
Tidak ada suara ataupun sahutan dari dalam kamar mandi seolah tidak memperdulikan ucapan Renata yang terus meneriaki dari luar.
"seseorang, Cepatlah!!! aku sudah telat Kenapa lama sekali di dalam kamar mandi apa kamu sedang bermimpi di dalam sana?". Renata berusaha untuk mengencangkan suaranya agar seseorang di dalam kamar mandi itu mau membuka pintunya. tapi tidak ada suara juga sepertinya seseorang di dalam kamar mandi memang sengaja membuat Renata telat Berangkat ke kantor.
akhirnya Renata pun kembali ke kamar kosannya dan mengambil air mineral untuk cuci muka, karena tidak mungkin menunggu seseorang di dalam kamar mandi itu untuk keluar karena Renata sudah sangat telat dia tidak ingin dimarahi oleh bosnya.
"Syukurin, biarin aja biar dia telat dan di pecat sama bosnya. Aku mau Renata seperti dulu, sekarang dia banyak berubah". Ternyata seseorang yang di dalam kamar mandi adalah Arsen yang sengaja bangun mendahului Renata agar ia bisa masuk kamar mandi lebih dulu dan membuat Renata telat.
"Arghh semoga saja bos tidak tahu kalau aku tidak mandi". Renata menyemprotkan parfum ke tubuhnya yang sudah rapih dengan setelan formalnya.
Renata pergi ke kantor seperti biasa. Ia menaikin bus dan untung saja tidak telat, jika ia menunggu terus di depan kamar mandi sudah pasti ia akan mendengar bosnya marah-marah.
Renata memasuki ruangannya dan melihat orang asing duduk di bangku bosnya dengan kaki yang di angkat ke atas.
"Siapa kamu?". Renata memasuki ruangan dengan ragu.
"Hey cantik sekali, siapa kamu?". Pria itu langsung menurunkan kakinya dan menghampiri Renata
"Aku sekretaris bos Ransh, kamu siapa, ko duduk di sana". Renata masih mematung di depan pintu.
"Oh dia tidak bilang, dia memiliki sekretaris cantik sepertimu". Pria itu semakin dekat dengan Renata
"Wawww besar sekali". Pria itu menatap ke arah dada Renata
"Jangan kurang ajar, siapa kamu?". Renata mundur saat pria itu semakin maju.
"Ihhh kalau galak gitu makin gemes tau".
"Aku timpuk kamu". Renata melepas sepatunya dan mengangkatnya ke atas bersiap untuk melemparkannya.
"Wowowow tahan dulu, aku adiknya Ransh, dia sedang ada urusan jadi aku yang menggantikannya sementara, namaku Seno". Pria itu mengulirkan tangannya.
"Aku Renata . Renata membalas uluran tangan Seno.
"Bos tidak pernah cerita kalau dia punya adik aku juga belum pernah melihat mu di sini". Renata merasa ragu karna belum pernah melihat seno di kantor Ransh.
"Aku baru pulang dari luar negeri, jadi wajar saja kalau kamu balum pernah melihatku". Seno kembali ke kursinya.
"Maaf kalau begitu bos". Renata memakai sepatunya kembali
"Jangan terlalu kaku, panggil saja Seno".
__ADS_1
"Tapi".
"Aku tidak memberimu pilihan ,ini adalah perintah". Seno memotong ucapan Renata
"Baiklah Seno". Walaupun sungkan Renata tetap memanggil namanya.
"Sudah sarapan belum?". Seno melirik Renata
"Pasti belum, karna kamu diam saja, kalau gitu ikut aku". Seno menarik tangan Renata dan tidak membiarkannya berkata apapun.
"Tapi saya harus bekerja".
Tidak perduli dengan apa yang di ucapankan oleh Renata Seno terus menarik tangan Renata dan mengajaknya untuk sarapan bersama.
"Kita mau kemana, ko naik mobil?". Seno membukakan pintu mobil untuk Renata
"Aku sudah bilang tadi, kita akan makan sarapan". Seno menjawab dengan enteng pertanyaan Renata
"Tapi aku biasa makan di kantin kantor". Renata menolak untuk masuk mobil.
"Aku ingin yang tidak biasa". Seno menekuk tubuh Renata dan memaksanya untuk masuk ke dalam mobil.
"Dia tidak akan tahu, dan aku tidak akan membiarkan dia memecatmu". Seno berusaha membuat Renata tenang.
