusan.
“Aku bahkan lebih dari baik-baik saja” jawab Athena sangat yakin. Setelah mengatakan itu, Athena langsung menyusul Arjuna keluar dari ruangan menemui pria yang benar-benar sudah membuat dunianya berubah.
“Loh, mereka meninggalkan kita? Tidak mengajak kita kemana mereka pergi?” tanya Bia seraya menunjuk dirinya dan juga Dellon dan Maza.
“Haish, sudahlah Bia, berhenti berbicara dan memperburuk keadaan. Biarkan Tuan Arjuna dan Athena menyelesaikan masalah urusan pribadi mereka. Dan kita sebagai bawahan tidak boleh ikut campur” ucap Dellon begitu bijak menasihati Bia membuat Bia langsung mengerucutkan bibirnya. Sementara Maza hanya mengulas senyum tipis dan berdoa dalam hatinya agar pertemuan Arjuna dan Athena kali ini baik-baik saja, tidak ada pertengkaran dan adu mulut.
__ADS_1
.
.
.
Di sinilah Arjuna dan Athena sekarang, berdiri di antara keindahan Lake Como. Ya, mereka berhenti di Lace Como, daerah yang di nobatkan sebagai salah satu garis pantai terpanjang di Eropa yang mana di sekelilingnya terdapat pegunungan, rumah mewah hingga gereja kecil. Mereka berdua berdiri di tepi garis pantai dengan posisi Arjuna dan Athena berdampingan menikmati pemandangan di depan mereka.
Mereka berhenti di tengah garis pantai untuk menikmati hamparan angin yang benar-benar sejuk di sambut dengan pemandangan laut yang benar-benar tenang dan biru.
“Sangat indah dan tenang” ucap Athena menikmati pemandangan yang begitu memanjakan matanya.
“Ya, kau benar. Sangat indah dan juga tenang. Sama halnya seperti dirimu” ucap Arjuna seraya merapikan rambut Athena yang sedikit berantakan akibat ulah sang angin laut.
Spontan Athena langsung memperhatikan Arjuna bahkan melirik sedikit tangan Arjuna yang betah memegang pucuk kepalanya dengan sayang.
“Kau tahu Athena, keindahan Lake Como tidak ada bandingnya dengan keindahan dirimu saat ini. Ya, bukan hanya keindahan saja yang kau punya yang kau suguhkan pada semua orang terlebih untukku, kau juga memberikan gersang dan hujan dalam waktu bersamaan. Aku tak menampiknya, aku akan tetap mencintaimu terlepas dari rasa sakit yang kau berikan. I love you any more” tutur Arjuna pada Athena dan tak butuh lama Arjuna mengecup bibir tipis milik mantan sang dewi dari yunani itu.
.
.
Continued💗😘
__ADS_1