Ternyata Hanya Pajangan.

Ternyata Hanya Pajangan.
Bab 48


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari demi hari terlewati dengan begitu cepat,


Kehidupan Kanaya kini hanya kebahagian yang menyelimuti nya, bahkan ia merasa di ratukan oleh keluarga Axel yang sangat menyayangi nya.


Hingga tak terasa kini usia kandungan Kanaya sudah tinggal menghitung hari untuk melahirkan,


Kedua mertua serta Adik ipar nya sudah berada di mansion Axel sejak kemarin malam.


*


Disinilah mereka berada, di ruang keluarga dengan formasi yang sangat lengkap.


"Mbak, Hpl nya kapan?" tanya Indri yang sejak tadi duduk di samping Kanaya.


"Minggu ini, sayang" jawab Kanaya lembut.


Axel sejak tadi melihat raut wajah sang Istri yang nampak menahan sakit, dia mendekati dan berjongkok di hadapannya.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Axel mengusap lembut perut buncit Istri nya.


Kanaya sontak saja langsung menatap Axel, dia menatap sang Suami dengan berkaca-kaca.


Mommy langsung mendekati dan duduk di samping sang menantu.


"Sakit Mas" lirih Kanaya dengan memegang bagian perut nya.

__ADS_1


Mommy langsung tersenyum, dia mengusap sayang sang menantu.


"Coba kamu tenang, tarik nafas dan hembuskan dengan perlahan"


"Xel, siapkan keperluan dan kita berangkat ke Rumah sakit"


"Daddy tolong telepon Dokter langganan Kanaya dan kamu sayang panggil sopir untuk menyiapkan mobil"


Mommy dengan cepat memberi intruksi sambil menenangkan Kanaya,


Setelah semua siap, Axel langsung menggendong Kanaya dan membawa nya masuk ke dalam mobil.


"Kalian duluan saja, Daddy dan Indri pakai mobil yang lain" ucap Daddy dengan segera.


Axel mengangguk, dia lalu ikut masuk dan duduk di belakang bersama dengan Kanaya.


"Sejak kapan kamu merasakan kontraksi sayang, kenapa gak bilang sama Mommy atau Mas?" tanya Axel dengan terus mengusap lembut perut sang Istri.


"Sejak semalam, namun tadi pas duduk dengan Indri semakin sakit dan rasanya mau ada yang keluar" jawab Kanaya dengan meringis serta menarik nafas lembut.


Axel menatap Kanaya dengan sendu, dia tak lupa terus saja memberi dukungan serta usap lembut di pinggang dan juga perut sang Istri.


*


Tak lama kemudian mobil yang membawa Kanaya pun tiba di Rumah sakit,


Tim serta Dokter sudah menunggu disana, dan segera membawa kursi roda untuk Kanaya.

__ADS_1


"Ayo dudukan disini Tuan muda" ucap Dokter pada Axel yang baru saja keluar dari dalam mobil.


Dengan sigap pihak Dokter pun membawa Kanaya ke ruangan yang sudah di siapkan sejak tadi oleh mereka.


Tak lupa juga Axel terus saja berada di samping Kanaya untuk menguatkan sang Istri.


"Sebentar lagi ya Nona, ini baru pembukaan 9" jelas Dokter dengan ramah.


Lalu Dokter memberikan arahan pada Axel agar tidak tegang dan juga tetap memberikan semangat untuk sang Istri, Kanaya.


Setelah nya, Dokter izin keluar terlebih dulu untuk memeriksa beberapa pasien yang ada.


"Kamu wanita kuat, semangat sayang karena sebentar lagi akan ketemu Babby"


"Aku sangat mencintai mu"


Kanaya memeluk Axel dengan erat kala kontraksi itu datang lagi, dia menitikan air mata nya namun ia juga merasa bahagia kala Axel terus saja memberikan semangat dan ucapan cinta.


Hingga tak lama dari itu Kanaya merasakan sakit luar biasa, Axel dengan sigap memanggil Dokter dan ternyata pembukaan sudah lengkap.


Kanaya terus berjuang dengan Axel yang masih bertahan dan memeluk tubuh sang Istri serta memberi nya semangat.


Dan,


Oek oek oek


Cup

__ADS_1


"Kau wanita hebatku sayang" ungkap Axel dengan begitu bahagia.


T A M A T


__ADS_2