
Di saat keadaan sudah menjadi tenang dan semua merasakan kebahagiaan, tiba-tiba datang suatu kejadian tak terduga. Kala itu, Papa Atmaja dan Mama Rahma secara mengejutkan datang ke rumah Papa Sanjaya dan Mama Fanya.
“Rahma? Kalian datang kenapa tidak memberitahu pada kami terlebih dahulu?” tanya Mama Fanya terkejut yang saat itu tengah menyapu halaman.
“Maaf, Mbak. Kami gak kasih tahu Mbak dan Mas Sanjaya karena kami sendiri pun memutuskannya tiba-tiba dan saat ini kami bingung harus meminta bantuan pada siapa,” ucap Mama Rahma.
Mendengarkan ucapan Mama Rahma seperti itu, Mama Fanya pun merasa kalau jangan-jangan keluarga Tasya sedang ada masalah.
“Ya sudah. Kita masuk saja terlebih dahulu. Kita cerita di dalam saja,” ucap Mama Fanya yang langsung merangkul Mama Rahma dan mengajaknya masuk ke dalam diikuti dengan Papa Atmaja di belakangnya.
Papa Sanjaya yang kala itu sedang membantu Davian mengurus urusan kantor Davian pun ikut terkejut dengan kedatangan keluarga Tasya.
“Eh, kalian kapan sampai?” tanya Papa Sanjaya yang tersadar akan kehadiran keluarga Tasya.
Papa Atmaja pun hanya tersenyum tipis menahan rasa gelisahnya dan ini disadari oleh Papa Sanjaya yang sudah lama menjadi sahabatnya.
“Ada apa dengan kalian?” tanya Papa Sanjaya.
Mama Fanya yang saat itu sedang merangkul Mama Rahma pun mengajak ke duanya untuk duduk agar lebih nyaman untuk bercerita.
“Ada apa?” tanya Papa Sanjaya mengulangi pertanyaannya.
Papa Atmaja pun terdiam sejenak karena tampak dari raut wajahnya kalau saat ini dia sedang memikirkan sesuatu.
“Hmm, San. Kami berdua mempunyai kabar buruk untuk kalian bedua,” ucap Papa Atmaja yang memulai membuka obrolannya.
Mendengar ucapan Papa Atmaja seperti itu, sontak membuat Papa Sanjaya dan Mama Fanya yang mendengarnya pun menjadi merasa khawatir.
“Maksud kamu kabar buruk itu apa, At?” tanya Papa Sanjaya.
Dengan tanpa basa-basi, Papa Atmaja pun menjawab, “Tasya menghilang, San. Dia sampai sekarang belum pulang dari terakhir dia bilang kalau ingin menemui Davian.”
“Apa?!...” ucap Mama Fanya terkejut, “Bukannya waktu itu dia sudah pulang?”
Mama Rahma pun menggelengkan kepalanya dan kemudian berkata, “Belum, Mbak. Dia sampai saat ini belum pulang ke rumah. Kami juga sudah berusaha menghubungi ponselnya, tapi ponselnya gak aktif.”
Mama Fanya yang mendengar itu pun langsung terduduk lemas karena syok mendengrnya.
“Andaikan waktu itu kita langsung menahannya untuk pergi,” gumam Mama Fanya tapi masih bisa terdengar oleh semua orang yang ada di sana.
__ADS_1
Mama Rahma yang mendengar gumaman Mama Fanya ini pun merasa penasaran dan akhirnya pun bertanya, “Sebenarnya apa yang sudah terjadi, Mbak?”
Mendengar pertanyaan itu, Papa sanjaya lha yang akhirnya menjawab dan menjelaskan semuanya secara singkat namun jelas. Sehingga membuat Papa Atmaja dan Mama Rahma pun merasa malu dengan apa yang sudah dilakukan anak mereka pada Davian dan istrinya.
“Mbak, kami selaku orang tua Tasya ingin meminta maaf atas sikap yang telah dilakukan oleh Tasya,” ucap Mama Rahma.
“Iya. Gak apa-apa. Keluarga kami pun ada salah pada Tasya,” ucap Papa Sanjaya.
Mereka pun akhirnya sama-sama saling meminta maaf dan juga memaafkan.
“Terus sekarang bagaimana? Apa yang harus kita lakukan? Ke mana kita harus mencari Tasya?” tanya Mama Rahma lirih dan putus asa.
Mereka pun sama-sama saling terdiam sejenak hingga akhirnya Papa Sanjaya berkata, “Biar coba aku hubungi Davian dan istrinya. Siapa tahu mereka punya cara untuk bisa menemukan Tasya.”
