
Cintya masih saja dengan dendam nya pada Kanaya, padahal dia sendiri yang membuat hubungan itu retak.
Siang ini, Cintya nekad menemui kedua mertua Kanaya. Dia akan membalas dendam nya lewat keluarga baru nya, yaitu mertua Kanaya.
"Kita lihat saja nanti Kanaya, siapa yang akan menang" gumam Cintya sambil melajukan mobil nya.
Cintya langsung saja berlalu ke Hotel dimana Kanaya dan Axel menikah kemarin, dia yakin kalau kedua mertua atau bahkan keluarga Axel masih berada disana.
Hingga 1 jam di perjalanan dan akhir nya Cintya tiba juga di depan Hotel tersebut, dia tersenyum kecil dan langsung keluar dari dalam mobil.
Kaki jenjang nya melangkah dengan pasti, dia sangat yakin dengan rencananya kali ini.
"Apakah Tuan dan Nyonya Prayoga masih menginap disini?" tanya Cintya pada resepsionis.
"Masih Nona, mereka sedang berada di Restoran Hotel yang berada di lantai 5" jawab sang resepsionis.
Cintya tersenyum ramah, dia lalu melangkah menuju lift untuk ke lantai dimana tujuannya.
Beberapa rangkai kata dan drama sudah di susun sangat rapi oleh Cintya, entah keyakinan atau keberanian dari mana yang ia dapatkan untuk menghadap pada keluarga Prayoga.
Ting.
Lift tiba di lantai tujuan Cintya, dia lalu menuju ke Restoran dan melihat bahwa keluarga Axel ada di sana sedang berkumpul.
Tak.
Tak.
"Tuan, Nyonya"
Keluarga Axel pun langsung terdiam saat ada yang menyapa dan mereka tau siapa wanita itu.
Cintya Lim, istri sah dari mantan suami menantu mereka.
"Tuan, anda harus berhati-hati pada Kanaya karena dia pasti hanya ingin harta mu saja, hiks. Dia juga meninggalkan Vano karena dia sudah menjadi miskin"
"Kalian keluarga terpandang, jangan terlalu percaya pada sikap polos nya"
Cintya terus saja mengarang cerita dengan derai air mata, bahkan dia sudah mengeluarkan kemampuan akting nya di hadapan keluarga Prayoga.
"Apakah sudah bercerita nya, Nona Cintya Lim?" tanya Mommy dengan wajah jengah.
"Jangan membuang waktu mu hanya demi menjelekan menantu tersayangku, karena semua yang kamu ceritakan bukanlah kebenaran. Karena kebenarannya adalah, kau dan Vano Lim lah yang bermain api di belakang menantu ku" tekan Mommy kembali dengan tatapan tajam.
Ppffyy.
Hampir keluarga Prayoga menahan tawa nya, dan hal itu membuat Cintya semakin kesal dan murka pada Kanaya.
"Kami semua sudah tau siapa Kanaya, dia adalah wanita baik yang sangat tidak beruntung mendapatkan suami pertama nya" timpal salah satu Bibi Axel.
"Untung saja Kak Kanaya pintar dengan menyembunyikan identitas asli nya, kalau tidak-"
__ADS_1
"Sudah pasti di manfaatkan dan di gondol kucing garong"
Hahaha.
Keluarga Axel menertawakan semua cerita serta ejekan para sepupu Axel tersebut.
Mereka sangat geli dengan tingkat kepercayaan diri dari wanita di hadapannya itu.
"Ingat ini, jangan coba-coba kau mengganggu menantu ku atau kamu ingin tau akibat nya" tekan Daddy dengan wajah yang cukup menyeramkan.
Cintya pergi dari sana dengan wajah memerah, bukan hanya malu sama keluarga Prayoga saja namun ia malu karena ada beberapa pengunjung yang melihat adegan tersebut.
"Arrgghh sial, awas saja kalian" teriak Cintya penuh kesal.
Dia melajukan mobil nya untuk pergi dari sana, tujuannya kali ini adalah suatu tempat yang tidak di ketahui oleh siapapun termasuk Vano.
"Aku akan lakukan apapun demi nyingkirin kamu, Kanaya" gumam Cintya tersenyum miring.
