
Axel membawa Mommy dan Kanaya untuk pulang ke mansion, dia takut hal yang akan terjadi lagi tanpa sepengetahuan dia.
Mobil melaju dengan cukup kencang membelah jalanan,
*
Seorang pria menatap kesal dan penuh amarah saat melihat mobil yang membawa Axel pergi.
Dia mengepalkan tangan serta meninju setir mobil di hadapannya.
"Sial, gagal lagi gagal lagi" ucap nya dengan kesal.
"Awas saja kau Axel, aku pasti akan mendapatkan Kanaya dan mengalahkan kamu" gumam nya dengan mata yang sangat penuh ambisi.
Pria itu lalu melajukan mobil nya untuk melacak Cintya, dia masih perlu dengan keberadaan wanita itu.
Namun, dia tidak akan pernah melacak nya karena semua akses sudah di tutup oleh anak buah Kanaya dan Axel.
🍅
Dan disinilah Cintya berada,
Di ruang bawah tanah yang berada tepat di mansion utama milik Axel.
Ya, Axel sengaja membawa wanita itu kesana dan tidak akan melibatkan polisi.
Karena Axel yakin bahwa Cintya akan terbebas dengan di jamin oleh seseorang.
"Lepaskan hei"
"Hei kau hanya suruhan wanita murahan itu, cepat lepaskan aku"
__ADS_1
Cintya terus saja berteriak, dia memandang tajam anak buah Kanaya.
"Diam"
"Kau wanita murahan bukan Nona muda kami, harus nya sejak dulu Nona Kanaya melawan anda dan memusnahkan anda" bentak salah satu anak buah Kanaya.
Hahaha.
Cih,
"Mana ada keberanian wanita itu, saat ini pasti dia sedang menangis bombay di pelukan calon suami ku" ejek Cintya.
Ceklek.
"Apa yang kau katakan adalah salah besar Nona Cintya yang terhormat" ucap Kanaya yang baru saja masuk bersama dengan Axel.
"Aku bisa saja langsung membunuh mu, namun aku tak mau melukai mental Andreas. Tapi sekarang? Bahkan kau saja sudah tak di anggap oleh Putra mu sendiri" lanjut Kanaya penuh dengan ejekan.
"Ssstt"
"Lepaskan, sakit" ucap Cintya dengan berteriak.
Bruk.
"Berisik banget sih" keluh Kanaya dengan melepaskan cekalannya dan seketika tubuh Cintya ambruk.
Kanaya mendekat ke arah Axel yang sedang duduk, dia lalu duduk di pangkuan sang Suami dengan manja nya.
Para anak buah disana hanya menghela nafas dan memaling wajah nya saja.
"Keluarkan dia dan ikat di kursi itu" perintah Axel dengan tegas.
__ADS_1
Dengan segera beberapa anak buah nya mengerjakan apa yang di perintahkan oleh sang Tuan muda.
"Tuan" sapa salah seorang yang baru tiba.
"Hmmm"
"Seseorang terus saja melacak dan mencari keberadaan wanita tahanan kita" lapor nya dengan menunjukan laptop yang ada di tangannya.
"Jalankan rencana kita" jelas Kanaya dengan tatapan dinginnya
"Baik Nona muda" jawabnya dengan patuh.
Setelah kepergian pria tersebut, Kanaya lalu bangkit dan menatap Cintya yang seakan mau bicara namun terhalang oleh sumpalan di mulut nya.
"Aku akan segera menemukan dalang nya, sudah sejak lama dia bersembunyi" ucap Kanaya
"Kau tenang saja sayang, tak lama lagi kita akan menang" balas Axel memeluk Kanaya dari belakang.
Kanaya mengangguk, dia lalu menatap Axel dan mengecup bibir nya dengan mesra.
"Ahh rasanya aku ingin membawa mu ke kamar, kenapa sangat manis sekali sayang"
"Segera tuntaskan, agar aku bisa membuatmu menjerit kenikmatan" ucap Axel dengan sengaja
Kanaya tertawa kecil, dengan manja nya ia memeluk kembali Axel dan mengecupi nya dengan bertubi.
.
.
.
__ADS_1