Ternyata Hanya Pajangan.

Ternyata Hanya Pajangan.
Bab 32


__ADS_3

Axel masuk ke Rumah dengan gelisah, pasal nya sang Mommy mengatakan bahwa sang Istri sakit dan tadi sempat muntah-muntah.


"Sayang" panggil Axel saat ia masuk ke dalam kamar.


Kanaya tersenyum kecil, dia tak kuat untuk menyapa balik karena merasa lemas dan juga pusing.


Cup.


"Kita ke Rumah sakit ya" ajak Axel dengan raut yang khawatir.


"Iya Mas, maaf ya membuat kamu repot" ucap Kanaya lirih.


Axel menggelengkan kepala, dia mengecup beberapa kali puncak kepala Kanaya.


Mommy membantu Kanaya bersiap, sedangkan Axel sudah keluar lagi untuk menyuruh Alex menyiapkan mobil.


*


Setelah semua nya siap, mereka langsung saja turun karena mobil sudah siap.


Kanaya di gendong Axel, sedangkan Mommy sudah sampai lebih dulu di dekat mobil.


"Jalan Lex" ucap Mommy.


Alex mengangguk dan dengan segera melaju dengan kecepatan sedang,


Tujuan mereka kali ini adalah Rumah sakit yang berada dalam naungan mereka.


"Masih pusing sayang?" tanya Axel lembut.


"Huum, padahal kemarin gak papa ya" jawab Kanaya dengan lemas.


Axel memeluk Kanaya, dia sangat khawatir apalagi wajah cantik nya kini terlihat sangat pucat.


Hingga tak berselang lama mereka pun tiba di Rumah sakit,


Dengan gerakan cepat Axel membawa Kanaya keluar setelah mobil berhenti tepat di depan lobi rumah sakit.

__ADS_1


Mommy dan Axel menunggu di depan ruang pemeriksaan,


Axel menghela nafas kasar dan terus saja kesana-kemari karena khawatir.


"Ish Mommy lupa ngabarin Daddy" gerutu Mommy dengan cepat mengeluarkan ponsel nya.


"Kabari dulu Mom, tadi Daddy meninjau perusahaan Kanaya" jelas Axel.


Mommy mengangguk dan sedikit menjauh dari sana,


*


Setelah beberapa saat menunggu akhir nya Dokter keluar juga bersama dengan perawat dan Dokter lainnya.


"Loh, kenapa ada 2 Dokter?" tanya Mommy yang memang tidak tau saat masuk Dokter lainnya.


"Saya Dokter Obgyn, Nyonya"


"Nona muda tidak kenapa-kenapa, ia hanya kelelahan dan wajar muntah-muntah karena sedang hamil muda"


Hah.


Hamil.


"Benarkah Dok?" tanya Axel sangat antusias.


"Iya Tuan, Nona sedang hamil dan usia kandungannya sudah 1 bulan" jawab Dokter.


"Boleh saya masuk" ucap Axel.


Dokter mengangguk dan sekalian permisi,


Axel dan Mommy langsung saja masuk, keduanya terlihat sangat bahagia dan juga antusias.


"Mas" rengek Kanaya dengan wajah berbinar.


Cup

__ADS_1


Cup


"Selamat sayang, kita akan menjadi orangtua" ucap Axel lirih.


"Heemm, aku sangat bahagia Mas" balas Kanaya dengan tangis yang sudah pecah.


Axel melepaskan pelukannya, lalu sang Mommy mendekat dan memeluk menantu nya dengan sayang.


"Selamat Nak, kamu akan jadi Mommy" ucap Mommy memeluk nya dengan penuh kebahagian.


Kanaya hanya mengangguk dan membalas pelukan sang Mommy dengan erat.


Bahagia?


Sudah pasti, ini yang selalu ia tunggu-tunggu selama beberapa tahun ini.


Kanaya merasa bersyukur karena memiliki Suami dan mertua yang baik, dan sekarang semua lengkap dengan kabar bahagia kalau dirinya sedang mengandung.


*


Axel meminta Kanaya untuk di rawat beberapa hari, karena kondisi nya cukup lemah dan juga muntah yang sangat hebat.


Daddy langsung datang kala mendengar kabar bahagia itu, tak lupa juga ia membawa banyak makanan yang sangat menggugah selera sang bumil.


"Mas, mau martabak itu" bisik Kanaya dengan menatap martabak manis di atas meja.


Axel terkekeh kecil, dia lalu mengambil beberapa potong dan membawa nya kehadapan Kanaya.


Sedangkan Mommy dan Daddy hanya tersenyum melihat kelakuan Putra dan Menantu nya itu.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2