*
Sedangkan di Restoran, Mommy menggelengkan kepala dengan tingkah Cintya yang tak tau malu.
"Kalian harus peringatkan Axel untuk menjaga Kanaya dengan ketat, aku yakin wanita tadi akan nekat" ucap salah satu Paman Axel.
"Kalian tenang saja, Kanaya sudah jauh-jauh hari di jaga oleh Axel. Apalagi mantan Suami Kanaya juga selalu memantau nya dan Axel seperti kebakaran jenggot saat tau akan hal itu" jelas Mommy dengan terkekeh geli.
Mereka kembali sarapan dengan sesekali canda tawa, mereka memang menerima Kanaya dengan tangan terbuka karena Kanaya memang sangat baik dan juga ramah, jadi mereka sangat menyukai nya.
-Mansion,
Axel dan Kanaya baru keluar kamar saat jam makan siang, keduanya langsung saja menuju ke dapur untuk memasak.
"Sayang, buatin sop buntut dan udang crispy ya" pinta Axel dengan memeluk Kanaya dari belakang.
"Oke, kamu tunggu saja" jawab Kanaya dengan tersenyum.
Axel mengeratkan pelukannya dan mengecup pipi sang Istri beberapa kali sebelum melepaskannya.
"Mass" tegur Kanaya karena Axel tak kunjung melepaskannya.
Hehe.
Axel melepaskannya dengan terkekeh, dia duduk di kursi yang tak jauh dari tempat Kanaya memasak.
"Aku akan selalu menjaga dan membuatmu nyaman serta aman dari ancaman apapun sayang" gumam Axel lirih.
Ya, Axel sudah mendapatkan kabar dari sang Daddy tentang Cintya yang datang serta membuat onar di hadapan keluarga lainnya.
1 jam berlalu dan akhir nya masakan Kanaya pun matang, dia menyajikannya dan mengambil untuk sang Suami.
Axel menunggu nya dengan tak sabar, karena dari bau nya sudah sangat menggoda.
__ADS_1
"Hemm, wangi nya mantep nih" ucap Axel menerima piring dari Kanaya.
"Cobain dulu, maaf kalau tak sesuai dengan selera mu" balas Kanaya sambil mendudukan dirinya di samping Axel.
Axel langsung saja mencoba nya, dia terlihat tidak memberi respon apapun dan tetap tenang dalam melahap makanan itu.
Sedangkan Kanaya sudah harap-harap cemas dengan hasil masakannya, dia takut kalau Axel tak menyukai nya.
"Ini lezat sekali, sangat pas di lidah ku" ucap Axel dengan berbinar.
Kanaya menghela nafas lega, dia melanjutkan makannya kembali.
Sedangkan Axel nampak nambah dalam makannya, dia sangat suka sekali dengan masakan Kanaya.
*
Setelah selesai makan siang, Axel membawa Kanaya ke halaman belakang yang masih kosong.
"Mas, gak apa kalau aku menanam bunga disini?" tanya Kanaya.
"Boleh, aku sengaja membiarkannya kosong agar kamu isi dengan keinginan mu sendiri sayang"
"Namun, untuk bagian itu aku akan gunakan untuk membuat taman bermain untuk anak-anak kita" jelas Axel menggenggak tangan Kanaya lembut.
Kanaya langsung merona bahagia kala sang Suami membahas anak, yang sudah pasti ia tunggu sejak pernikahan pertama nya.
"Di kolam itu juga di buat dua macam, satu untuk dewasa dan satu lagi khusus anak-anak kecil" jelas nya lagi.
Cup
"Terimakasih sudah menyiapkan semua nya, Mas" ucap Kanaya dengan terharu dan penuh binar bahagia.
"Wish udah berani aja nih cium-cium" goda Axel dengan mencubit hidung Kanaya
Hehe.
Kanaya langsung saja terkekeh dan memeluk Axel erat, bahkan Kanaya menyembunyikan wajah nya di dada bidang sang Suami.
"Ck, kau menggemaskan sekali sih sayang" ucap Axel balas memeluk Kanaya dengan gemas.
Sontak saja Kanaya langsung tertawa dan memegang erat pundak Axel saat Axel mengangkat nya dan memutarkannya dengan cepat.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.