TERKASIH

TERKASIH
S2- ABIAN DAN AIRA : GOBAK SODOR ALEY-ALEY !!


__ADS_3

"Pahala seorang istri itu tergantung pada suaminya, kalau suami puas maka pahala berlimpah. Jika tidak, cukup mengulang kembali hingga tercipta kata puas pasti di jamin pahala berlipat ganda."


...----------------...


Bibir Abian terus memagut bibir mungil Aira hingga tercipta suara decapan di keduanya. Jemari-jemari Abian sibuk menelusuri setiap jengkal tubuh Aira membuat sang empu merasakan kegelian dan juga gelenyar aneh yang tak pernah dirasakannya.


Uhm,


Lenguhan suara Aira semakin menjadi kala bibir Abian tengah bermain di puncak bakpaonya dengan satu tangannya sibuk mengolah bakpaonya.


Tubuh Aira terus menggeliat merasakan setiap debaran jantungnya yang semakin cepat saat merasakan sensasi luar biasa dalam dirinya dengan sesekali melenguh nikmat.


Bibir Abian terus menyusuri tubuh Aira tak lupa ia juga meninggalkan banyak stempel cinta di setiap lekuknya. Tentu hal itu membuat Aira sedikit meringis saat bibir Abian menyesap kulit tubuhnya dengan kuat namun justru hal itu membuat Aira semakin menginginkan lebih lagi.


"Mas..." Panggil Aira lirih di sela lenguhannya.


"Iya sayank," Abian menatap wajah istrinya yang sudah memerah kemudian kembali memberikan ciumannya di setiap inci wajahnya.


"Lakukan," bisik Aira.


"Tentu, tahanlah sakitnya sebentar." Bisik Abian pula.


Abian bersiap ke menu utamanya, di awal Abian cukup kesusahan bahkan Aira terlihat menahan air matanya kala merasakan sakit di area bikangnya. Karena memang ini yang pertama bagi Aira dan dirinya dalam mengarungi bahtera indah.


Sungguh Abian tak tega rasanya mengingat betapa kesakitan istrinya saat ia menjebol gawang gobak sodornya. Namun mengingat tanam saham kecebong membuatnya kembali semangat dan mencoba mengalihkan rasa sakit yang di rasakan istrinya dengan kembali menciumnya. Abian berusaha keras untuk membobol gawang lawan agar segera mencetak rekornya.


Hingga...


Kyakkkk...


Mulut Aira menjerit saat merasakan sesuatu yang terasa koyak di dalam bikangnya. Semua kuku di jemari Aira menancap di balik punggung Abian saat merasakan sakitnya.


"Huhuhu, sakit mas..." Tangis Aira yang merasa perih di area bikangnya.


"Sebentar lagi tidak sayank, mas gerakkan ya." Tubuh Abian terus bergerak hingga keduanya mencapai rasa nikmat masing-masing.


"Terima kasih sayank," Abian mengecup kening Aira.


"Pahala seorang istri itu tergantung pada suaminya, kalau suami puas maka pahala berlimpah. Jika tidak, cukup mengulang kembali hingga tercipta kata puas pasti di jamin pahala berlipat ganda." Ujar Abian menatap kedua mata istrinya.


"Modus, kalau itu." Umpat Aira mencebik lalu memejamkan matanya untuk tidur lantaran merasakan tubuhnya cukup kelelahan karena duelnya bersama sang suami.

__ADS_1


"Tidurlah sayank," lagi-lagi Abian mengecup kening Aira lalu meraih ponselnya di atas nakas dan menyalakannya.


Begitu menyala hal pertama yang di lakukan Abian adalah membuka grup Joker ngenes untuk menanyakan si jelly apakah sudah tereksekusi dengan baik atau belum. Sekaligus ajang pamer karena berhasil menjebol gawang dalam permainan gobak sodornya.


{ Tes.. tes... 1 2 3... Bagaimana aksi pengeksekusian target? Lancar?} Ketik Abian tak lupa menyertakan fotonya yang memiliki banyak stempel cinta di tubuhnya.


{Stress!} Umpat Ibnu saat melihat foto Abian.


{Akhirnye coblos juge, rasanye yahut pan?} Ketik Sakti.


{Jos pokok e} ketik Abian lagi.


{Si Bima mane?} Tanya Sakti.


{Lagi eksekusi lawan} jawab Ibnu.


