Ternyata Hanya Pajangan.

Ternyata Hanya Pajangan.
Bab 45


__ADS_3

Pertemuan antar pembisnis pun sudah waktu nya di mulai, para tamu dari luar Kota sudah berdatangan dan bahkan ada yang dari luar negeri.


Begitupun dengan dari dalam Kota Jakarta, dari semua pelosok yang memang mempunyai perusahaan turut hadir meramaikan acara tersebut.


Acara puncak akan di selenggarakan setelah jam makan malam, tetapi baru sore hari balroom Hotel sudah hampir penuh.


🍅


Tepat jam 8 malam acara pun sudah di buka, para pembisnis dan relasi kerja Axel pun sudah datang.


Dan tibalah kini yang punya acara muncul,


Axel dan Kanaya berjalan dengan sangat anggun serta serasi, di belakang nya sudah berdiri dengan kokoh Alex dan Feni.


Semua mata memandang ke arah keduanya, pancaran wajah yang datar namun terlihat sangat serasi.


Langkah keduanya terhenti tepat di atas panggung kecil yang tersedia disana.


"Selamat datang semua nya"


"Selamat menikmati acara tahunan ini"


Dan acara pun di buka oleh Axel sendiri dengan singkat, padat dan juga wajah datar nya.


Prok


Prok


Riuh tepuk tangan menggema di balroom itu,


Semua tamu mulai menyapa, mengambil makanan dan ada juga yang menjilat agar naik kasta.


Axel dan Kanaya turun dari panggung, keduanya menghampiri relasi bisnis dari luar negeri yang cukup penting.

__ADS_1


"Halo Tuan Brian" sapa Axel dengan mengulurkan tangan.


"Halo Tuan Axel, akhirnya kita bertemu lagi dan selamat atas kesuksesan mu selama ini" balas Tuan Brian.


Axel hanya tersenyum kecil.


"Perkenalkan ini Istri saya Tuan" ucap Axel dengan merangkul pinggang ramping sang Istri.


"Dan ini juga Istri saya" balas nya dengan terkekeh kecil.


Kanaya menerima uluran tangan wanita di hadapannya dengan ramah, begitupun dengan wanita tersebut yang terlihat sangat ramah.


"Silahkan menikmati hidangannya, Tuan" ucap Axel.


Brian menganggukan kepala nya, setelah itu Axel dan Kanaya berkeliling lagi dan menyapa beberapa tamu yang ada disana.


Hingga,


"Eh Tuan Axel" celetuk seorang wanita muda dengan gaya centil nya


"Ayo sayang" ajak Axel.


"Mbak, kalau mau menggoda suami saya jangan harap akan di gubris deh" ledek Kanaya dengan tersenyum mengejek.


Kanaya memeluk lengan Axel dengan manja, dia tidak akan mengampuni seorang pelakor yang mengganggu ketenangan rumah tangga nya.


*


Acara semakin malam semakin ramai, namun batas waktu nya hanya hampir jam 11 malam saja dan hal itu tak bisa di ganggu gugat lagi oleh siapapun.


Para kaum paru baya sudah mulai berpamitan, karena hari semakin malam dan juga kondisi fisik tidak sebugar dulu.


"Sayang, aku ke toilet dulu ya" ucap Kanaya dengan beranjak dari duduk nya

__ADS_1


"Mau aku antar?" tawar Axel lembut.


Kanaya menolak dengan gelengan kepala saja, dia lalu berlalu dengan santai dan tanpa takut apapun.


Sesampai nya di tujuan, Kanaya langsung saja masuk ke kabin karena memang sudah tak tahan ingin buang air kecil.


Ceklek.


"Kau, bagaimana bisa?" kaget Kanaya saat membuka pintu sudah ada seseorang di hadapannya.


"Heh"


"Kenapa? Kau kaget aku bisa kabur?" ejek wanita di hadapannya yang tak lain adalah Cintya.


Kanaya beringsut ketakutan, dia celingukan dan ternyata di toilet cukup sepi entah kenapa dan ada apa.


"Mau apa kau, pergilah" bentak Kanaya.


Hahaha.


Cintya tertawa dengan puas, dia sangat menikmati suasana wajah Kanaya yang panik dan khawatir.


Ck,


Bruk.


"Lambat sekali kau Nona, ayo cepat bawa pergi wanita ini" ajak salah seorang pria yang ternyata teman dari Cintya.


Mereka pergi dengan membawa tubuh Kanaya yang sudah tak sadarkan diri.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2