Ternyata Hanya Pajangan.

Ternyata Hanya Pajangan.
Bab 26


__ADS_3

Ayah Vano tercengang dengan apa yang di ucapkan oleh Putra nya.


Membentak?


Mengurung?


Ya Tuhan, kenapa ada Ibu semacam Cintya itu. Kenapa sekalian gak usir saja.


Begitulah pemikiran Ayah Vano dengan tatapan kecewa dan juga sendu pada menantu nya.


"Ternyata kau tak ubah nya sebagai monster, Cin" celetuk John yang pada akhir nya berbicara.


"Kau benar John, dulu kau meninggalkan Vano karena dia miskin dan juga tak punya pekerjaan yang pantas, dan sekarang? Kau dengan perlahan membunuh anak mu sendiri" timpal Bram tak habis pikir.


Ck.


"Kalian diam saja, kau tau aku begitu pusing dengan tingkah nya yang selalu saja merengek dan berulah" ceplos Cintya.


"Apa, jadi semua ini benar dan kau tega pada Putramu sendiri" bentak Vano tak habis pikir.


Ehh.


Ceklek.


Ibu keluar dengan wajah yang tak bisa di tebak, lalu ia melangkah mendekati Vano dan yang lainnya.


"Pergilah istirahat, jangan bertengkar disini karena Andreas baru saja tidur" jelas Ibu.


"Boleh aku ke kamar nya Bu?" tanya Vano.


Ibu menggelengkan kepala, dia lalu pergi dengan wajah yang masih sama seperti tadi.


...****************...


Kanaya pulang lebih awal, dia akan ke perusahaan Axel dengan di antarkan oleh Fani.


Kejutan, ya Kanaya akan memberikan Axel kejutan dengan kedatangannya yang tak memberitahu nya dulu.

__ADS_1


"Fan, ayo berangkat" panggil Kanaya setelah ia di depan ruangan Fani.


"Lets Go" balas Fani semangat.


Kedua wanita itu pun pergi menuju ke arah lift khusus para petinggi.


Hari ini pekerjaannya tak banyak, jadi Kanaya maupun Fani bisa santai sebentar dan pulang lebih awal.


Ting.


Pintu terbuka dan keduanya sudah tiba di lobi perusahaan, Kanaya langsung menyuruh salah satu penjaga mengambil mobil Fani.


"Kita pergi ke supermarket dulu sebentar ya Fan" jelas Kanaya saat keduanya menunggu mobil.


"Oke, aku juga ada yang mau di beli" balas Fani.


Mobil pun datang, Fani langsung saja mengambil alih kemudi dan Kanaya masuk di samping Fani.


*


Mobil melaju dengan kecepatan sedang, Fani mencari supermarket yang tak jauh dari sana terlebih dahulu.


Kanaya langsung saja menoleh dan melihat yang di tunjuk oleh Fani.


"Boleh" balas Kanaya setuju.


Mobil berhenti tepat di halaman supermarket, keduanya keluar dan langsung saja menuju ke dalam.


"Berpencar saja supaya cepat" ucap Kanaya dan di jawab anggukan oleh Fani.


Keduanya berpisah, Kanaya langsung saja menuju ke bagian camilan dan juga minuman.


Bukan hanya kesukaan Kanaya saja yang dia pilih, namun beberapa ada juga kesukaan Axel.


Setelah di rasa cukup, Kanaya berpindah ke arah lain yang khusus wanita saja.


Dia memilih beberapa kebutuhannya dan setelah selesai langsung saja ke kasir.

__ADS_1


"Kau sudah selesai, Nay?" tanya Fani yang kebetulan sudah ada disana.


"Sudah" jawab Kanaya.


*


Setelah dari supermarket, keduanya menuju ke restoran langganan keduanya.


Mereka akan membeli makanan terlebih dulu sebelum ke perusahaan Axel.


Kanaya dan Fani memesan beberapa makanan, setelah cukup baru mereka pergi melesat ke perusahaan Axel.


"Mau singgah kemana lagi?" tanya Fani.


"Sudah semua, kita langsung saja ke tujuan" jelas Kanaya.


Fani mengangguk, lalu ia melajukan mobil nya ke arah perusahaan Axel.


Hingga beberapa saat kemudian mereka sampai juga, Fani menghentikan terlebih dulu mobil nya di pinggir jalan karena ingin membeli sesuatu.


"Aku duluan aja ya" ucap Kanaya.


Fani mengangguk, dan Kanaya pun melangkah untuk menyebrang jalan dengan Fani di samping nya.


Namun.


"Bu awassss"


"Aaarrgghhhh"


Brakk.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2