Ketiganya asyik menggibah dan berbalas pesan hingga pesan masuk dari Bima mengguncang jiwa raga serta kewarasan ketiganya.


{Guys, lawan kabur.}


Hah??


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Aku ingin lagi," gumam Abian kemudian menutup matanya ikut terbang ke alam mimpi.


Malam menjelang, kedua pengantin baru itu nampak keluar kamar. Aira berjalan sedikit tertatih kala merasakan sakit pada area bikangnya. Sementara Abian tengah berjalan dibelakang Aira penuh dengan senyum sumringahnya kala berhasil mendapatkan jatah kedua gobak sodor.


Dari arah meja makan, terlihat Sita sudah duduk menunggu anak serta menantunya untuk makan malam bersama. Senyum Sita ikut mengembang saat melihat cara berjalan sang menantu yang lebih mirip seperti siput kejepit.


'Alamat dapat cucu cepet ini mah,' batin Sita dengan tersenyum lebar menatap ke arah Aira.


"Ayo sini kita makan malam bersama," ajak Sita.


"Bi, istrimu itu gendong jangan malah di suruh jalan begitu. Kamu itu suka gempur aja tapi gak mau perhatian sama sekali." Lanjut Sita membuat kedua pipi Aira merona karena malu.


"Sudah Bian tawarin tapi nggak mau tadi bu." Jawab Abian yang masih setiap berjalan di belakang istrinya.


"Itu namanya kamu harus peka dong, langsung gendong." Cibir Sita menatap anaknya kesal.


"Iya iya," Abian langsung menggendong Aira menuju meja makan yang hanya tinggal tiga langkah saja lalu mendudukkan tubuhnya di samping ibunya.

__ADS_1


"Terima kasih mas," ucap Aira menatap Abian penuh senyuman.


"Sama-sama sayank," Abian mengusap puncak kepala Aira lalu ikut duduk disampingnya.


Ketiganya mulai menikmati makan malam mereka dengan sesekali bercanda, terlebih Sita yang malam ini terlihat sangat bahagia.


"Jadi kalian harus sering-sering yah, biar cepat jadi. Dan kamu Bian, makan makanan yang sehat jangan sembarang, jaga kesehatan jangan terlalu lelah kejar dunia."


"Iya bu," jawab Abian.


"Dan untuk menantu ibu yang cantik ini, ibu sudah siapkan banyak stop susu sebelum hamil berbagai varian rasa. Nanti kamu pilih sendiri ya mau minum yang mana." Ucap Sita lembut ke arah Aira.


"Iya, terima kasih bu. Jadi merepotkan," jawab Aira tak enak hati.


"Tidak dong, ibu sengaja beli banyak biar nanti tak sampai kehabisan."


"Ibu mau jualan susu ya," celetuk Abian menimpali ucapan ibunya.


"Diem kamu, nyahut aja." Sita melotot tajam ke arah Abian membuat sang empu mencebikkan bibirnya saja.


'Huh pilih kasih, aku tak disayang lagi. Aku pergi lah,' batin Abian kesal.


"Tapi udah punya bini gak mungkin minggat sendiri kan." Gumam Abian lirih.


Setelah menyelesaikan makam malamnya, Sita yang sudah masuk ke dalam kamar membuat Abian senang setengah mati. Perlahan Abian mendekatkan diri ke arah istrinya yang duduk di sofa depan tv.


"Yank, ngamar yuk." ajak Abian sambil memainkan jemari Aira.


"Ngapain sih dikamar?" tanya Aira sebal lantaran jadwal nonton ikan menggeleparnya terganggu.


"Kita investasi lagi lah yank, masak kalah sama si karung mercon." Rajuk Abian yang tengah berusaha keras agar secepatnya menghasilkan kecebong.


"Emang kenapa sama dia?"


"Tiap hari ngajak ngeronda bininys lho yank,"


."Masak sih? tahu darimana?" tanya Aira penasaran.


"Dia yang bilang, katanya semakin sering olahraga maka semakin cepat investasi kecebong kita nanti yank."


Aira mengangguk-anggukkan kepalanya lalu menatap ke arah suaminya,

__ADS_1


"Tapi... Ogah!! Aira capek mau istirahat." Aira beranjak berdiri kemudian berjalan menuju kamarnya di ikuti Abian dari belakang yang terus mencoba membujuknya agar mau di ajak main kembali.


__ADS_2