Ternyata Hanya Pajangan.

Ternyata Hanya Pajangan.
Bab 42


__ADS_3

Cintya menatap Kanaya dengan penuh amarah dan emosi, dia berontak namun juga tetap percuma karena ikatan di tangannya sangat kuat.


Sedangkan Kanaya hanya tersenyum bahagia, dia lalu melepaskan pangutannya dengan Axel.


"Sayang, kamu boleh duduk dulu" bisik Axel lirih, ia khawatir Kanaya kelelahan dan mengakibatkan apa-apa pada kandungannya.


Kanaya mengangguk, dia kembali duduk dengan di atas paha sang Suami.


Axel dengan senang hati memeluk dan menyandarkan kepala Kanaya di dada nya.


"Buka sumpalan di mulut nya" perintah Kanaya.


"Baik Nona"


Pengawal yang berada di dekat Cintya pun langsung saja membuka sumpalan itu, setelah nya ia kembali berdiri di belakang Cintya.


"Lepaskan aku Kanaya" teriak Cintya.


"Lihat saja, karena sebentar lagi aku akan lepas dan akan membunuh mu" teriaknya lagi dengan percaya diri.


Kanaya sontak saja langsung terkekeh kecil,


"Percaya diri sekali kau bisa keluar dari sini? Siapa yang akan mengeluarkan mu dan bagaimana caranya?" ledek Kanaya dengan santai.


"Heh kau tak tau aja kalau aku bersekutu dengan seorang pria, dia lebih hebat di ranjang dan juga cara menyelesaikan masalah" ucap Cintya dengan pongah nya.


Hah.


Axel dan Kanaya membuang nafas kasar, keduanya kompak menggelengkan kepala dengan tingkah Cintya yang terbilang kurang kerjaan.

__ADS_1


"Kau mau saja di peralat" celetuk Axel.


"Aku juga bisa di peralat oleh mu, aku bahkan sangat jago di ranjang di bandingkan Kanaya" celetuk Cintya tak tau malu nya.


Axel menatap nya tajam, dia lalu mengecup pipi Kanaya dengan lembut.


"Oh ya? Kalau menurutku sih pasti nya jago istri ku dong, sampai-sampai aku di buat kelimpungan setiap kali bercin*a dengan nya" jelas Axel dengan gaya sensual nya.


Kanaya menatap anak buah nya, dia lalu memberi kode dengan anggukan.


Hingga tak lama kemudian salah satu dari mereka mengeluarkan suntikan dan menyuntikan pada paha Cintya.


"Arrghhh apa yang kau lakukan bodo*" teriak Cintya kesakitan.


"Ck, nikmati saja. Kau akan mendapatkan kenikmatan sebentar lagi" ucap anak buah Kanaya dengan meledek.


Cintya menatap anak buah itu dengan jijik, dia lalu memalingkan wajah nya pada Axel yang ternyata tengah asyik memeluk dan menciumi wajah Kanaya.


"Kenapa dengan tubuhku?"


"Apa jangan-jangan"


Cintya terus saja bergerak tak karuan, dia kesana kemari seperti cacing kepanasan apalagi saat melihat Axel menciu* bibir ranum Kanaya.


"Kalian menyuntikan obat apa hah, kenapa aku jadi panas begini" teriak Cintya.


Anak buah Kanaya lalu melepaskan Cintya, setelah itu memasukan kembali ke dalam penjara yang ada disana.


"Cih lepaskan aku wanita sialan" bentak salah satu dari mereka yang dengan sengaja Cintya peluk dan bahkan akan mencium nya.

__ADS_1


Hahaha.


"Nikmati saja bro"


"Bener itu"


Ledek teman-teman mereka setelah teman nya lepas dari pelukan Cintya.


"Cih, mending gue ngerasain enak daripada dengan dia. Calon bini gue juga kagak berani" ucap nya dengan sarkas.


"Sssttt, panas"


Gerakan tangan Cintya lalu membuka pakaian yang sedang ia pakai, dia sudah sangat merasa kepanasan.


"Lemparkan pisau" ucap Kanaya


Ya, Kanaya ingin Cintya sakut dengan caranya sendiri.


Kanaya akan melihat betapa sengsara nya Cintya menahan hasrat dan juga sakit karena sayatan.


"Biarkan dia sendiri, namun berikan tontonan yang akan memancing nafsu nya terus menerus" jelas Axel sambil menggendong Kanaya.


"Baik Tuan muda"


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2