
Setelah kabar mengejutkan itu, Vano memejamkan mata dengan tangan mengepal kuat.
"Semua ini gara-gara Axel dan Kanaya" ucap Vano dengan tatapan penuh kebencian.
Bram dan John saling pandang, lalu mereka menatap kembali pada Vano.
"Apa maksud mu Van? Jangan membuat sesuatu hal yang akan rumit" tegur Bram.
Heh.
"Gara-gara mereka menolak ku dan aku emosi, hingga menjalankan mobil tidak stabil-"
"Itulah kesalahan mu, sudah jelas kau tau bahwa Kanaya sudah bersuami tetapi kau terus saja berusaha merebut nya! Semua ini teguran dan kesalahan mu, jangan melimpahkannya pada mereka berdua" tegas Bram memotong ucapan Vano.
"Harus nya kau sadar, perbaiki diri dan buat Andreas bahagia! Karena akan percuma jika terus mengejar Kanaya, dia pasti akan menolak" timpal John.
Vano menatap kedua sahabat nya dengan malas, dia lalu memalingkan wajah nya.
"Jika Ayah dan Ibu mu tau, maka mereka akan sangat kecewa padamu Van" ucap Bram.
Bram dan John memilih untuk duduk di sofa, keduanya cukup terkejut dengan kabar kelumpuhan Vano serta sikap Vano yang tak berubah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah kejadian dimana Vano memaksa Kanaya, saat itu juga Axel tak memperbolehkan sang Istri pergi keluar sendiri.
Bahkan untuk sekedar ke Mall pun dia akan di jaga ketat dan Axel pasti bersama dirinya.
Seperti saat ini, Kanaya sangat ingin jalan-jalan ke Mall dan berbelanja.
__ADS_1
Axel mengutus beberapa anak buah nya, sedangkan ia akan menghampiri setelah rapat selesai.
*
-Mall.
Kanaya bersama Mommy mertua nya berjalan menuju ke toko pakaian.
Keduanya terlihat sangat bersemangat, bahkan Kanaya tak kenal lelah serta seperti mendapatkan asupan kekuatan.
"Mommy, mau beberapa baju hamil ya" rengek nya dengan bergelayut manja.
"Boleh, ayo kita pergi kebagian sana" ucap Mommy dengan membawa sang menantu khusus untuk anak dan Ibu hamil.
Keduanya belanja dengan semangat, bahkan sampai tak sadar jika ada bahaya yang sedang mengintai Kanaya.
Setelah puas, Kanaya dan Momny keluar toko dan memberikan belanjaan pada pengawal untuk di simpan lebih dulu.
"Sayang, Mommy sudah memesan tas couple dan itu hanya 2 saja disini" jelas Mommy dengan bahagia.
"Wah, berarti kita samaan dong" bahagia Kanaya dengan langsung memeluk mertua nya.
Puas belanja kesana kemari, kini waktunya Kanaya dan Mommy untuk mengisi perut mereka.
Kanaya juga sudah memberitahu Axel untuk menghampiri nya ke Resto yang ada disana.
Namun,
"Nona awas" teriak salah satu dari pengawal dengan langsung menarik kedua majikannya.
__ADS_1
"Hei tangkap wanita itu"
Beberapa pengawal Kanaya pun langsung mengejar seorang wanita dan tak lama kemudian berhasil menangkap nya.
"Nona, Nyonya kalian tidak apa?" tanya pengawal nya dengan khawatir
"Tidak, kami tidak apa" jawab Momny sambil memeluk Kanaya.
Salah satu dari mereka datang dengan membawa botol minum, Mommy segera memberikannya pada Kanaya.
Beberapa dari mereka datang dan membawa seorang wanita, Kanaya membulatkan mata nya saat melihat siapa yang mencoba untuk menusuk nya.
"Cintya"
"Ya ini aku, harus nya kamu mati hari ini wanita sialan" teriak Cintya dengan meronta dari genggaman anak buah Kanaya.
"Lepaskan aku, aku akan membunuh wanita itu agar bisa menikah dengan Axel" teriak nya lagi dengan tak tau malu.
Bahkan beberapa pengunjung sudah berkerumun untuk melihat apa yang sedang terjadi.
"Jika Kanaya mati maka aku juga akan mati, karena dialah hidupku" tegas Axel yang baru saja tiba.
"Mas" lirih Kanaya dengan mata berkaca-kaca
Axel langsung mendekat, dia memeluk sang Istri dengan penuh ke khawatiran
.
.
__ADS_1
.