Terpaksa Menikahi CEO Psikopat

Terpaksa Menikahi CEO Psikopat
bab 31.


__ADS_3

"Ada apa lagi teriak-teriak". Ransh berjalan menghampiri Renata .


"Bos!!!". Panggil Renata lagi dengan suara lebih kencang.


"Bisa gak jangan teriak-teriak di rumah saja!". Ransh menghampiri Renata yang ada di kamar tamu.


Ia melihat Renata masih memakai handuk.


"Lihat ini, apa kamu sengaja membelikan aku baju yang tidak layak pakai ini?". Renata melempar baju pada bosnya itu.


Ransh melihat baju yang menang sangat kurang bahan itu.


"Aku tidak tahu, anak buahku yang membelikannya". Ucap Ransh yang berbohong, ia memang meminta anak buahnya untuk membelikan baju yang seksi untuk Renata .


"Aku tidak mau memakainya!". Renata membuang muka.


.


"Lalu kamu mau memakai baju apa?". Ransh melihat Renata masih memakai handuk.


"Apa saya, melihat ini semua bajunya seksi!". Renata memperlihatkan isi lemari.


"Ya sudah untuk malam ini, kamu pakai saja baju itu dulu, besok pagi saya akan belikan lagi!". Ucap Ransh.


"Tidak mau, saya pakai baju bos saja ya?". Tanya Renata .


"Tidak, awas saja kamu berani memakai baju saya!". Ucap Ransh.


"Tapi bos!"


"Ya Sudah pakai saja handuk itu, lagian sudah malam kamu pakai baju seksi pun tidak akan ada yang melihat, kunci saja pintunya!".


"Ya sudah bos keluar sana, pokoknya besok pagi belikan saya baju yang layak!". Ucap Renata .


"Bisa-bisanya memerintah bos, baiklah!". Ucap Ransh.


Renata pun menutup pintu dan menguncinya dari luar.


Tiba-tiba terdengar suara Seno dari luar.


"Mas!!". Teriak Seno membuat Ransh terkejut. Ia segera datang menghampiri Seno sebelum ia menemui nya di kamar Renata .


"Ngapain kamu ke sini!". Ransh langsung menghampiri Seno yang baru sampai.


"Gua mau buat perhitungan sama mas!".

__ADS_1


"Besok saja buat perhitungannya, sekarang kamu pulang!". Ransh mendorong Seno.


"Mas apa-apaan sih ini, aku baru juga sampai, aku mau ngomong dulu!". Ucap Seno yang terkejut dengan perlakukan kakaknya itu.


"Besok saja aku bilang, besok aku ke rumah mamah, kita ketemu dan bicara di sana saja!". Ransh mendorong Seno lagi.


"Tapi mas, gue mau nginep di rumah lo!". Seno berusaha menahan dorongan Ransh.


"Jangan!". Ucap Ransh.


"Kenapa, ada yang lo sembunyiin ya?". Ucap Seno melihat ke dalam rumah Ransh.


"Apaan sih, gak ada yang di sembunyiin, aku mau pergi jadi kamu juga harus pergi!". Ucap Ransh memberi alasan.


"Pergi kemana malam-malam ini". Tanya Seno.


"Ada acara diluar, udah jangan banyak tanya, cepat pulang sana!". Ransh mendorong seno sampai keluar rumahnya.


"Mas kalau mau pergi ,pergi saja gue mau nunggu di dalam!". Ucap Seno.


"Tidak, kamu pulang sekarang!!". Ucap Ransh menarik tangan seno yang mencoba ke dalam.


"Huh nyebelin banget, oke gua pergi dan besok lo harus ke rumah mamah, gue mau bicara penting!!". Ucap Seno.


"Iya-ya sabar!". Seno merasa curiga dengan sikap kakaknya yang aneh


Dengan terpaksa Seno pun pergi dari rumah Ransh


"Ah rese banget!". Ucap Seno dalam mobil.


"Clubbing aja lah!". Seno meninggalkan rumah Ransh.


"Huh akhirnya!". Ransh menghela nafas panjang setelah kepergian Seno.


Ia segera masuk rumahnya dan menguncinya dari dalam.


"Untung saja dia tidak memaksa masuk!, gawat jika dia tahu ada Renata di dalam kamar". Ransh melangkah ke dalam rumah.


"Hm Renata sudah tidur belum ya?". Ransh tidak mendengar suara apapun dari kamar Renata .


"Apa dia sudah memakai baju yang aku belikan tadi?". Ransh terus berbicara sendiri


"Aku sangat ingin melihatnya memakai baju itu". Ransh melangkah ke kamar tamu yang ada Renata di dalamnya.


