Terpaksa Menikahi CEO Psikopat

Terpaksa Menikahi CEO Psikopat
bab 10.


__ADS_3

Renata yang masih bersantai menunggu jam berjalan agar ia bisa ke kantor dengan bus, supaya boss nya yang gila itu tidak curiga.


"Sepertinya sudah saatnya, aku akan pergi menaiki buss sekarang". Renata pergi dan mencari buss.


"Benar yang Arsen bilang. Boss kan bilang gak boleh naik mobil dan ojek berarti naik bus boleh dong, hehehe". Renata terkekeh dalam buss.


Renata sedikit mengacak-acak rambutnya agar terlihat seperti kelelahan, ia juga membuat tampilannya berantakan.


Tak lama ia juga sampai di kantor dan berlari dari bus berhenti ke dalam kantor.


"Lihat dia kenapa?". Ucap salah satu pegawai.


Renata pura-pura kelelahan dan memasuki ruangan Rans dengan nada terengah-engah.


"Boss saya sampai". Ucap Renata pura-pura mengambil nafas


"Kamu beneran jalan ke sini?".


"Iya boss, boss gak lihat saya kelelahan seperti ini?". Ucap Renata melirik.


Ransh melihat sepatu Renata yang tampak bersih padahal tadi sedikit turun hujan, jika ia benar-benar berjalan pasti sepatunya kotor.


"Hmm cape ya?". Tanya Ransh.


"Iya boss, cape banget".


"Ohh cape ya?".


Kenapa dia kaya gak percaya. Ucap Renata dalam hati.


"Tapi ko sepatu kamu gak kotor ya padahal di luar becek loh tadi hujan sebentar". Ucap Ransh


Aduh kacau, kenapa gak kepikiran tadi sempet gerimis ya. Ucap Lagi Renata dalam hati.


"Mau alasan apa kamu?". Tanya Ransh.


"Heheh maaf boss, kan boss bilang gak boleh naik mobil dan ojek, jadi saya naik buss". Ucap Renata polos.


"Astaga, jadi kamu naik buss?".


"Iya boss, hehe jangan pecat saya ya boss, saya butuh banget pekerjaan ini boss, masa boss tega sama anak yatim piatu kaya saya gini". Ucap Leana.


"Oke karena saya sedang berbaik hati, sekarang kamu pilih sendiri hukuman apa yang harus kamu lakukan". Ucap ransh.


"Hukumannya pilih sendiri boss?".


"Iya".


"Kalau hukumannya tidur sampai pagi gimana boss?". Ucap Renata asal karena dia sangat mengantuk.


"Apa kamu yakin dengan pilihan kamu itu?". Tanya Ransh.


"Yakin boss". Ucap Renata kegirangan.


"Oke, kamu harus tidur sampai pagi".


"Terimakasih boss". Renata mengambil tasnya untuk pulang.


"Tidur sampai pagi di kantor". Sambung Ransh.


"Hah di kantor". Renata terkejut.

__ADS_1


"Iya, kamu sendiri yang memiliki hukumanmu itu".


"Tapi boss maksud saya tidur di kosan". Ucap Renata kesal.


"Kalau tidur di kostan mu itu namanya bukan hukuman". Ucap Ransh.


"Tapi boss jangan tidur di kantor boss saya takut".


"Kamu yang sudah memilih hukuman kamu sendiri, kamu lebih baik tidur di dalam kantor apa di tempat parkir tinggal pilih Saja". Ucap Ransh serius.


"Jangan bos, saya takut ada pocong".


"Ajak aja tidur sama kamu, biar jadi guling". Ransh pergi meninggalkan ruangannya.


Karena sudah waktu pulang kerja beberapa staf sudah membubarkan diri hanya tinggal beberapa saja yang masih di kantor karena lembur


"Boss jangan pergi boss".


"Kalau kamu sampai pulang, itu tandanya kamu ingin dipecat, jalani hukumanmu dengan benar". Ucap ransh


"Tapi saya takut boss".


"Saya tidak peduli, makanya jangan pernah berbuat kesalahan apapun dan sekecil apapun karena selalu ada konsekuensinya.


Ransh pun pergi meninggalkan Renata yang masih bingung.


"Dasar boss gila, kenapa aku harus bekerja dengan manusia setengah dajjal seperti itu"  ucap Renata mengiringi kepergian Leana.


Semakin lama para staf dan karyawan lain mulai meninggalkan kantor.


"Nona gak pulang?". Tanya pak satpam yang memeriksa sekeliling sebelum mengunci kantor.


"Apa? Mau tidur di kantor, apa gak takut?". Tanya pak satpam.


"Takut banget pak, bapak mau gak temenin saya nanti kalau saya sudah gajian saya bakal kasih bapa uang".


"Tapi non".


"Plisss pak saya takut banget, nanti kalau ada pocong gimana pak?". Ucap Renata hampir menangis.


