
Arjuna dan dewi Athena telah sampai di tempat parkiran mobil untuk segera kembali dari penginapan. Jika Arjuna dan dewi Athena berjalan berdampingan, berbeda dengan Dellon yang berjalan di belakang mereka masih dengan perasaan gamang.
“Tuan, apakah nona Athena akan ikut bersama kita atau bagaimana?” tanya Dellon yang hendak masuk ke dalam mobil.
“Ya. Tentu saja. Memangnya aku pria apa yang meninggalkan kekasih ku sendirian di sini” tandas Juna yang langsung membukakan pintu mobil bagian belakang kepada dewi Athena.
“Ba-baik tuan”. Dellon langsung masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobil ketika tuannya sudah duduk di belakang.
“Dell, persiapkan 3 tiket keberangkatan kita hari ini ke Indonesia. Kita akan langsung pulang hari ini bersama dengan Athena, kekasihku” ucap Juna sambil melirik arloji yang terikat di tangannya.
“Baik Tuan” jawab Dellon. Sementara dewi Athena hanya tersenyum dan sesekali melirik pemandangan di luar mobil.
.
.
Sampai di penginapan, Juna dan Dellon masuk ke dalam penginapan untuk mengambil barang-barang yang tertinggal. Sementara Athena menunggu di luar sambil menikmati pemandangan di sekitar yang lumayan cerah dan berseri-seri. Toh untuk apa dia masuk ke dalam, dia tidak punya barang ataupun urusan masuk ke dalam penginapan.
Namun dalam sekejap cuaca tadi yang begitu cerah dan indah dalam seperkian detik menjadi mendung dan gelap di sertai dengan kilatan petir yang memekikkan di telinga. Angin berhembus dengan kencang meniup daun pohon ke arah kiri dan kanan. Jangan lupakan suara beberapa elang yang sedang menari-nari di atas langit yang mendung.
Melihat itu, Athena tersenyum smirk, ia melirik ke arah kiri dan kanan seakan mencari sesuatu dari ekor matanya seakan tahu ada seseorang mengintainya dan
Greppppp..
Tangan Athena di pegang dengan erat bahkan sangat kuat oleh seorang pria berperawakan tinggi, badan yang berotot, wajah yang tampan walaupun dalam usia yang sudah terbilang lewat dewasa. Matanya memperlihatkan kemarahan yang berkobar-kobar bahkan kilatan petir terlihat di kedua bola matanya.
__ADS_1
Kalian pasti tahu bukan, siapa sosok pria tersebut? Di adalah Raja para dewa yang bertakhta di gunung Olimpus. Dewa yang di kenal sebagai dewa penguasa langit dan petir. Ia memiliki simbol elang, petir, banteng dan pohon Ek.
Dia adalah Raja Zeus. Ayah dari dewi Athena.
“Putriku, apa yang sudah kamu lakukan sampai sejauh ini?” tanya Dewa Zeus dengan suara berat dan begitu tegas.
“Memangnya apa yang sudah aku lakukan” ucap dewi Athena sembari berusaha menarik tangannya dari genggaman sang raja para dewa.
“Jangan membuat ku marah Athena” bentak dewa Zeus pada putri kesayangannya. Hingga membuat langit semakin gelap dan kilatan petir terus terdengar. Sungguh dewa Zeus murka dengan tingkah putrinya ini.
“Jangan sampai manusia itu lenyap di tangan ku, Athena” ucap dewa Zeus berkata dingin lalu melepaskan tangannya dari putrinya.
Mendengar itu Athena tersentak kaget dengan ancaman sang ayah sekaligus rajanya para dewa.
“Kembali, sebelum desas desus ini terdengar di kalangan para dewa” lanjutnya lagi.
“Athena” bentak Zeus dengan suara yang cukup keras. Mata Zeus berubah berwarna biru siap menghancurkan apapun di depannya. Tangannya terangkat ke atas dan langsung mengeluarkan petir yang menyala-nyala
“A-ayah” seketika Athena jadi takut menghadapi kemarahan sang ayah.
Athena langsung langsung menunduk di bawah kaki dewa Zeus.
“Kembali ke tempatmu Athena. Lupakan persyaratan yang kau berikan kepada manusia itu. Jangan merubah takdir yang sudah di garis kan kepada para dewa dan manusia” tegas dewa Zeus pada putri kesayangannya, dewi Athena.
“Ayah, Athena memohon izin mu. Sekali ini saja” lirih Athena di bawah kaki Zeus.
“Sekali tidak. Tetap tidak Athena” murka dewa Zeus pada sang putri.
__ADS_1
“Jangan melakukan kesalahan yang terjadi di masa lalu putriku” ucap Zeus yang menurunkan tangannya untuk menghilangkan kilatan petir di tangannya.
Mendengar itu, Athena mendongak ke atas melihat dewa Zeus. Raja yang begitu kuat dan di segani oleh dewa mana pun.
Dewa Zeus memegang kedua bahu Athena agar dia berdiri di hadapannya.
“Sekali ini saja. Biarkan aku berbaur dengan manusia. Itu permintaan ku padamu ayah. Hanya itu”
Dewa Zeus menghela nafasnya, bagaimana bisa seorang dewi membuat permintaan seperti itu.
“Athena. Kau pasti tahu konsekuensi yang akan terjadi jika kau melanggar aturan para dewa-dewi ketika terjun langsung ke dunia manusia”
“Ya. Aku tahu itu. Dan aku pastikan aku tidak akan melanggarnya. Ketika aku lupa atau hampir melanggar. Ingatkan lah aku ayah” pinta Athena dengan tatapan memohon.
“Hanya 2 bulan” sambung Athena lagi.
Setelah lama menimbang-nimbang akhirnya dewa Zeus menuruti keinginan sang putri.
“Baiklah tapi ingat Athena, jangan lakukan 2 hal ini, membunuh dan mencintai manusia. Jika kau tidak ingin terseret di dalam kubangan pembuangan dewa dewi yang berdosa. Tetap jaga lah kesucian mu sebagai dewi” titah Zeus pada Athena.
Mendengar itu Athena tersenyum mengembang dan langsung mengiyakan semua petuah dari Zeus.
“Jaga dirimu. Ayah akan selalu mengawasi mu dari jauh” ucap Zeus lagi. Dan secara perlahan langit yang mendung di sertai kilatan petir mulai mereda bersamaan dengan hilangnya dewa Zeus dalam kilatan angin yang berhembus.
Athena hanya terdiam memandang kepergian sang ayah dengan wajah datar di sertai perasaan entah.
__ADS_1