Terjerat Pesona Dewi Athena

Terjerat Pesona Dewi Athena
Bab 35 Bertemu Kamu


__ADS_3

...*****...


...Sebuah pertemuan yang singkat untuk kerinduan yang panjang....


...Ada rasa yang tak terduga, ada rindu yang masih ragu....


...Semua itu ada akibat bertemu kamu....


...Sampai sini paham ya?...


...*****...


.


.


Pertemuan makan malam yang harusnya membuat kedua partner bisnis ini semakin akrab malah berujung dengan pertemuan yang menegangkan.


Ya, seperti itulah suasana yang sedang di rasakan dari Dellon, Bia dan juga Maza.


Bagaimana tidak, sedari tadi Arjuna selalu betah dengan wajah datar nan dinginnya di tambah dengan setiap omongan Athena yang selalu ketus dan angkuh.


Tentu saja, dengan sikap dua atasan itu membuat ruangan mereka semakin mencekam. Baik dari Dellon, Bia maupun Maza berharap semoga acara makan malam ini cepat selesai.


“Ku rasa pertemuannya kita cukupkan sampai di sini saja. Untuk lebih intensnya. Kami akan segera menemui Anda di perusahaan untuk membahas kerja sama ini ke pembicaraan yang lebih lanjut” ucap Arjuna pada akhirnya.


“Hem, ku rasa itu lebih baik. Sepertinya pertemuan pertama ini bukan membuat kita menjadi semakin akrab” sindir Athena dengan santainya.

__ADS_1


Arjuna berusaha menahan emosinya yang mungkin saja bisa meledak saat ini juga.


“Anda sepertinya salah besar Nona, pertemuan ini sepertinya berjalan lancar bukan? Yang tidak lancar itu bertemu lalu berpisah, kemudian membentuk sejarah. Dan kau pasti tau itu kisah siapa” sahut Arjuna dengan tatapan tajamnya.


Deg..


Athena melirik sengit Arjuna yang tengah tersenyum tipis padanya, perkataan Arjuna barusan seakan menyindir hubungan mereka dahulu. “Sialan, dia sudah mulai bersilat lidah sekarang” jerit batin Athena.


“Ehem, Tuan Arjuna sepertinya suasana hatinya tidak baik ya. Sudah raut wajahnya dingin jangan sampai omongannya sedingin es pula” balas Athena di selingi tawa renyah.


Arjuna yang mendengar itu hanya mengangguk seraya melempar senyum smirknya.


“Baiklah Nona, ku harap pertemuan selanjutnya akan ada kemajuan” ucap Arjuna.


Akhirnya Arjuna dan kedua kaki tangannya langsung meninggalkan ruang VIP yang masih di huni oleh Athena dan juga Maza.


.


.


“Tuan, apa kita langsung pulang atau Tuan ingin berkeliling terlebih dahulu?” tanya Dellon pada Arjuna yang sudah duduk di belakang kemudi.


“Pulang saja” jawab Arjuna singkat.


“Baik Tuan, tapi sebelumnya kita tunggu Bia sebentar. Dia sepertinya ketinggalan di lorong tadi” jelas Dellon. Sementara Arjuna tidak menanggapinya lagi, Arjuna lebih fokus menatap pantulan kaca spion mobil yang di dalam kaca tersebut, terdapat pantulan sosok perempuan menatapnya dengan tatapan entah. Ketika Arjuna menoleh ke belakang rupanya perempuan itu tidak ada, namun ketika Arjuna menatap kaca mobil, perempuan itu terlihat lagi.


Arjuna mengepalkan kedua tangannya, “Kau sepertinya sudah pulang. Tapi aku tidak tahu pulang mu ini ke arah mana. Karena aku pun tahu. Tidak semua kata ‘pulang’ menjadi tempat kembali” lirih Arjuna.

__ADS_1


.


.


.


Di sisi lain, Athena dan Moza masih di ruang VIP tadi.


“Huh huh huh… Fisik ku kuat kan? Tapi kenapa hatiku begitu sakit” keluh Athena memegang dadanya yang terasa sakit serasa di himpit oleh bebatuan.


“Nona, Anda tidak apa-apa?” tanya Moza karena cemas pada Athena yang nampak pucat pasi.


“Aku baik-baik saja hanya saja di sini seperti ada yang mengganjal” jelas Athena seraya menunjuk dadanya pada Moza.


“Sakit sekali Za” cicit Athena pada asistennya.


“Nona, sebaiknya kita ke rumah sakit kalau begitu” ucap Moza serius. Moza sangat tahu kalo atasannya ini dulu pernah melakukan cangkok hati tahun lalu.


Athena hanya mengangguk saja. Sementara jauh di dalam lubuk hatinya sedang meraung-raung.


“Masih ada kesempatan kan? Aku ingin mencintainya dengan benar. Atau waktu itu memang sudah habis? Apa semuanya sudah pupus?.”


“Za, kenapa jadi seperti ini. Apa karena bertemu dengannya tadi?” lirih Athena pada Moza.


.


.

__ADS_1


Continued💗😘


__ADS_2