"Gak bakal ada pocong non, paling kuntilanak haha"..goda pak satpam saat Renata sedang ketakutan.


"Jangan gitu dong pak".


"Lagian kenapa tidur di kantor si non?".


"Boss bapak tuh, kejamnya melebihi ibu tiri". Ucap Renata kesal.


"Haha tapi aslinya pak Ransh itu baik ko non, baik banget malah, tapi kalau soal kerjaan dia memang sedikit kejam, kaya terobsesi sama pekerjaan gitu non. Buktinya sampai sekarang pak Ransh belum pernah punya pacar". Ucap pak Satpam.


"Ya iya lah pak, mana ada yang mau sama dia, para wanita juga pada kabur kali pak liat sikap dia yang kaya dajjal gitu kalau marah",


"Tapi non jangan salah sangka, banyak loh yang ngejar-ngejar pak Ransh, cuma belum ada yang memikat hatinya".


"Ihh pasti cewek aneh yang ngejar-ngejar cowok kaya gitu. Kalau aku si engga mau". Ucap Leanna.


"Jangan gitu non biasanya yang benci banget bisa jadi cinta haha". Pak satpam menggoda.


"Huh jangan deh pak, aku bisa kurus kering tinggal tulang kalau sampai jatuh cinta sama dia". Ucap Leana


"Hehe ya sudah ah, bapak mau pulang dulu ya. Bapa kunci ya dari luar".

__ADS_1


"Yah pak saya beneran sendirian ini, kalau saya dikepung pocong saya lari nya gimana kalau dikunci dari luar".  Ucap Renata memelas.


"Hmm kalau engga non aja deh yang pegang kuncinya. Nanti non kunci dari dalam, tapi pagi-pagi harus sudah bangun dan buka kuncinya. Gimana?".


"Ya sudah sini pak". Renata mengambil kunci dari pak Satpam".


"Hati-hati ya non banyak tikus".


"Saya mah gak takut pak sama tikus, rumah saya di kampung dulu banyak tikus. Saya cuma takut ada pocong berwujud kuntilanak nanti". Ucap Leana.


"Haha ada-ada aja si non, usah saya pamit ya. Non hati-hati di sini ya". Ucap pak satpam meninggalkan Leana.


"Ini beneran harus tidur, apa aku pulang aja ya, pak Ransh mana mungkin tau kalau aku pulang, besok pagi-pagi aku datang lebih awal". Renata merencanakan sesuatu.


Saat ia melangkahkan kakinya tiba-tiba ponselnya berbunyi


"Kodok bunting". Ucap Renata kaget.


"Ya ampun ngagetin aja ini telpon, siapa sih lagian". Ucap Renata melihat nama pak CEO dajjal di ponselnya.


"Ngapain lagi ini nelpon segala"


"Hallo, ada apa pak?"


"Kamu jangan coba-coba membohongi saya dengan pulang ke rumah dan tidak tidur di kantor, cctv kantor langsung terhubung ke ponsel saya, jadi jika kamu pulang saya akan tahu, dan kamu pasti tahu konsekuensinya.


"Pak tapi".


"Tiittt".


Telpon langsung diputus oleh Ransh.


"Astaga arghhh kenapa dia sangat menyebalkan. Pengen aku cincang terus kasihin ke buaya buat sarapan, jadi psikopat-psikopat deh kesel banget".


Renata mengomel di depan ponsel yang sudah mati.


"Huh kalau saja aku banyak uang, aku gak mungkin cari kerja sampai segini nya. Aku pasti bisa fokus kuliah, tapi garis takdir sudah memilihku untuk menjalaninya. Hmm mau gak mau deh harus tidur disini malam ini, semoga saja bisa langsung tidur dan bangun pas pagi datang". Ucap Renata menenangkan dirinya sendiri.


Ransh yang memperhatikan Renata dari ponselnya pun bertanya-tanya kenapa wajah Renata berubah jadi murung.


"Kenapa dia, tadi seperti orang marah-marah. Sekarang wajahnya berubah jadi sedih, apa dia takut?". Tanya Ransh.


"Kamu sedang lihat apa Ransh". Tanya ayahnya memperhatikan Ransh.


"Tidak, hanya memihat kelinci kecil sedang ketakutan". Ucap Ransh asal.


"Tumben segala lihat binatang-binatang".


Ransh hanya diam mendengar jawaban ayahnya.


"Coba sini ayah lihat". Ucap Ayah Ransh.


"Engga usah yah, nanti ayah malah ceramah". Ransh bangun dari duduknya.


"Kamu mau kemana, kenapa juga ayah ceramah hanya karena melihar kelinci ketakutan".


"Aku mau pulang sudah malam".


"Gak menginap saja". Tanya mamahnya yang baru ikut bergabung


"Gak mah, aku pulang saja, muach". Ransh mencium mamahnya dan pamit pergi.

__ADS_1


__ADS_2