Terjerat Pesona Dewi Athena

Terjerat Pesona Dewi Athena
Bab 6 Harga Dari Sebuah Permintaan


__ADS_3

“Apa pun itu?” tanya dewi Athena lagi dengan senyuman menyeringai.


Deg..


Arjuna merinding melihat wajah dewi Athena yang tersenyum smirk padanya, Juna sadar bahwa sosok di hadapannya saat ini adalah bukan sosok manusia biasa sepertinya, melainkan sosok dewi. Dewi yang di anggap suci, keramat serta di hormati manusia.


“Emmmm se-sebentar dulu dewi, dewi tidak meminta tumbal kan ya? Seperti dukun atau jin” ucap Juna dengan sedikit takut. Juna tidak mau kalau sampai dewi Athena itu meminta sesuatu di luar akalanya apa lagi jika berkaitan dengan tumbal. Bukan kah di Indonesia seperti itu? Ketika meminta sesuatu terhadap seorang dukun atau membuat perjanjian dengan jin, pasti akan ada persembahan yang perlu diberikan sebagai balasan kepada jin atau dukun ketika mereka mewujudkan apa yang kita inginkan. Membayangkan itu nyali Juna semakin menciut untuk meminta permintaan kepada sang dewi.


Melihat Juna yang berpikir seperti itu, dewi Athena menghela nafasnya dengan kasar, ia tidak habis pikir dengan jalan pikiran pemuda di hadapannya ini.


“Cih, berhenti berpikiran yang tidak-tidak Juna”


“Memangnya apa yang aku pikirkan” ucap Juna masih tidak mau mengaku.


“Cih kau itu, jangan lupakan aku adalah dewi Juna yang bisa membaca pikiranmu” ketus dewi Athena.


Mendengar itu Juna jadi gugup dan salah tingkah


“Ehehehe ma-maafkan aku dewi, aku hanya takut saja jika dewi meminta sesuatu hal yang mengerikan” ucap Juna sambil cengengesan.


“Tenang saja. Aku tidak seburuk itu, aku akan memberikan apa yang kamu inginkan” ucap dewi Athena dengan santai.


“Benarkah” balas Juna dengan bersemangat.


“Ya. Tapi ada syaratnya” ucap dewi Athena sambil mengeluarkan sebuah cawan emas dengan motif burung hantu di belakang punggungnya.

__ADS_1


“Apa syaratnya”


“Bawalah aku bersamamu” ucap dewi Athen dengan santai.


“A-apa? Bagaimana bisa” Juna cukup kaget dengan syarat yang di ajukan dewi Athena.


“Aku tidak mau, syarat yang lain saja” Juna mengibas-ibaskan tangannya pertanda ia tidak setuju dengan syarat yang di ajukan dewi Athena.


“Kau bisa meminta uang atau emas pasti akan aku berikan, atau kau mau ayam, kambing, sapi, domba atau barang kali babi untuk di sembelih kepadamu sebagai korban persembahan” ucap Juna dengan rinci, ia mencoba bernegosiasi dengan sosok perempuan di hadapannya.


“Tidak, aku tidak menginginkan itu. Dan ingat Juna tidak ada tawar menawar dalam persyaratan ini. Itulah adalah harga dari sebuah permintaan yang kau minta dariku”


Mendengar itu, Juna kembali berpikir keras apa Juna meng-iyakan saja permintaan dari dewi Athena ini, atau bagaimana? Kalau ia membawa dewi Athena bersamanya, apa kata orang nanti? Lagian apakah dewa yang lain tidak marah? Sungguh Juna pening memikirkan itu.


“Hanya 2 bulan saja Juna” ucapnya lagi.


“Hanya 2 bulan?” beo Juna pada ucapan dewi Athena.


“Ta-tapi kalau kau ingin ikut bersama ku, apa yang akan aku katakan pada semua orang, belum lagi tentang identitas mu”


“Tenang saja. Akan aku atur semua itu” ucap dewi Athena dengan santai.


“Oke, baiklah” ucap Juna langsung mengiyakan. Toh permintaannya hanya itu saja kan. Lagian sebentar lagi ia akan segera di lantik sebagai CEO dalam minggu ini, ia tidak punya banyak waktu lagi.


“Bagus. Kau mengambil keputusan yang benar anak muda” ucap dewi Athena dengan senyum mengembang.

__ADS_1


“Ikutlah dengan ku, kita akan membuat keinginanmu segera terwujud”.


Mendengar itu Juna hanya menurut dan mengikuti langkah dewi Athena yang entah mau kemana.


Hingga sampailah mereka di aula megah dengan desain emas di setiap dindingnya, atapnya adalah kaca yang mana bisa terlihat dengan jelas bagian luar dari aula ini, dan jangan lupakan tiang kokoh yang atasnya terdapat patung burung hantu berwarna putih.


Dewi Athena terus berjalan di atas altar mengambil sebuah minuman yang Juna tidak ketahui apa itu dan menuangkan ke dalam cawan yang dewi Athena sedari tadi pegang.


Juna hanya melihat dan mengamati aula tersebut.


“Mirip altar gereja, tapi bukan” gumam Juna dalam hati.


“Minumlah ini Juna, sebagai bentuk dari perjanjian mu padaku dan keinginanmu akan terwujud. Ingat syarat yang harus kau patuhi setelah apa yang kau inginkan terwujud. Satu hal lagi yang perlu kau garis bawahi, Kau tidak sedang berbuat janji dengan manusia, melainkan kepada dewi” ucap dewi Athena dengan tegas.


“Ba-baiklah” Juna menerima cawan itu dan tanpa pikir panjang Juna langsung meneguk isi cawan itu sampai tandas.


.


.


.


Hai guyssss seperti biasa, jangan lupa like,comment, vote dan favoritkan yaaa.


Ini cuman fantasi aja kok 100% halu dari author sendiri hehehe🤗🤗🤗✨

__ADS_1


__ADS_2