Terjerat Pesona Dewi Athena

Terjerat Pesona Dewi Athena
Bab 28 Mencintai dalam Diam, Mengagumi dari Kejauhan


__ADS_3

...*****...


...Saling menatap mata, namun tidak menyapa....


...Seasing inikah kita sekarang?...


...Sampai sini paham ya?...


...*****...


“Tidak bisa” balas Arjuna cepat.


“Kenapa tidak bisa? Bukan kah Kak Ar ingin melupakan wanita itu.” Sewot Naura yang mulai kesal dengan pikiran dari kakak sepupunya ini.


Arjuna malah tidak menjawab pertanyaan Naura, ia lebih memilih fokus menyetir membelah jalanan ibu kota yanng lumayan tidak macet malam ini.


“Ini orang budek sama bisu apa gimana sih? Malah ga di jawab. Nyesal aku berbicara dengannya. Oh my god, andai saja ada tukar tambah sepupu sudah pasti aku mengganti sepupuku ini” kesal Naura yang terus menggerutu dalam hatinya.


Sementara Arjuna kembali berperang dengan pikiran-pikirannya. Hingga suasana di dalam mobil kembali hening setelah perdebatan Arjuna dan Naura tadi


Sampai di mansion dan memarkirkan mobilnya dengan benar. Baik Arjuna dan Naura langsung masuk ke dalam kamar mereka masing-masing. Tak lupa juga Arjuna membawa bunga yang di berikan Cupid tadi padanya.


.


.

__ADS_1


.


Sementara di dunia yang berbeda dimensi,


Wanita cantik sedang duduk santai di kursi kebesarannya tak lupa wanita itu sedang mengelus kepala burung hantu berwarna putih miliknya.


“Dia sudah menerima bunga itu dewi, semua perkataan yang dewi titah kan sudah ku sampaikan padanya” ujar dewa kecil yang merupakan dewa Cupid yang tengah menemui dan menyampaikan keberhasilannya dalam memberikan bunga tadi.


“Good job, kau memang selalu bisa di andalkan” ucap Athena langsung tersenyum mengembang.


Ya, yang memberikan bunga itu adalah Athena dan ia memberikannya lewat perantara sang dewa cinta, Cupid.


Sementara Cupid hanya tersenyum senang karena Athena kembali tersenyum. Karena ketika Athena kembali ke tempat para dewa, dia menjadi lebih banyak diam dan selalu menghabiskan waktunya untuk merenung memikirkan seseorang. Siapa lagi kalau bukan Arjuna.


Athena menatap Cupid dengan tatapan sayu, “Aku bisa saja menemuinya secara diam-diam. Namun secara langsung sepertinya aku tidak bisa.”


“Kenapa tidak bisa?” tanya Cupid.


“Kami sudah menjadi asing, tidak seperti dulu lagi. Terlalu besar pembatas di antara kami untuk bisa bersatu” ucap Athena dengan suara tercekat.


“Kau pasti tahu rasanya bagaimana berada di posisiku. Mencintai dalam diam dan mengagumi dari kejauhan” lanjut Athena lagi.


Cupid yang mendengar itu hanya bisa mengulas senyum tipis, “Ada yang cukup di simpan, ada yang harus di ungkapkan Athena.”


Athena malah tersenyum getir mendengar penuturan Cupid.

__ADS_1


“Setidaknya, biar kan aku mencintainya saja dalam diam. Meski pun aku tahu perasaan ini tak akan ada balasan. Dan mungkin juga ini sangat salah” putus Athena pada akhirnya.


Cupid hanya menghela nafas kasar ketika Athena berkata demikian.


“Oh iya, aku dengar kau mendapat perintah untuk menemui dewa Hades. Apa ada sesuatu hal sehingga ia memberikan perintah agar kau menemuinya?” tanya Cupid lagi.


“Haish, ayolah Cupid kau pasti sudah tahu jika seorang dewa atau pun dewi jika di panggil oleh dewa Hades” cetus dewi Athena tersenyum mengejek Cupid.


Cupid langsung membelakkan matanya karena terkejut. “Kau akan di hakimi?.”


Athena malah tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


“Athena, kau jangan gila dan jangan setenang itu. Dewa Hades adalah dewa penghakim para dewa-dewi. Dan jika sudah di panggil begitu, maka jawabannya adalah siksaan bagi para dewa-dewi yang melanggar ketentuan” ujar Cupid menjelaskan.


“Neraka bukan? Hahaha… hahaha… aku sudah mempersiapkan diri akan hal itu Cupid, kau tenang saja” balas Athena dengan santainya bahkan ia masih sempat-sempatnya tertawa.


“Athena..” lirih Cupid tak percaya bagaimana bisa Athena sangat tenang dalam situasi ini. Belum juga cintanya bersatu, kini Athena harus menemui dewa Hades dewa penghakim para dewa-dewi.


.


.


.


Continued💗😘

__ADS_1


__ADS_2