Ternyata Hanya Pajangan.

Ternyata Hanya Pajangan.
Bab 31


__ADS_3

Hari demi hari berlalu, kini pernikahan Kanaya dan Axel sudah berjalan 2 bulan.


Keduanya baru pulang bulan madu yang sangat dadakan, karena memang Axel melakukan hal itu untuk mengurangi kesedihan Kanaya.


Perusahaan Kanaya sudah resmi di kelola oleh Asisten Daddy dan juga di bantu oleh Axel sendiri, mereka benar-benar tak membiarkan Kanaya keluar dari Rumah sendirian.


Beberapa kali orang-orang nya mendapatkan ada orang yang mengintai kediaman Axel, namun hanya sekedar memantau saja dan selebih nya tidak melakukan apapun.


*


Seperti hari ini, Kanaya terlihat agak kurang sehat dan ia memilih untuk tidur saja.


Sedangkan Axel sudah bersiap karena memang akan pergi ke perusahaan untuk rapat penting.


Cup.


"Aku akan segera pulang jika sudah selesai, kamu istirahat saja" ucap Axel lembut.


"Heemm" balas Kanaya lirih.


Axel menghela nafas kasar, sebenar nya ia enggan meninggalkan Kanaya namun rapat ini cukup penting serta tak bisa di tinggalkan.


Ceklek.


Axel melangkah ke ruang makan, dia mencari sang Mommy untuk menitipkan Istri nya.


"Mom, aku berangkat"


"Titip Kanaya ya, dia kurang enak badan" jelas Axel dengan cepat.


Hah.


"Kenapa gak bilang? Pantesan saja gak turun-turun sejak tadi" ucap Mommy.

__ADS_1


Axel terkekeh, dia lalu pergi tanpa sarapan dulu karena takut terlambat.


Sedangkan Mommy, dia langsung saja kembali ke dapur dan membuat bubur untuk sang menantu.


*


Setelah beberapa saat semuanya pun sudah matang, dengan segera Mommy membawa nya ke lantai atas.


Ceklek.


"Loh kemana Kanaya" gumam Mommy saat tak mendapati menantu nya.


Uhekk


Uhekk


"Ehh siapa yang muntah, apa jangan-jangan" gumam Mommy.


Mommy langsung saja menyimpan nampan di meja rias, dia lalu mendekati kamar mandi dan benar saja disana Kanaya sedang muntah-muntah sambil duduk.


Kanaya memalingkan wajah lesu nya, dia tersenyum kecil saat melihat mertua nya yang datang dengan raut khawatir.


"Ayo bangun, kita ke rumah sakit ya" ucap Mommy.


"Tidak usah Mom, nanti saja nunggu Mas Axel" balas Kanaya dengan di bantu berdiri oleh sang mertua.


Kanaya lalu di papah untuk ke atas ranjang, dia menghela nafas kasar serta memejamkan mata sejenak setelah duduk di ranjang.


"Makan dulu ya, itu Mommy sudah buatkan bubur" jelas Mommy sambil beranjak mengambil nampan.


"Terimakasih Mom, maaf jadi merepotkan" ucap Kanaya lemah.


Mommy menggelengkan kepala, dia lalu menyuapi Kanaya dengan telaten.

__ADS_1


Kanaya makan cukup lahap, dia lalu baring kembali dan memejamkan mata karena merasa pusing.


"Mom, kok pusing banget ya" ucap Kanaya lirih.


"Kamu tidur saja dulu, nanti Mommy telepon Axel dan setelah nya kita ke Rumah sakit" jelas Mommy lembut.


Kanaya hanya bisa mengangguk, dia memegang tangan sang Mommy dan mulai memejamkan mata nya.


"Kenapa jadi begini, padahal kalian baru pulang bulan madu"


"Mungkin kelelahan"


Mommy mengusap lembut rambut Kanaya, hingga lambat laun menantu nya itu terlelap dengan dengkuran halus dari mulut nya.


🐰


Sedangkan di perusahaan, Axel merasa gelisah saat rapat berlangsung.


Dia terus saja kepikiran dengan Kanaya yang sedang sakit di Rumah, namun ia tetap profesional dalam bekerja.


Hingga tepat jam makan siang semua nya sudah selesai, Axel meminta Asistennya untuk mengantarkan pulang.


"Kenapa wanita itu ada disini?" tanya Axel saat ia memasuki mobil.


"Kata satpam, dia sudah 1 minggu ini selalu kesini dan beralasan ingin bertemu dengan anda, Tuan" jelas Alex


Axel mengeryitkan dahi nya heran, dia lalu menghubungi anak buah nya untuk mengikuti Cintya dan mencari tahu motif apa yang akan di lakukannya.


Ya, wanita itu adalah Cintya!


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2