Terjerat Pesona Dewi Athena

Terjerat Pesona Dewi Athena
Bab 33 Di antara Rintik Hujan


__ADS_3

...*****...


...Hujan selalu menjadi pengingat bahwa di antara kita yang tak lagi berkabar masih ada perasaan rindu yang tak kunjung memudar....


...Sampai sini paham ya?...


...*****...


3 tahun kemudian,


Tak terasa waktu terus berjalan begitu pula dengan kehidupan Arjuna.


Ya, setelah pertemuannya dengan pria yang mengatakan bahwa setelah matahari terbenam, maka bulan pun akan terbit. Arjuna meyakinkan pada dirinya sendiri tentang sosok perempuan yang masih singgah di hatinya bahwa suatu saat perempuan itu akan kembali pada waktu indah dan tepat. Jikalau memang belum indah dan tepat, berarti masih bukan waktunya.


Saat ini Arjuna sedang sibuk di meja kerjanya, tepatnya apertemen miliknya, Arjuna mengecek setiap schedule yang akan mereka laksanakan di kota Milan, Italia.


Ya, perusahaan yang Arjuna pegang ketika ia di lantik menjadi seorang CEO semakin berkembang pesat bahkan semakin melebarkan sayapnya di berbagai bidang industri, salah satunya di bidang fashion.


Drt.. drt.. drt..


Arjuna yang semula sedang fokus menjadi teralihkan pada ponselnya yang berdering.


“Ya, ada apa” tanya Arjuna to the point.


“….”


“Hem, bagus. Kalau begitu aku akan turun sekarang.”


Setelah mengatakan itu, Arjuna langsung memutuskan sambungan teleponnya.


Arjuna langsung membereskan berkas-berkas yang hendak ia bawa, karena Arjuna harus terbang ke kota yang terkenal dengan pusat belanja tertua di dunia.


Ketika hendak keluar dari apartemen mewah miliknya, ia kembali memastikan bahwa tidak ada satu pun yang tertinggal, setelah itu baru lah dia turun ke LG untuk menemui asisten pribadi beserta sekretarisnya.


Memang, sejak satu tahun yang lalu Arjuna sudah tidak lagi tinggal di mansion Daddy nya, Arjuna lebih memilih untuk tinggal di apartemen mewah miliknya dengan berbagai pertimbangan.

__ADS_1


.


.


“Bia, kau sudah memastikan tidak ada berkas yang tertinggal kan?” tanya Dellon pada Bia yang sedang sibuk pada macbook di tangannya.


“Tenang saja, semuanya sudah aku pastikan tidak ada yang tertinggal” jawab Bia dengan mantap.


Mendengar itu Dellon langsung lega. Bukan apa-apa perjalanan mereka kali ini lumayan membuat mereka deg-deggan dan kewalahan karena perusahaan fashion yang akan di kunjungi ini rupanya terkenal sangat sulit untuk di ajak bekerja sama. Jadi sekalinya bekerja sama mereka harus memberi effort yang besar.


“Oh iya, Tuan Arjuna nya kemana. Apa dia masih lama?.”


Dellon hanya mengangkat bahu karena seharusnya Arjuna sekarang sudah turun karena mereka harus mengejar waktu penerbangan.


“Eh eh itu dia orangnya, umurnya panjang banget. Baru juga di omongin” ucap Bia pada Dellon. Kedua orang tersebut langsung menyambut atasannya dengan membungkuk hormat.


Arjuna sendiri hanya diam dan langsung masuk ke dalam mobil membuat Dellon dan Bia yang sudah terbiasa dengan sikap itu hanya saling berukar pandang, kemudian langsung buru-buru masuk ke dalam mobil takut atasannya memberikan wejangan pada mereka berdua.


.


.


.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh akhirnya mereka sampai di kota tujuan. Mereka langsung bertolak menuju hotel yang cukup terkenal di kota tersebut, dimana hotel ini akan menjadi tempat mereka beristirahat untuk 4 hari ke depan.


“2 jam lagi kita akan mengadakan makan malam dengan pemilik dari perusahaan itu, usahakan semuanya berjalan dengan lancar tanpa ada kendala sama sekali. Kalian mengerti? Tegas Arjuna pada Dellon dan Bia.


“Baik Tuan” jawab Dellon dan Bia dengan patuh.


Setelah mengatakan itu, Arjuna langsung masuk ke dalam kamar hotel miliknya untuk bersih-bersih sekaligus untuk bersiap-siap menemui calon partner bisnisnya.


“Aku lelah sebenarnya” keluh Bia pada Dellon yang hendak mau masuk ke dalam kamar hotel miliknya.


“Sudahlah, lakukan saja. Lelahnya di tunda saja dulu” sahut Dellon terkekeh melhat wajah Bia yang memang sedikit lelah.

__ADS_1


“Hih kau ini, mana ada lelah bisa tunda-tunda” kesal Bia langsung meninggalkan Dellon yang tengah menertawakannya.


.


.


“Tuan, di luar hujan deras. Apa acara makan malamnya akan tetap di laksanakan?” tanya Dellon pada Arjuna yang sedang melirik arloji di tangannya.


“Ya, makan malamnya tetap ada. Sebaiknya kita berangkat sekarang.”


“Baik Tuan” balas Dellon. Dan secepat itu pula ia memberitahu pada Bia untuk segera keluar karena mereka akan berangkat ke restoran yang telah mereka reservasi sebelumnya.


.


.


.


“Tuan, ini payungnya” ucap Dellon memberi payung hitam pada Arjuna yang hendak keluar dari mobil. Sebenarnya bisa saja Dellon langsung memayungi Arjuna, namun atasannya ini menolak.


Ya, mereka sudah sampai di depan restoran tujuan mereka.


Arjuna dengan wajah datar dan dinginnya langsung menerima payung tersebut dan berjalan masuk ke dalam restoran.


Namun ketika hendak mata Arjuna tertuju pada pintu masuk restoran, ia melihat wanita yang begitu familiar dan tidak asing di matanya.


Arjuna langsung membulatkan matanya memperhatikan wanita cantik yang sudah mengubah kehidupannya 360⁰ dan begitu amat ia rindukan.


Dan sekarang mereka di pertemukan di antara rintik hujan yang sedang turun ke bumi.


.


.


.

__ADS_1


Continued💗😘


__ADS_2