Terjerat Pesona Dewi Athena

Terjerat Pesona Dewi Athena
Bab 26 Lily Of The Valley


__ADS_3

...*****...


...Kita hanya sekedar dekat, tapi tak pernah benar-benar terikat....


...Di awal ku rasa dekat denganmu sudah cukup....


...Namun ternyata,...


...Makin ke sini aku yang makin tersiksa....


...Sampai sini paham ya?...


...*****...


Arjuna yang sudah di tengah perjalanan pulang tiba-tiba mendapatkan panggilan dari sang ibu bahwa dirinya harus menghadiri acara makan malam yang di laksanakan di restoran Le Bridge.


Sebenarnya Arjuna tidak mau, namun karena perintah sekaligus desakan dari Mommy nya yang tidak bisa di bantah akhirnya Arjuna menuruti saja dari pada harus mendapat ceramah yang tidak akan pernah bersambung dari sang ibu.


.


.


.


Arjuna keluar dari mobilnya, Ia tidak menggunakan jas lagi melainkan hanya kemeja putih yang sangat di tubuhnya dengan dua kancing atas kemejanya sudah di buka sehingga mendapat kesan hot dari pria bertubuh tegap itu.


“Lumayan” ucap Arjuna ketika menatap sekeliling pantai yang lumayan menyejukkan matanya. Baru saja hendak masuk ke dalam restoran yang sudah di reservasi oleh keluarga Rodriguez. Arjuna di hadang oleh seorang anak kecil dengan kisaran umur 6 tahunan sedang memegang seikat bunga lily .


Arjuna membuka kaca mata hitamnya dan menatap anak kecil yang wajahnya sangat tampan dan jika di lihat dari garis wajahnya sepertinya bocah tersebut berketurunan wajah eropa.

__ADS_1


Anak kecil itu menatapnya penuh senyum seraya menyerahkan seikat bunga yang di pegang nya tadi.


“For me?” unjuk Arjuna pada dirinya sendiri.


Bocah tersenyum hanya menganggukkan kepala saja dan tetap tersenyum lebar.


“No, thank you. I don’t need it” tolak Arjuna secara halus pada bocah tampan itu. Arjuna bahkan mensejajarkan dirinya pada anak kecil yang tidak ia ketahui siapa namanya.


“Ini bunga untuk paman. Ya, khusus di rangkai untuk paman. So, please accept it” ujar anak itu pada Arjuna.


Arjuna menatap manik hazel bocah itu, akhirnya tangannya tergerak menerima seikat bunga lily tadi.


“Baiklah jika kau memaksa. Berapa harganya” ujar Arjuna pada akhirnya mungkin bocah kecil sedang berjualan bunga keliling pikirnya.


“No, itu gratis untuk paman” balas cepat bocah tadi.


Bocah tersebut hanya mengangguk kecil.


Arjuna yang pada umumnya tidak tertarik pada bunga untuk pertama kalinya dia menghirup aroma bunga lily tersebut.


Deg…


Jantung Arjuna berdetak lebih cepat, ia menatap bunga yang baru ia hirup aromanya.


“Aroma ini, kenapa seperti wangi dari At..” lirih Arjuna dengan suara tercekat ketika ingin menyebut nama yang sangat ia kubur dalam-dalam.


Bocah tadi yang hanya mengamati keterkejutan dari Arjuna hanya mengulas senyum tipis bahkan nyaris tak terlihat.


“Ini bunga lily of the valley paman. Bunga ini melambangkan melambangkan hal manis dan kemurnian hati. Bunga ini di rangkai seseorang untuk paman” jelas bocah itu pada Arjuna.

__ADS_1


Arjuna langsung terdiam, ia berusaha menepis pikiran yang langsung mengusiknya. Pikirannya menduga-duga, memangnya siapa yang memberinya bunga ini, dan apa aroma dari bunga ini memang seperti ini. Mengapa wanginya mengingatkannya pada seseorang.


“Memangnya siapa yang memberikannya?” tanya Arjuna asal sembari tersenyum hambar. Karena tidak mungkin Athena yang memberikan bunga ini untuknya kan.


“Mungkin dia adalah seseorang yang sedang paman pikirkan sekarang” sahut bocah itu tersenyum tipis pada Arjuna.


Mendengar itu Arjuna langsung memicingkan matanya pada bocah di depannya saat ini.


“Hei, apa kau peramal atau bagaimana” Arjuna hanya menggelengkan kepala bahwa ia menepis pikiran yang mengatakan bahwa bunga ini di berikan oleh seseorang yang ingin ia lupakan.


“Baiklah terima kasih untuk bunganya. Oh iya, kalau boleh tahu namamu siapa boy?” tanya Arjuna yang jadi penasaran pada bocah itu.


“Cupid, nama ku Cupid, Tuan” jelasnya pada Arjuna.


“Benarkah nama mu Cupid, sepertinya namamu sama dengan nama dewa cinta” tawa Arjuna seraya mengacak rambut bocah yang bernama Cupid.


“Ya, aku memang itu lah aku” ucap bocah tadi dengan gamblangnya yang membuat Arjuna seketika membeku di tempat.


Dari yang di ketahui Arjuna, Cupid adalah dewa cinta Romawi. Sebutan lainnya bagi dewa ini adalah Amor. Sebagai Amor, ia digambarkan sebagai anak kecil bersayap yang nakal, serta membawa busur dan panah, yang dapat membuat manusia maupun dewa jatuh cinta.


“Untuk hati yang sedang di uji kesabaran, itu memang pahit pada awalnya. Namun percayalah ia akan manis di penghujungnya” jelas Cupid tadi, dan setelah mengatakan itu bocah tersebut meninggalkan Arjuna yang terdiam di tempatnya.


.


.


.


Continued💗😘

__ADS_1


__ADS_2