Ternyata Hanya Pajangan.

Ternyata Hanya Pajangan.
Bab 21


__ADS_3

Tepat jam 5 sore Kanaya sudah bersiap untuk pulang, dia akan menunggu jemputan seperti biasa nya.


Axel akan selalu menjemput Kanaya dan tak memperbolehkan ia pulang sendiri.


Fani dan Kanaya turun, kedua nya akan menunggu Axel di lobi seperti biasa nya.


Ting.


Pintu lift terbuka, Kanaya dan Fani langsung saja keluar dan berdiri di depan resepsionis untuk menunggu Axel dan Alex.


Dan tak berselang lama munculah mobil milik Axel, Kanaya langsung saja tersenyum dan melambaikan tangannya.


Axel keluar dan menghampiri Kanaya, dia langsung memeluk nya dan mengecupi seluruh wajah Kanaya.


"Hai selamat sore Tuan Axel" sapa resepsionis dengan nada centil nya.


Teman-teman nya dan Fani seakan menahan nafas saat wanita itu dengan berani nya menyapa Axel dengan menjijikam seperti itu.


"Ya ada apa Weni?" tanya Kanaya.


"Ck, saya menyapa Tuan Axel Bu" gerutu Weni dengan wajah kesal.


Weni dengan berani menghampiri Axel, namun sebelum mendekat ia sudah di dorong oleh Axel hingga terjatuh ke lantai.


"Sayang, kenapa kau memperkerjakan karyawan seperti ini? Dia itu pantes nya di club untuk merayu om-om"

__ADS_1


"Ooo apakah itu pekerjaan utama nya" ledek Axel dengan tatapan tajam pada Weni.


Lalu Axel mendekat ke arah Weni dengan tatapan yang sangat menakutkan, dia menjambak rambut Weni dengan cukup keras.


"Jangan pikir aku akan kasihan karena kamu wanita, aku tidak akan segan-segan pada siapapun termasuk itu wanita sekalipun. Sekali salah akan tetap salah" ucap Axel penuh penekanan.


Tubuh Weni bergetar sangat hebat, dia sungguh merutuki sikap nya dan keberanian menyapa pada orang kejam itu.


"Mulai besok kamu di pecat, Weni" ucap Kanaya dengan tegas.


Hah.


Weni menatap tak percaya pada apa yang telah terjadi saat ini, ini adalah impian semua orang yang bisa bekerja di peruaahaan Kanaya adalah orang-orang hebat.


Kanaya dan Axel pergi dengan segera, keduanya sudah malas meladeni wanita yang tak tau malu.


"Makannya jadi cewe jangan genit"


"Ya ampun, kata orang sih kalau di pecat dari sini akan sulit lagi mencari pekerjaan"


"Kalau aku sih mending gak pernah menganggap ada Tuan Axel, dari pada harus begini. Ihhh mengerikan"


Dan masih banyak lagi bisik-bisik para Karyawan yang melewati Weni di lobi.


Ya, Weni masih disana dengan wajah syok nya. Dan bukan hanya Weni yang ketakutan, divisi HRD pun sedang ketar-ketir karena mereka pasti akan di panggil besok.

__ADS_1


**


Sedangkan Kanaya dan Axel, keduanya baru saja sampai di mansion pribadi milik nya.


Malam ini mereka tak menginap di mansion utama karena Mommy, Daddy serta Indri akan pergi ke luar Negeri untuk mengurus sesuatu.


"Sayang, makan malam nanti kita keluar ya" ajak Axel.


"Oke, ayo kita bersiap dulu" balas Kanaya dengan semangat.


"Sekalian ke Mall ya, Mas" rayu Kanaya kembali dengan bergelayut manja.


Axel terkekeh, dia sangat suka jika Kanaya manja begini padanya.


"Boleh"


Cup


Cup


"Terimakasih" teriak Kanaya yang sudah berlari ke arah kamar


Sedangkan Axel hanya menggelengkan kepala dengan tingkah lucu Istri nya, dia juga langsung menuju ke kamar unruk membersihkan diri dan bersiap untuk pergi dinner.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2