
Cintya terus saja menjerit tersiksa, dia begitu terbakar api gairah namun tak ada orang untuk melepaskan hasrat nya.
Dia melihat pisau yang tergeletak, Cintya mengambil nya lalu mengiris tangannya agar nafsu bejad nya menghilang.
Namun sayang, Kanaya menyuntikannya dengan dosis tinggi hingga ia akan kesakitan dan melukai dirinya sendiri dengan terus menerus.
🍅
Di lain tempat, seorang pria sedang frustasi karena tak dapat menemukan pion milik nya.
Bahkan pria itu terus saja kesana kemari, hingga pintu ruangannya di ketuk oleh salah seorang anak buah nya.
"Masuk" seru nya dengan cepat.
Ceklek.
"Tuan, wanita itu sudah di temukan. Dia ada di Rumah sakit kecil karena terluka akibat lari dari sarang musuh" jelas anak buah nya.
Haha.
Pria itu tertawa bahagia, lalu ia mengajak anak buah nya langsung menemui wanita itu.
Namun langkah nya terhenti kala ada panggilan dari seseorang.
Ck,
"Ada apa lagi, kenapa mengganggu saja" gumam nya dengan mengabaikan panggilan itu.
__ADS_1
Dengan langkah yang lebar, pria dan para anak buah nya langsung saja menuju ke Rumah sakit dimana wanita pion nya di rawat nya.
"Cintya Cintya, kau memang sangat bisa aku andalkan" gumam nya dengan senyum kecil, tangannya memakaikan topeng ke wajah nya.
"Heh, setelah aku mendapatkan Kanaya aku akan membuang benda sialan ini dan membawa Kanaya pergi" ucap nya dengan penuh ambisi.
Sekitar 2 jam perjalanan akhir nya mereka sampai juga di Rumah sakit itu, mereka langsung masuk ke dalam dan menuju ke ruang inap Cintya.
Ceklek.
"Akhir nya kau datang juga Baby" ucap Cintya dengan lega.
"Ayo bawa dia dan kita pergi dari sini" perintah pria tadi
Para anak buah nya langsung mengangguk dan mengerjakan apa yang di perintahkan oleh Boss mereka.
*
"Bagaimana kau bisa kabur dari sana?" tanya pria itu.
"Ck, anak buah nya ada yang mesum dan aku berhasil melumpuhkannya serta mencari jalan keluar"
"Hingga akhir nya aku menemukan pintu kecil dan berakhir di tepi hutan dengan susah payah" jelas Cintya dengan nafas masih memburu takut, bahkan ia sesekali menatap ke arah belakang.
"Kau tenang saja, sekarang kau aman dan pulihkan dulu luka mu itu nanti di markas" ucap pria tersebut dengan menatap Cintya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Ke esokan pagi nya, Kanaya dan Axel keluar kamar dengan wajah cerah dan juga berseri.
Bahkan cerah nya matahari dapat di kalahkan oleh wajah Axel yang sangat cerah.
Hari ini adalah weekend, namun cuaca begitu mendung seakan akan turun hujan lebat hari ini.
Mommy dan Daddy semalam berpamitan untuk ke Ausy, karena Indri membutuhkan keduanya untuk sesuatu hal.
Jadilah mereka hanya berdua serta beberapa pelayan dan penjaga.
"Umpan kita sudah di makan sayang" jelas Axel saat melihat ponsel nya.
"Bagus dong Mas, sebentar lagi akan ada tontonan menarik dan juga kehancuran mereka" balas Kanaya terkekeh .
Cup.
"Kau memang hebat sayang" puji Axel dengan lembut, bahkan Kanaya sampai bulshing dengan pujian itu.
"Haha kau menggemaskan jika seperti ini, kau layak nya kucing yang manja dan di depan musuh kau layak nya singa yang kelaparan" jelas Axel memeluk Kanaya.
Kanaya ikut tergelak, dia juga membalas pelukan sang Suami dan berakhirlah mereka dengan saling memeluk di pagi yang mendung
.
.
.
__ADS_1