Ternyata Hanya Pajangan.

Ternyata Hanya Pajangan.
Bab 37


__ADS_3

Sudah 2 hari Vano berada di Kota, bahkan ia sudah di telpon terus menerus oleh sang Ayah karena Andreas merengek ingin bertemu.


Namun Vano mengatakan ia ada urusan dan akan kembali esok hari pada sang Ayah.


John pun tak luput menanyakan kabar dan urusan apa yang sedang Vano lakukan disana, bahkan Bram pun baru tau sekarang bahwa Vano masih berada di Kota.


*


Hari ini Vano kembali mendatangi kantor Kanaya, dia akan menunggu seperti biasanya dan berharap akan bertemu dengan Kanaya.


Dan nasib baik berpihak pada nya hari ini, Kanaya memang akan ke kantor namun bersama dengan Axel.


Ada sesuatu hal yang cukup penting dan harus Kanaya sendiri yang turun tangan.


Sebuah mobil masuk ke halaman perusahaan tersebut, dan hal itu tak luput dari pandangan Vano yang memang sedang ada lobby perusahaan.


Kanaya dan Axel keluar dengan tangan kekar Axel memeluk pinggang Kanaya dengan posesif.


Mata Axel memincing saat melihat ada Vano di lobby perusahaan sang Istri.


"Kita hadapi dan beri dia pengertian" bisik Kanaya lembut.


Axel hanya mampu menganggukan kepala saja, dia lalu melangkah dengan wajah datar nan tampan nya bersama dengan sang Istri.


Tepat di lobby, Vano langsung berdiri dan menghampiri Kanaya dengan sejuta keyakinannya.


"Kanaya, aku mau bicara sebentar dengan mu" ucap Vano.


"Silahkan, aku tak bisa lama-lama" balas Kanaya enteng.

__ADS_1


Vano lalu melirik Kanaya dan Axel bergantian, dari sorot mata nya sudah pasti Vano keberatan dengan adanya Axel.


"Kenapa? Aku tak ingin berbicara dengan mu berdua karena itu sama saja tak menghargai Suami ku" jelas Kanaya penuh penekanan


Huh.


"Aku ingin kembali lagi bersama mu, Nay" ucap Vano penuh percaya diri.


Sontak saja perkataan itu membuat karyawan yang berlalu lalang membelakan mata nya, mereka bahkan mencibir aksi Vano yang tak tau malu.


Axel?


Jangan di tanya lagi, dia sudah mengepalkan tangannya dan menahan emosi sekuat tenaga.


"Ehemm"


"Aku ini adalah seorang wanita yang sudah bersuami, bahkan Suamiku jauh lebih baik, hangat, setia dan juga segalanya untukku. Lalu, untuk apa aku kembali padamu yang sudah jelas pernah mengkhianati ku?.


Kanaya berucap dengan berapi-api, dia sangat kesal dan juga muak dengan tingkah laku Vano saat ini.


Setelah itu, Kanaya mengajak Axel untuk segera masuk karena sudah muak.


Kanaya melangkah menjauh dari Vano, namun saat akan masuk ke dalam lift ia menghentikan langkah nya.


" Aku juga sudah sukses sekarang, Nay".


Hah.


Kanaya menatap Vano dengan tajam, dia lalu mendekat dan berdiri kokoh di depan mantan Suami nya.

__ADS_1


"Aku bukan wanita penggila harta, jadi jangan samakan aku dengan Istri mu itu"


"Silahkan pergi dari sini, karena sampai kamu bersujud pun aku tidak akan pernah kembali padamu lagi"


"Karena apa? Karena Suami ku jauh lebih dari siapapun"


Tegas.


Kanaya berucap dengan tegas dan ia menekankan bahwa Axel adalah Suami sempurna untuk dia.


Vano mengepalkan tangannya, dia menatap Kanaya dengan tajam juga.


"Jangan terlalu sombong kau Nay, bisa saja dia selingkuh dengan wanita lain di belakang mu" teriak Vano.


Bugh.


"Jangan samakan aku dengan mu pengkhianat, aku tau mana berlian dan mana batu kali" jelas Axel dengan melayangkan bogeman pada Vano.


Vano menyeka darah yang keluar akibat bogeman dari Axel.


"Aku akan merebut Kanaya dari mu, sialan" teriak Vano saat tangannya di seret paksa oleh penjaga.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2