"Tapi".
"Terlalu banyak tapi, cepat masuk".
Dengan terpaksa seperti sedang di culik, Renata pun masuk ke dalam mobil dan Seno langsung melajukan mobilnya dengan cepat meninggalkan kantor.
"Aku takut, tolong kita kembali saja ke kantor". Renata sangat cemas.
"Jangan khawatir, tenang saja releks kan tubuhmu jangan terlalu kaku, kamu pasti sangat tertekan bekerja dengan Ransh, pria membosankan itu kan, apa dia sangat galak,.dia terkenal kejam dan dingin". Seno menjelek-jelekan kakaknya.
"Tidak ko, dia sangat baik". Renata menyangkal ucapan seno tentang bosnya itu.
"Kamu pasti berbohong, aku saja adiknya sangat kesal melihat dirinya yang sangat kaku menikamati hidup dengan bekerja dan bekerja. Dia sama sekali tidak bisa menikmati hidup yang singkat ini". Seno sangat berbalik dari kakanya Ransh yang sangat ambisius dalam bekerja. Seno lebih santai dan menikmati hidup, walaupun begitu ia tetap bisa mengelola perusahaan milik ayahnya diluar negeri.
"Tapi dia kemarin sangat baik, sampai mengajakku makan siang di restoran mewah". Renata terus membela bosnya itu.
"Tidak mungkin, atau dia menyukaimu. Karena kamu adalah wanita pertama yang di ajak makan bersama dengannya".
__ADS_1
"Tidak mungkin, aku hanya sekretaris". Renata menunduk malu.
"Aku rela berkelahi agar bisa memenangkan wanita sepertimu". Seno berusaha menggoda Renata
Bukannya senang Renata malah kesal dan ingin kembali ke kantor saja.
"Aku ingin kembali ke kantor saja". Renata membuang muka ke arah luar.
"Jangan seperti itu, aku mau mengajakmu makan di restoran yang lebih mewah dari restoran kemarin Ransh mengajakmu". Seno berusaha mencari perhatian Renata
Renata pun hanya diam sepanjang perjalanan, ia takut jika Ransh akan marah jika mengetahui dirinya tidak ada di kantor saat ini dan malah pergi bersama pria yang mengaku sebagai adiknya.
'Jangan sampai bos memecatku karena semua ini, ahh aku ingin kembali ke kantor, tapi pria ini terus memaksaku'. Batin Renata berbicara.
"Sudah sampai, ayo kita turun". Seno membukakan pintu mobil untuk Renata , ia merasa sangat dihargai tidak seperti saat pergi bersama bosnya, boro-boro bukain pintu mobil di tungguin juga gak.
Renata terbangun dari lamunannya dan turun dari mobil, entah mimpi apa ia semalam sampai di perlakukan dengan baik seperti ini, bahkan sampai di ajak makan di restoran mewah.
"Ya ampun ini restoran atau museum, gede banget". Renata menatap ke dalam restoran
"Haha ko museum si, lucu banget kamu, ayo masuk". Seno menggandeng tangan Renata dan membawanya ke dalam.
Mereka makan di meja yang berada di lantai atas. Karena di lantai bawah sangat ramai.
Mereka duduk dan pelayan memberikan buku menu.
'Ini si makanannya sama kaya yang kemarin, ahh aku pesan atau tidak ya, kemarin aku menghabiskan uang lima juta untuk sekali makan. Dan apa akan terulang lagi sekarang, minta mentahnya boleh gak ya?'. Ucap Renata dalam hati sambil memegangi buku menu.
"Aku mau yang ini, ini, dan yang ini, minumnya ini ya". Seno memesan sambil menunjuk buku menu.
"Baik ada lagi?". Ucap pelayan perempuan yang berdiri di samping Renata
"Kamu mau pesan apa?". Seno menahan pelayan pergi karena Renata belum memesan apapun.
"Aku bingung, aku samain aja deh sama kamu". Renata takut memesan terlalu banyak seperti kemarin.
"Ya sudah. Berarti pesanan dia sama kaya tadi ya". Ucap seno ramah pada pelayan
"Baik, terimakasih. Ditunggu ya". Pelayan pergi membawa menu pesanan yang mereka pesan. Renata tidak tahu apa yang Seno pesan, ia hanya mengikutinya saja.
Seno selalu ramah dan tersenyum sangat berbeda dengan Ransh yang kaku dan menyebalkan.
__ADS_1