
"Terima kasih sudah hadir menyempurnakan hidupku, lengkapi segala kekurangan dalam hidupku. Kau adalah anugerah terindah yang pernah ku miliki dan kaulah satu-satunya yang paling teristimewa."
...----------------...
Malam itu acara resepsi Abian dan Aira do gelar di tempat ballroom hotel yang sama saat Sakti mengadakan pesta resepsi mereka. Abian memilih di tempat yang sama karena selain tempatnya strategis, ia bisa meminta korting harga dari mertua sepupunya itu. Wkwkwk,
Suasana nampak meriah dengan berbagai hiburan, ada yang menyanyi, ada yang menari dan juga ada pertunjukan fenomenal topeng monyet.
Sengaja Abian mengundang pertunjukan tersebut sebagai bukti cinta kasih atas momen terpenting dalam hidupnya saat di pasar malam. Walau ujungnya harus... Ditolak.
Di sisi meja sebelah kanan, nampak Sakti beserta Winda yang tengah berbincang dengan saudara mereka yang lain. Ririn hadir bersama Zain serta sang putra, Setya juga turut hadir bersama Arum dan juga kedua putra putri mereka.
Tak lupa si joker ngenes Ibnu ikut bergabung menyemarakkan sisi meja mereka dengan berbagai candaan.
Sementara Bima yang tak mau ketinggalan aksi ikut nimbrung bersama Celia di sampingnya, yang kini sudah berubah menjadi kucing manis di hadapan Bima.
(Kalau di belakang kadang masih suka nge-reog 😂)
Sedangkan di sisi meja sebelah kiri di isi oleh para tetua alias kaum bapak-bapak dan juga ibu-ibu yang asyik saling menyanjung dan mencoba keberuntungan mendapatkan jodoh untuk anak-anak mereka masing-masing.
Di meja Sakti, mereka semua asyik menggoda Bima yang entah mulai dari kapan dekat dengan sepupunya Ibnu, yaitu Celia. Yang sebenarnya masih tergolong keluarganya juga.
"Wow wow, Bangset. Ade yang lagi kasmaran ntuh." Goda Sakti melirik Bima.
"Hooh Sak, peje nih harusnye." Jawab Setya. "Win, sepupu lho kawinin sekalian gih." Lanjutnya.
"Nanti aku sampaikan ke Om wisnu dan Tante Lala Kak," ucap Winda terkekeh geli.
Berbeda dengan Bima yang menatap lainnya datar namun tidak dengan Celia yang justru wajahnya merona malu-malu.
"Cerite lah, kok bise nyantol ame itu jelly." Tanya Satria kepo.
"Bang Sakti ih, nama aku kan Celia bukan jelly." Rajuk Celia.
"Heleh, sok imut banget. Biasanye juge kayak macan." Umpat Ibnu sambil mengusap wajah Celia.
"BangNu ih," kesalnya.
__ADS_1
"Heh, panggil yang lengkap. Geli gue dengernye, macam lue panggil si Ibnu... Panu." Ucap Ririn sambil di suapi Zain kue karena mengidam. Ya, Ririn tengah hamil anak kedua mereka dan baru berusia 4 bulan kandungannya.
"Eh lilin, jangan diperjelas keles. Banyak kuping di mari," kini giliran Ibnu yang kesal.
"Dasar kalian, ude pade tuwir masih aja ribut." Kata Bima yang akhirnya membuka suara.
"Elu juga tuwir kale!" Jawab yang lainnya kompak kemudian tertawa bersama.
"Buruan cerite," desak Sakti.
"Enggak, kata othor-nya di suruh tutup mulut. Biar yang lain pada kepo, nanti kalau sudah terkumpul niat nakal di buatin novelnya." jawab Bima.
"Kelamaan, khusus gue bisikin deh."
Bima menghela napasnya lalu meminta semua mendekat ke arahnya, "Maaf iman gue kuat,"
"Huh, payah!" umpat yang lainnya kesal lantaran jawaban Bima. Sedangkan Celia hanya tertawa saja melihat yang lainnya di kerjain.
