Ternyata Memang Cinta

Ternyata Memang Cinta
Ketahuan juga


__ADS_3

“Vid, kamu kenapa? Kok gak masuk ke dalam?” tanya Davian yang merasa aneh dengan istrinya yang masih berdiam diri mematung di halaman rumah mereka.


“Eh?! Itu,…”


Vidia pun ragu mau melanjutkan ucapannya sehingga membuat Davian meyipitkan matanya tanda dia curiga akan sesuatu hal.


“Vid, katakan. Ada apa?” tanya Davian.


“I—itu mas,…” ucap Vidia yang masih dengan kalimatnya yang tidak dia lanjutkan.


“Itu apa?” tanya Davian yang semakin bingung dibuatnya.


“Hmm itu.. anu,…” Vidia pun menarik nafas panjang sebelum akhirnya dia berkata, “hmm, aku tadi kebablasan kasih tahu alamat rumah ini ke temanku. Aku lupa kalau belum saatnya ada yang tahu tentang hubungan kita.”


Mendengar ucapan Vidia yang seperti itu, spontan membuat Davian menjadi tertawa terbahak-bahak lalu berkata, “Ya ampun, Vid. Aku kira ada apa. Udah sih, gak apa-apa. Emangnya kenapa kalau ketahuan mereka. Bukannya cepat atau lambat hubungan kita ini juga pasti akan ketahuan juga.”


“Iya sih, Mas,” sahut Vidia yang membenarkan capan suaminya.


“Terus kapan temanmu akan datang?” tanya Davian.


“Kurang tahu, Mas. Tapi yang pasti sih katanya hari ini,” sahut Vidia.


“O ya sudah. Kalau begitu kita masuk sekarang. Jangan di luar kayak begini,” ajak Davian dan diangguki oleh Vidia.


***


Di rumah keluarga Papa Sanjaya…


Mama Fanya yang sedang duduk santai bersama Papa Sanjaya di ruang keluarga pun tiba-tiba saja membuka obrolan dan bertanya, “Pa, Papa yakin dengan ucapan Papa kemarin?”


“Ucapan papa yang mana, Ma?” tanya Papa Sanjaya balik.


“Itu lho, Pa. Ucapan Papa yang bilang kalau kita harus meminta bantuan pada istri Davian. Papa beneran yakin mau melakukan itu?” tanya Mama Fanya.


Papa Sanjaya pun terdiam sejenak lalu menyahut, “Iya, Ma. Soalnya mau bagaimana lagi. Kita gak punya cara lain selain hal itu.”


“Oh begitu ya, Pa. Tapi Papa tidak akan melakukan sesuatu yang bisa membuat Davian marah kan, Pa?” tanya Mama memastikan.


“Papa sih gak akan melakukan itu. Tapi gak tahu kalau Vidia,” sahut Papa Sanjaya.

__ADS_1


“Kok bisa begitu, Pa?” tanya Mama Fanya bingung.


“Ya bisa lha. Itu semua tergantung pada keputusan yang di buat oleh Vidia nantinya,” jelas Papa Sanjaya.


“Lha terus, gimana kalau sampai Vidia mengalah dan kemudian minta berpisah dari Davian?! Bukannya itu sama saja memancing emosi Davian dan membuat Davian sedih?” tanya Mama Fanya.


Papa Sanjaya pun terdiam. Dia tidak dapat menjawab apa-apa lagi. Karena dia sendiri pun tidak tahu bagaimana jalan pikian Vidia.


***


Sementara itu di rumah Davian…


Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya Syina pun datang. Dengan santainya dia mengetuk pintu rumah Davian dan saat pintu rumah terbuka, Syina pun terkejut. Karena orang yang dia lihat dari balik pintu ternyata…


“Maaf.. maaf, Pak. Saya salah rumah,” ucap Syina merasa kikuk.


Belum juga Davian merespon ucapan Syina, tiba-tiba saja dari dalam terdengar suara seseorang sedang berkata, “Siapa, Mas?”


Vidia pun langsung datang menghampiri Davian dan menengok ke arah luar. Betapa terkejutnya Vidia karena dia tidak habis pikir kalau Syina akan datang secepat itu.


Sementara itu, sama halnya dengan Vidia, Syina pun tidak kalah terkejutnya dari Vidia. Dia pun tidak habis pikir, gimana bisa dia serumah dengan Davian.


“Dari pada bingung seperti ini, lebih baik ajak temanmu masuk dulu. aku gak akan ganggu. Soalnya masih ada yang harus aku selesaikan di ruang kerja,” ucap Davian yang kemudian hendak melangkah masuk ke dalam namun dia tunda karena dia lagi-lagi berkata, “Kamu Syina, kan? Temannya istriku?! Kamu masuklah. Gak usah sungkan.”


