
Axel menyuruh anak buah nya untuk membawa Bram ke markas, dia akan menyatukan Bram dan Cintya di tempat aman agar tidak terjadi lagi hal seperti ini.
Sedangkan Axel dan Kanaya kini dalam perjalanan pulang, keduanya nampak tak bersuara dan Kanaya memilih diam dengan memeluk tubuh sang Suami.
*
Setelah tiba di Rumah, Axel langsung membawa Kanaya yang ternyata sudah terlelap.
Lelah.
Itulah yang Kanaya rasakan, apalagi saat ini dia sedang mengandung dan banyak nya masalah yang menghampiri.
Cup.
"Istirahatlah sayang" ucap Axel setelah mengecup kening Kanaya dengan lembut.
Axel sendiri memilih menemui anak buah nya yang sudah membawa Bram, dia akan memberikan pelajaran yang cukup setimpal agar pria itu sadar.
🍅
Sedangkan di luaran sana sedang heboh dengan berita yang menayangkan kehancuran perusahaan Bram dan tempat usaha lainnya.
John dan Vano sampai kaget saat melihat berita tersebut, keduanya terus saja mencoba menghubungi Bram namun semua nya nihil dan hanya sia-sia saja.
"Ini kenapa Bram jadi begini? Bukannya semua baik-baik saja" ucap Vano pada John.
"Aku juga tak tau Van, aku rasa Bram telah menyinggung seseorang hingga berakibat begini" balas John dengan sangat yakin.
Drrtt.
__ADS_1
"Eh ini Bram menelpon" ucap Vano dengan menunjukan nya pada John.
john mendekat, dia ingin melihat serta mendengar apa yang sebenarnya terjadi pada sahabat nya.
Panggilan terhubung dan sontak saja Vano serta John tercengang melihat apa yang ada di layar ponsel nya.
"Bramm, kenapa kau di sandra anak buah Kanaya dan Axel?" tanya John yang memang tau siapa mereka yang sedang menjaga Bram.
Hening.
Tak ada balasan apapun selain menampilkan Bram yang sudah terkapar tak berdaya di atas lantai.
"Selama ini dialah yang memanfaatkan Cintya dan juga mengejar Kanaya untuk dia miliki" tegas Axel di balik ponsel itu.
Deg.
Deg.
Panggilan terputus, Vano menatap John dengan wajah kaget dan juga tak percaya nya.
"John, apa yang di katakan Axel benar?" tanya nya dengan sendu.
"Jadi selama ini Bram mengincar Kanaya sejak bersama dengan ku, pantas saja cara memandang pada Kanaya saat itu berbeda sekali" lirih Vano kembali.
Huh.
John menghela nafas kasar,
"Biarkan saja, kita cukup tau dan tak ikut campur karena memang kita tak tau apapun. Kita berdoa saja agar Kanaya selalu bahagia dan dalam penjagaan yang baik" jelas John bijak.
__ADS_1
Hufh.
"Kau benar John, biarlah berlalu dengan beriring nya waktu" ucap Vano tersenyum kecil.
John memilih pergi kembali ke tempat nya untuk bekerja kembali,
Ya, saat ini keduanya tengah berada di Resto dan bekerja untuk menyambung hidup nya dan membesarkan nama Resto tersebut.
*
Vano sedikit demi sedikit sudah berubah, dia sudah mulai melupakan obsesi nya pada Kanaya setelah di ceramahi oleh orangtua nya.
Terapi kesana kemari dan akhir nya membuahkan hasil, dia sudah bisa berdiri sendiri walaupun di bantu oleh tongkat.
Kini ia bisa aktif kembali di Resto dan membantu sahabat serta yang lainnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di ruangan bawah tanah, saat ini Cintya dan Bram tergeletak tak berdaya dengan luka di sekujur tubuh nya.
Obat yang Axel berikan pada Cintya ia berikan juga pada Bram, dan berakhir dengan melukai diri nya sendiri.
"Jangan berharap kalian bisa memisahkan aku dan Kanaya" gumam Axel dengan berlalu meninggalkan keduanya.
.
.
.
__ADS_1
.