Terjerat Pesona Dewi Athena

Terjerat Pesona Dewi Athena
Bab 30 Themis Dewi Justicia


__ADS_3

...*****...


...Ada seseorang yang sedang berusaha baik-baik saja ketika hatinya tengah benar-benar terluka....


...Maka apakah itu yang di sebut pura-pura ?...


...Tidak, itu lah yang di sebut kedewasaan....


...Cinta adalah motifnya, tetapi keadilan adalah instrumennya....


...Sampai di sini paham ya?...


...*****...


“Ya, keadilan. Dewi Themis, yang akan memberi keadilan juga untukmu serta menafsir apa yang terbaik untukmu, Athena.”


Sungguh Athena tertegun dan tidak menyangka dia bisa di adili oleh seorang dewi, pikirnya dirinya hanya akan langsung di hukum tanpa mendapat sedikit keadilan pun.


Hades hanya menghakimi sesuai dengan apa yang telah di langgar Athena. Dimana sebagai seorang dewi telah berhubungan dengan Arjuna, yang merupakan manusia sangat jauh bahkan sampai meninggalkan olympus hanya untuk mengikuti naluri hatinya.

__ADS_1


Namun di balik itu juga, kehadiran Athena di samping Arjuna tidak menimbulkan bahaya bagi Arjuna. Bahkan Athena dengan sigap menjadi tameng untuk melindungi Arjuna dari para dewa-dewi yang memiiki niat untuk mencelakai Arjuna. Bukan hanya itu juga, Athena bahkan membantu Arjuna menjadi pribadi yang lebih baik lagi.


“Tunggulah, mungkin dia akan datang sebentar lagi” ujar Hades pada Athena, di karenakan Athena mulai gelisah di ruangan Hades yang lumayan pengap di karenakan hawa atmosfernya yang sangat berbeda membuat sesak.


Melihat kegelisahan di wajah Athena membuat Hades menjadi iba sehingga dia mengubah hawa di ruangan itu menjadi lebih sejuk.


Athena yang mengetahui itu adalah ulah dari Hades membuat Athena lantas tersenyum.


“Terima kasih” ucap Athena tulus.


Sementara Hades tidak menjawab lagi ia hanya menganggukkan kepala saja.


Pintu ruangan akhirnya terbuka. Menampilkan sosok perempuan cantik dengan tubuh ramping, rambut panjang yang bergelombang, wajah yang begitu tenang dan teduh membuat setiap mata yang melihatnya takjub tak lupa pula dengan mata yang tertutup kain, membawa timbangan dan pedang bermata dua.


Ya, dia adalah dewi Themis yang di kenal pula sebagai dewi Justicia.


Themis (bahasa Yunani: Θέμις) dalam mitologi Yunani adalah salah seorang Titan wanita yang memiliki hubungan dekat dengan Zeus. Themis berarti Hukum alam. Ia adalah tubuh dari aturan, hukum, dan adat. Themis adalah salah satu dewi yang memiliki kaitan dengan Orakel Delphi karena ia turut membangunnya. Ia menerimanya dari ibunya, Gaia dan memberikannya pada Foibe.


Banyak penganut Neo-Pagan terutama Neo pagan Hellenis menganggap Themis adalah dewi kebajikan dan keadilan. banyak sekte modern menganggap Themis berperan dalam menentukan kehidupan setelah mati. Ia membawa seperangkat timbangan yang digunakan untuk menimbang kebaikan dan keburukan seseorang. Themis juga memberikan masukan terakhir sebelum nasib sang jiwa tersebut ditentukan oleh Hades. Pengikut Pagan biasanya berdoa, membakar minyak dan kemenyan, makanan, atau menumpahkan minuman sebagai persembahan pada Themis. Mereka menganggap Themis menjanjikan kesehatan, kesenangan, kejantanan, dan kharisma bagi para pengikutnya. Themis biasanya disembah oleh para pria. Satu-satunya pasangan Themis adalah Zeus. Dari hubungannya dengan Zeus, Themis melahirkan Horai (para dewi keteraturan) dan Moirai (para dewi takdir). Personifikasi dari kosep abstrak merupakan ciri khas dari Bangsa Yunani. Kemampuan dewi Themis untuk melihat masa depan menjadikannya sebagai salah satu Orakel di Delphi, yang pada akhirnya menjadikannya sebagai dewi keadilan. Beberapa penggambaran klasik tentang Themis tidak menunjukkan dirinya buta ataupun memegang pedang (karena dia melambangkan kesepakatan bersama, bukan paksaan). Themis membangun Orakel di Delphi di mana dirinya sendiri merupakan seorang peramal. Menurut versi lain, Themis menerima Orakel Delphi dari Gaia dan kemudian memberikannya pada Foibe.

__ADS_1


Perlahan tapi pasti saat ini Themis berdiri di hadapan Athena, dia tersenyum ramah pada Athena seakan bisa melihat Athena di hadapannya pada hal matanya telah tertutup kain.


“Aggaplah aku sebagai ibumu juga Athena. Aku bukanlah musuhmu. Bukan kah kamu adalah putri kesayangan Zeus” ucapnya begitu lembut.


Athena sedikit tertegun, di antara istri dari ayahnya Zeus yang mungkin sedikit tidak menyukai anak-anak dari selingkuhan Zeus, memang hanya Themis yang dia kenal dengan pribadi yang tenang. Pernah ada cerita yang mengatakan bahwa saat Themis di abaikan oleh Zeus, Nemesis berkata bahwa Themis sangat marah. Tapi Themis sama sekali tidak merasa demikian. Titan berpipi indah ini malah jadi yang pertama menawarkan cangkir pada Hera saat ia kembali ke Olimpus.


Athena yang mendengar itu hanya mengukir senyum tulusnya pada Themis begitu pula Themis, seakan bisa melihat Athena tersenyum ke arahnya, ia membalas senyuman itu.


Sementara Hades yang melihat pemandangan itu hanya bisa tersenyum dan berharap dalam hatinya bahwa Athena bisa di adili dengan baik oleh Themis.


“Zeus, semoga semuanya bisa sesuai dengan harapanmu” lirih Hades dengan suara pelan bahkan hampir tidak terdengar oleh Themis maupun Athena.


.


.


.


Continued💗😘

__ADS_1


__ADS_2