
Malam ini Cintya sudah bersiap untuk keluar, dia akan menemui seseorang yang akan siap membantu nya menyingkirkan Kanaya.
"Lihat saja kau Kan, aku sekarang punya sekutu untuk membalas mu. Ah kalau kau mati aku akan menarik perhatian Axel" kekeh Cintya dengan melangkah pasti.
Langkah demi langkah Cintya penuh dengan ambisi, dendam dan keyakinan. Padahal, dia tau sendiri siapa Kanaya dan Axel namun ia melupakan akan hal itu.
Cintya terlalu fokus pada sakit yang dia rasakan karena Vano meninggalkannya, tanpa dia sadar bahwa ada perempuan yang lebih sakit di bandingkan dirinya.
*
Taxi yang di tumpangi Cintya pun sampai di sebuah cafe kecil di pinggir Kota Jakarta.
Dari luar saja sudah nampak bahwa cafe itu sepi, namun entah kenapa kalau itu hanya tipuan saja.
Ting.
"Kamu langsung saja masuk, nanti akan ada yang mengantarkan ke meja ku"
Pesan masuk dan Cintya langsung saja mengikuti arahan nya.
"Nona Cintya" sapa salah seorang pelayan.
"Ya saya" balas Cintya.
Lalu pelayan tersebut membawa Cintya ke belakang, dan benar saja bahwa di belakang Cafe itu ada pintu ke ruang bawah tanah.
Dan,
__ADS_1
Cintya cukup kaget saat turun ke bawah, disana adalah Club yang cukup menjanjikan pelayan nya.
Pelayan tersebut berhenti di sebuah pintu yang tertutup.
"Silahkan masuk, Tuan sudah menunggu" ucap pelayan tersebut.
"Hmmm" balas Cintya angkuh.
Ceklek.
Pintu terbuka dan nampaklah seorang Pria tampan namun sudah tak muda lagi sedang berbagi peluh dengan wanita malam.
Ck,
Cintya duduk di sofa dengan berdecak kesal, dia cukup risih dengan kelakuan orang di hadapannya.
"Eunghhhhmm, kau memang selalu nikmat" lenguh pria tersebut mengakhiri permainannya.
"Ada apa anda menyuruh saya kemari?" tanya Cintya dengan to the point.
"Sabar dulu sayang, kau tidak ingin bermain denganku dulu?" balas sang pria terkekeh kecil.
Cintya menggelengkan kepala nya, dia lalu menatap pria di depannya jengah.
"Baik baik, aku ingin menawarkan kerja sama denganmu"
"Bukannya kau ingin memisahkan Kanaya dengan Axel bukan? Daripada kau bersama dengan Vano yang kere, mending kau kejar Axel yang sudah pasti kaya raya"
__ADS_1
Pria tersebut tersenyum kecil kala melihat wajah Cintya yang mulai terpengaruh.
"Lalu apa rencana mu?" tanya Cintya yang sudah pasti sepakat dengan tawaran pria di hadapannya.
"Dekati Axel dan buat kekacauan di dalam rumah tangga nya" jelas pria itu santai.
"Selebih nya nanti aku beritahu kamu lagi, saat ini kau harus layani aku dulu" ucap nya lagi dengan tertawa kecil.
Cintya cukup terkejut, namun dia enggan juga menolak karena memang ia membutuhkan uang serta kerja sama seperti ini untuk kelangsungan hidup nya.
*
Hampir larut malam Cintya pulang dari Cafe tersebut, dia sudah di tunggu oleh mobil taxi yang sudah di pesannya sejak tadi.
"Lumayan juga, dapet uang banyak plus teman untuk menyingkirkan Kanaya" gumam Cintya.
Cintya tak hanya melayani pria itu saja, tetapi ia juga resmi jadi wanita disana dengan bayaran cukup tinggi.
Bahkan dia sudah memiliki pelanggan karena memang tubuh Cintya cukup menarik dan juga aduhai hehe.
Perjalanan pulang kali ini penuh dengan rasa bahagia dalam diri Cintya, dia merasa bahwa semesta sedang berpihak pada nya saat ini.
.
.
.
__ADS_1
.
.