
Disinilah mereka berada, di sebuah rumah kosong yang sudah tak terpakai.
Cintya duduk dengan manis di depan kamar, dia menunggu pria yang katanya akan datang sebentar lagi.
"Ya ampun lama sekali" keluh Cintya.
Cintya mengambil ponsel nya, ia lalu berselancar di sosial media agar mengusir kebosanannya.
Tap.
Tap.
Terdengar derap langkah yang mendekat ke arah Cintya, dengan rasa malas Cintya pun menyimpan ponsel nya dan langsung berdiri dari duduk ternyaman nya.
"Dimana Kanaya?" tanya pria tersebut dengan berbinar.
"Ada di dalam" jawab Cintya.
Pria tersebut langsung saja tersenyum bahagia, dia melangkah menuju ke kamar dengan perasaan yang berkecamuk tak menentu.
"Ah aku tak sabar memiliki mu sayang"
Ceklek.
Pintu di buka dengan tak sabaran, dia lalu mengedarkan pandangannya dan mendapati seseorang tengah tertidur di atas ranjang.
"Kau sudah tidak bisa kemana-mana sayang, aku akan memiliki mu selamanya dan tak akan aku biarkan kamu kembali pada Axel" ucap nya dengan bahagia.
Pria tersebut mendekat ke arah ranjang, dia merasakan jantung nya berdebar dengan sangat kencang.
Namun,
Brak.
__ADS_1
"Bajingan kau"
Bugh
Bugh
Axel datang dengan penuh kemarahan dan langsung memukuli pria tersebut dengan membabi buta.
Setelah puas, dia lalu menyuruh anak buah nya untuk mengikat pria tersebut di kursi.
Kanaya bangun dari tidurannya, dia lalu mendekati Axel dan bergelayut manja di lengan sang Suami.
"Bagaimana kejutannya? Apa kau suka?" ejek Kanaya dengan terkekeh.
Tempat itu sudah di kepung oleh para anak buah Axel dan Kanaya, bahkan anak buah pria itu sudah terkapar tak berdaya di lantai.
"Cintya, cepat lepaskan aku" teriak Pria tersebut saat melihat wanita tawanannya masuk.
Hehe.
Hah.
Pria itu kaget saat tau bahwa wanita di hadapannya bukanlah wanita yang sama, ya dia bukanlah Cintya tetapi anak buah Kanaya memakai topeng wajah Cintya.
"Sialan kalian, akan aku balas kau Axel"
"Kanaya itu hanya milik ku, dia itu wanita ku sampai kapanpun"
Pria itu terus saja berteriak dengan penuh ambisi, lalu ia menatap Kanaya dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Maaf, tetapi selamanya aku milik Suamiku sendiri yaitu Axel. Lagian siapa kamu yang sok kenal padaku" ucap Kanaya kesal.
"Dia memakai topeng sama seperti ku, Nona" jelas wanita yang ada di samping Kanaya.
__ADS_1
Axel?
Dia diam saja, ia melihat gelagat dan fostur tubuh pria di hadapannya yang sangat familiar di penglihatannya.
"Ck, kau memang pria pengecut" ejek Axel dengan mendudukan Kanaya di pangkuannya.
"Diam kau sialan"
"Lepaskan Kanaya, jangan kau peluk wanita kesayanganku dengan tangan kotormu" bentak nya dengan tak tau malu.
Cup
Cup
"Kau sama gila nya dengan Cintya" gerutu Kanaya dengan kesal.
Kanaya lalu menatap anak buah nya, ia mengisyaratkan agar membuka topeng wajah pria di hadapannya.
"Cepat" ucap Kanaya.
Dan,
Deg.
"Bramm" teriak Kanaya dengan tak percaya apa yang ada di hadapannya.
"Ya ini aku, sudah sejak lama aku mencintaimu bahkan aku juga menunggu mu sejak bersama dengan Vano. Maka aku lakukan segala cara agar memiliki mu, sayang" ucap nya dengan tersenyum.
Kanaya menggelengkan kepala dan meminta Axel untuk membawa nya pulang.
Tak percaya? Tentu saja, dia sangat syok dengan apa yang barusan terjadi dan mengetahui dalang dari semua masalah nya.
.
__ADS_1
.
.