Mendengar ucapan Papa Sanjaya, Mama Fanya pun menimpalinya dengan berkata, “Iya, Pa. Coba Papa hubungi Davian. Siapa tahu aja dia bisa bantu kita menemukan solusinya.”
Tanpa banyak bicara, Papa Sanjaya pun langsung mengambil ponselnya dan dengan segera menghubungi Davian.
“Halo Dav,” ucap Papa Asnjaya saat telepon di angkat oleh Davian.
“Halo, Pa. Ada apa?” tanya Davian.
“Gak begitu sibuk, Pa. Ada apa ya?” tanya Davian bingung.
“Kamu bisa ke rumah gak sekarang? Ajak istrimu juga,” ucap Papa Sanjaya.
“Ya baiklah Pa. Davi akan ke sana dengan Vidia,” sahut Davian.
“Iya. Papa tunggu ya. Jangan terlalu lama datangnya,” ucap Papa Sanjaya agak sedikit memaksakan.
Davian pun merasa bingung kenapa Papanya sangat ingin sekali bertemu dengannya dan juga Vidia. Dalam hati Davian, dia merasa kalau sedang terjadi suatu masalah di sana.
“Iya, Pa. Davi usahakan datang cepat,” sahut Davian yang kemudian telepon pun mereka akhiri.
***
Kira-kira dua jam kemudian, Davian dan Vidia pun sampai di rumah Papa Sanjaya. Saat sampai di sana, dia sangat terkejut karena ternyata ada Papa Atmaja dan Mama Rahma yang juga ada di sana.
“Dav, syukurlah kamu akhirnya sudah datang,” ucap Mama Fanya.
__ADS_1
“Iya, Ma. Tapi ada apa ya Ma kami di suruh cepat-cepat datang ke sini?” tanya Davian bingung.
Melihat anaknya bingung, Papa Sanjaya pun meyuruh agar Davian dan Vidia terlebih dahulu masuk ke dalam.
“Begini, Dav. Kami punya kabar buruk yang ingin kami sampaikan pada kalian berdua,” ucap Papa Sanjaya memulai percakapan.
“Kabar buruk?! Kabar buruk gimana maksud Papa?” tanya Davian bingung.
Papa Sanjaya pun menghela napas panjang dan setelah itu mencertikan semuanya pada Davian dan juga Vidia.
Sementara itu, Davian dan Vidia yang mendengarkan cerita dari Papa Sanjaya pun hanya bisa saling lihat antara satu dengan lainnya.
“…nah, sekarang kalian kan sudah tahu ceritanya. Jadi kami ingin meminta bantuanmu untuk mencari keberadaan Tasya,” ucap Papa Sanjaya.
Davian yang dimintai tolong seperti itu pun juga sebenarnya bingung bagaimana cara membantu menemukan Tasya. Karena dari yang selama ini dia ketahui tentang Tasya, Tasya adalah seorang perempuann yang tidak suka di atur dan semau dia sendiri. Jadi, dalam hal ini pun Davian merasa jika sudah saatnya Tasya ingin pulang, dia akan pulang dengan sendirinya.
“Pa, Ma, Om, dan Tante.. bukan karena Davi gak mau bantu. Tapi menurut Davi, jika suasana hati Tasya sudah membaik, dia tentu akan pulang sendiri,” ucap Davian.
Mendengar apa yang di katakan oleh Davian, Papa Atmaja pun berkata, “Memang benar dengan apa yang barusan kamu katakan, Dav. Hanya saja, kami sebagai orang tuanya tidak pernah merasa sekhawatir ini sebelumnya.”
Davian pun terdiam mendengar apa yang di katakan oleh Papa Atmaja dan dia pun bisa mengerti bagaimana perasaan yang sedang di rasakan oleh orang tua Tasya.
Dengan menghela nafas panjang, Davian pun akhirnya berkata, “Ya baiklah kalau begitu. Davi akan coba usahakan untuk mencari keberadaan Tasya. Namun Davi pun tidak bisa janji kalau Davi akan bisa menemukannya.”
“Iya. Gak apa-apa, Dav. Terima kasih banyak atas bantuanmu,” ucap Mama Rahma.
“Sama-sama, Tan.”
***
Saat perjalanan pulang, Vidia pun bertanya, “Mas, bagaimana caranya kamu mencari Tasya?”
Davian pun mengangkat ke dua bahunya, tanda dia sendiri juga belum menemukan caranya sehingga membuat Vidia menepuk jidatnya.
Semenatara itu, di sisi lain dan di saat yang bersamaan, ternyata Tasya selalu memperhatikan gerak-gerik dari Davian dan Vidia.
“Kalian tunggu saja tanggal mainnya. Hahahaha…”
Bersambung….
__ADS_1