
...*****...
...Bukan melupakannya, namun belajar menghilangkan rasa, seperti sedia kala....
...Tidak ada rasa canggung, hanya ingin seperti semula menjadi teman biasa tanpa ada rasa apa-apa....
...Sampai sini paham ya?...
...*****...
“Kau pasti bisa, tidak mungkin kau ingin mundur bukan setelah perjuanganmu sudah sejauh ini?.”
Setelah mengucapkan itu, Zeus seketika menghilang di bawa oleh angin.
“Huft, ternyata masalah hati serumit ini ternyata” keluh Athena yang tidak pernah membayangkan perjalanan yang ia tempuh sekarang akan sepelik ini.
Otak memerintahnya untuk mundur namun lain halnya dengan hati, memintanya untuk terus maju dan memperjuangkan sebuah rasa yang mungkin saja bisa memberikan sakit dan pilu.
__ADS_1
“Tidak, tidak. Aku tidak ingin mundur. Ini baru awal. Bahkan aku belum berjuang. Aku pasti bisa mendapatkannya kembali. Ya, itu sudah pasti” ucap Athena berusaha menyemangati dirinya sendiri.
🍁🍁🍁
Sementara di sisi lain,
Arjuna sedang duduk di bangku taman yang tak jauh di depannya terdapat air mancur yang indah di temani oleh asisten pribadinya, Dellon. Ya, saat ini Arjuna sedang duduk sendiri di taman tersebut dengan pandangan dan pikiran yang sedang sibuk berkelana entah kemana.
Arjuna sedikit menepi dari keriuhan yang membuatnya sedikit terkejut malam ini.
“Huft, huft, kejutan yang luar biasa” ucapnya seraya menarik senyuman tipis.
Arjuna mengepalkan tangannya menahan gejolak rasa yang benar-benar menyiksa dirinya.
“Argh, sial. Kenapa harus begini” teriak Arjuna frustasi.
Arjuna berdiri dan hendak melangkah. Namun, Dellon terlebih dahulu berbicara hingga Arjuna menoleh sejenak.
__ADS_1
“Tuan, kau mau kemana? Sudah 3 jam lamanya Tuan berdiam diri di tempat ini? Jangan pergi terlalu jauh Tuan, apa tidak sebaiknya kita kembali ke hote saja?” tanya Dellon.
“Aku hanya butuh sedikit waktu Dellon untuk menghadapi kenyataan hari ini” jelas Arjuna.
Dellon hanya bisa diam, tidak menanggapi perkataan Arjuna barusan. Mungkin memang benar Tuannya butuh sedikit waktu untuk menata hatinya yang baru saja di dobrak habis-habisan karena hadirnya sosok wanita yang sempat pernah pergi jauh meninggalkannya.
Setelah itu, Arjuna mendekati pancuran air di depannya saat ini. Sementara Dellon, hanya bisa menghela nafasnya lelah. Bagaimana tidak lelah? Seharian ini dirinya tidak beristirahat sama sekali hingga sampai malamnya ia masih harus menemani sang Tuan yang sedang di landa galau nan dilema.
“Astaga, mencari uang ternyata sangat sesusah ini” jerit hati Dellon.
“Athena… mungkin memang benar tentang perihal dekat kita. Dulu memang hanya sekedar dekat saja tapi tak pernah benar-benar terikat. Di awal ku rasa dekat denganmu saja sudah cukup. Ternyata, makin ke sini makin aku yang tersiksa” keluh Arjuna mengingat hubungannya dengan Athena.
“Aku harus bagaimana menyikapinya, sikapku dingin dan ternyata sikapmu jauh lebih dingin. Berulang kali kau menolakku, berulang kali pula kau acuhkan aku. Kau benar-benar membuatku tak berdaya” ucap Arjuna pada dirinya sendiri sembari menertawakan kebodohannya selama ini.
“Aku harus bagaimana Athena, bagaimana caranya aku untuk meruntuhkan kerasnya hatimu dan meluluhkan angkuhmu itu. Sikapmu sungguh menyakitiku, apakah kau berencana ingin membunuhku melalui cintamu” ujar Arjuna menanggapi sikap Athena dari sudut pandangnya sekarang.
.
__ADS_1
.
Continued💗😘