Davian pun langsung melanjutkan langkahnya meninggalkan mereka berdua di pintu rumah.


Sementara itu, Syina yang mendengar itu ucapan Davian yang terakhir pun benar-benar terkejut sehingga dalam pikirannya, dia memiliki banyak sekali pertanyaan yang harus dia tanyakan pada Vidia.


Di saat yang bersamaan, Vidia pun menepuk jidat sambil bergumam, “Hadeuh.”


Vidia pun langsung menengok ke arah Syina dan memastikan bagaimana ekspresi yang di tunjukkn oleh Syina. Setelah tahu kalau Syina sedang menatapnya tajam, Vidia pun menjadi salah tingkah dan akhirnya mengajak Syina untuk masuk ke dalam terlebih dahulu.


Setelah berada di dalam, tanpa basa basi lagi, Syina pun langsung mencecar beberapa pertanyaan pada Vidia yang membuat Vidia mau tidak mau harus menceritakan semuanya.


Setelah melakukan proses cerita yang panjang, kini Syina pun mengerti sedikit banyak kejadian yang menimpa Vidia sebenarnya.


“Eh ya, Vid. Terus lo ma suami lo kapan ke rumah orang tua lo buat ngasih tahu hal ini?” tanya Syina.


Vidia pun terdiam. Kalau boleh dia katakan jujur, sebenarnya dia sendiri pun bingung bagaimana cara menghadapi oran tuanya.

__ADS_1


“Hai, Vid. Di tanya kok diam aja,” protes Syina.


“Eh, iya Syin. Sori,…” ucap Vidia yang kemudian melanjutkan ucapannya dengan berkata, “kalau boleh jujur, sebenarnya gue sendiri juga bingung gimana caranya ngasih tahu mereka.”


“Apa, Vid?! Lo bingung?” tanya Syina yang diangguki oleh Vidia.


“Ya ampun, Vid. Tapi lo biar bagaimana pun cepat atau lambat harus memberitahukan hal ini pada orang tuamu sebelum kalian terlanjur memiliki anak,” ucap Syina.


“Iya, Syin. Terima kasih sudah diingatkan,” ucap Vidia.


“Sama-sama, Vid.”


***


Satu bulan setelah Syina mengetahui identitas Vidia, Syina pun semakin sering menemani Vidia di rumah di saat Davian sedang pergi tugas ke luar kota. Lalu saat itu, di saat Davian belum pulang dari tugasnya di luar kota, tiba-tiba saja Vidia mendapatkan sebuan panggilan telepon.


Betapa terkejutnya Vidia saat mengetahui siapa yang menghubunginnya.


Lalu siang itu, tampak Vidia sedang duduk sendiri di sebuah rumah makan keluarga. Dengan santai, Vidia pun meminum minuman yang sudah dia beli hingga akhirnya di saat yang bersamaan datang dua orang yang sangat dia kenal.


“Maaf kami telat. Kamu sudah lama nunggunya?” ucap orang tersebut yang ternyata Mama Fanya.


Vidia pun menggelengkan kepalanya dan kemudian berkata, “Gak kok, Tan. Aku juga baru saja sampai. Silakan Om dan Tante duduk.”


Mama Fanya pun tersenyum dan kemudian duduk diikuti oleh Papa Sanjaya yang juga langsung duduk di sebelah Mama Fanya.


Setelah memastikan ke duanya duduk, Vidia pun bertanya, “Om dan Tante ada apa ya? Kok minta bertemu di sini dan bukannya datang ke rumah saja atau menyuruh saya datang ke rumah Om dan Tante?”


Mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Vidia, spontan membuat Mama Fanya langsung menoleh ke arah Papa Sanjaya seolah meyuruh agar Papa Sanjaya segera Memberi tahu Vidia tentang tujuan mereka mengajak bertemu.


Seakan mengerti dengan isyarat yang di berikan oleh istrinya, Papa Sanjaya pun kemudian berkata, “Hmm, begini. Sebenarnya kami memintamu bertemu di sini itu karena kami Ingin meminta bantuanmu.”


Mendengar ucapan Papa Sanjaya, Vidia pun bingung dan kemudian berkata, “Bantuan?! Memangnya Om dan Tante ingin minta bantuan apa dariku?”


“Hmm, begini,…” Papa Sanjaya pun menghentikan ucapannya untuk sesaat sebelum akhirnya kembali berkata, “Ini soal hubungan antara Davian, kamu dan Tasya.”


Seketika jantung Vidia menjadi ‘deg’ saat mendengar ucapan Papa Sanjaya. Namun untuk lebih memastikannya lagi, Vidia pun bertanya, “Maksud Om?”


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2