Di atas pelaminan beberapa tamu tengah memberikan selamat kepada kedua mempelai. Ada yang sempat meminta foto bersama juga, hingga menjelang sesi berikutnya yakni pelemparan buket bunga oleh kedua mempelai.
Semua nampak heboh, satu persatu kaum muda maju untuk memperebutkan buket bunga pengantin yang akan dilempar. Ibnu, Bima, Celia dan juga beberapa tamu muda lainnya sudah saling berdesakan untuk bersiap memperebutkan buket bunga.
Mata semua orang membulat tak percaya, sedangkan sang empu mendadak cengo hingga cubitan Winda menyadarkannya.
Gyut...
"Aduh, sakit yank." Keluh Sakti merasakan capitan cinta dari istrinya itu.
"Abang mau kawin lagi, kok nangkep itu bunga?" Mata Winda sudah berkaca-kaca menahan tangis.
"Enggak....
"Wah parah lue bang, masak mau madu si Winda." Sahut Abian mengompori dari atas pelaminan, membuat air mata Winda jatuh akhirnya.
"Ya enggak yank, sumpah. Eh kampret kalo ngomong sekate-kate, nih gue balikin bunge lue. Asyem," umpat Sakti lalu melempar kencang buket bunga ditangannya ke arah Abian. Namun sayang, justru buket bunga itu jatuh ke pangkuan Babe Rojak yang tengah makan kue.
Kini giliran Nyak Munah yang menbulatkan matanya bersiap mengeluarkan esensi apinya.
__ADS_1
"Abaaaang" teriaknya, lalu kembali membuang buket bunga itu hingga terjadilah aksi saling melempar bunga di kubu kiri tempat para tetua.
Hahaha,
Sontak semua tamu undangan tertawa terbahak-bahak melihat kelucuan itu karena menjadi hiburan cukup memuaskan bagi semua orang yang hadir.
Akhirnya setelah hampir setengah jam berlalu, kini buket bunga itu telah jatuh ke tangan yang benar. Membuat sang empu yang menerima bunga sontak meringis,
"Kok gue sih, gue kan masih nyandang status joker." Umpatnya membuat yang lainnya kembali tertawa.
"Terima aje deh, kawin ma kembang." Ucap Sakti dengan tawanya.
"Makan tuh kembang," sahut Ririn.
"Buat pajangan kamar ntar malem Nu," timpal Setya.
"Udah deh BangNu, siapa tahu aja jodohnya udah dekat." Imbuh Celia. "Kayak aku gini," lanjutnya lirih melirik ke arah Bima yang berdiri di sampingnya.
"Amin..." Sontak semua mengamini ucapan Celia.
Pesta kembali berlanjut menuju ke sesi dansa, pasangan pengantin baru itu tengah menari dengan senyum tak lepas dari bibir masing-masing.
Tatapan mata keduanya menyiratkan cinta yang begitu besar, tiada kata yang terucap selain pandangan keduanya saling mengunci satu sama lain.
'Terima kasih sudah hadir menyempurnakan hidupku, lengkapi segala kekurangan dalam hidupku. Kau adalah anugerah terindah yang pernah ku miliki dan kaulah satu-satunya yang paling teristimewa.' monolog Abian dalam hati kemudian mencium kening Aira di sela dansanya.
"I love you, mas." ucap Aira setelah membuka kedua matanya.
"I love you too so much, sayank. Tetaplah bersamaku apapun yang terjadi, karena kau adalah penyemangat hidupku. Tanpamu tiada arti hidup di dunia ini, mas sangat mencintaimu melebihi nyawa mas sendiri." Abian memeluk erat Aira.
"Mari kita ciptakan keluarga kecil kita yang paling bahagia mas, aku selalu milikmu dan akan menjadi milikmu. Saat ini ataupun selamanya nanti," jawab Aira dalam dekapan Abian membuat semua orang yang menyaksikan keduanya terharu dan juga turut bahagia.
TAMAT
...----------------...
Alhamdulillah novel terkasih telah usai, terima kasih atas segala dukungannya bagi sayang-sayang ku 😘😘.
__ADS_1
Othor cuek bahagia memiliki kalian, i lope you dari othor cuek yang comel 😘😘.
Sampai ketemu di next novel selanjutnya cintaku, 🤗🤗.