Ransh melangkah pelan mendekati kamar Renata , ia mendekatkan telinganya ke dekat pintu dan memastikan Renata sudah tidur.

__ADS_1


Ia mencoba membuka pintu tapi terkunci dari dalam. Ia sudah tahu makanya ia membawa kunci cadangan. Dengan perlahan ia membuka pintu kamar dengan hati-hati


Dan benar saja saat ia berhasil membuka pintu ia melihat Renata sudah tertidur. Karena saat ini sudah sangat larut sekitar jam sebelas malam.


"Dia sangat cantik!". Ucap Ransh melihat Renata yang sedang tertidur. Tapi tubuhnya tertutup selimut tebal.


Pelan-pelan Ransh menarik selimut yang menutupi tubuh Renata . Dengan sangat hati-hati agar Renata tidak terbangun. Akhirnya selimut pun lepas dari tubuh Renata dan memperlihatkan penampilan yang sangat indah, Renata benar-benar memakai baju yang Ransh belikan. Dres mini berwarna hitam dengan tali kecil untuk penyangga. Bahkan tinggi dres hanya menutupi bok*ngnya saja.


"Ya tuhan dia sangat sempurna!". Ransh terus menatap tubuh Renata yang ada di depannya. Gundukan d*da yang terpampang jelas tanpa ada yang menghalangi.


"Itu yang membuatku candu, apa aku harus melakukannya lagi?". Ransh melihat Renata yang sangat pulas.


Perlahan Ransh mendekati Renata dan duduk di samping ranjang tempat tidur. Untuk memastikan Renata benar-benar pulas ia mencoba mengusap rambut Renata perlahan. Tidak ada respon apapun menandakan jika Renata memang sudah sangat lelap.


Ransh menatap wajah Renata yang semakin lama semakin cantik, ia sangat terpesona dengan wanita yang awalnya biasa saja dan sekarang malah menjadi candu untuknya. Ia tidak akan membiarkan siapapun memilikinya termasuk adiknya Seno.


"Kamu hanya akan menjadi milikku, tidak ada yang boleh memilikimu selain aku!". Ucap Ransh di samping Renata .


"Bahkan seno, aku tidak akan membiarkannya mendekatimu bahkan memilikimu!". Lanjut Ransh.


Ia pun melihat belahan dada Renata dan mencoba menurunkan baju Renata sedikit sampai terlihat dengan jelas lah gumpalan daging besar dan kenyal, ia menelan salivanya dengan kasar. Seolah tidak tahan dengan apa yang saat ini ia lihat.


Dengan ragu Ransh mendekatkan wajahnya pada d*da Renata . Ia mencium aroma tubuh Renata yang sangat harum. Ia menempelkan bibirnya pada p*ting merah jambu milik Renata . Ia takut Renata akan bangun tapi ia juga tidak bisa menahan hasratnya lagi.


Dengan ragu Ransh pun memberanikan diri menjulurkan lidahnya dan memainkan p*ting milik Renata . Dengan cepat Renata sedikit bereaksi dengan apa yang Ransh lakukan padanya.


Ransh menghentikan aktivitasnya menunggu Renata pulas lagi. Setelah tidak ada pergerakan Ransh memulainya lagi dengan isapan pelan pada salah satu p*ting Renata . Dan tangan ransh meremas d*da satunya.


Semakin lama Ransh semakin terbawa suasana. Ia tidak bisa menahan lagi, semakin kencang ia menghisap bahkan erangan pelan keluar dari mulut Renata . Tapi Ransh tidak memperdulikan itu ia terus melanjutkan aktifitas candunya itu.


Sampai akhirnya Ransh benar-benar hilang kontrol ia menghisap sangat kuat sampai Renata terbangun.


"Arghh apa yang bos lakukan!!". Renata terkejut karena Ransh berada di atasnya sedang menghisap p*ting miliknya dengan kasar


"Tolong diam saja Renata , aku mohon nikmati saja!". Ucap Ransh.


"Tidak, hentikan!!". Renata berusaha menyingkirkan Ransh dari atas tubuhnya. Tapi tubuhnya yang kecil tidak kuat melawan tubuh Ransh yang besar dan kekar.


"Hentikan tolong!!". Butiran bening keluar dari sudut matanya. Ia sangat kesal marah dan merasa jijik.


"Tolong diamlah!". Ransh tidak peduli dengan semua yang diucapkan Renata .


"Brengsek, hentikan!!". Renata semakin berani mencaci bosnya.


"Nikmati saja Renata , ini pasti menyenangkan, maaf aku tidak bisa menahannya lagi!!". Ransh mengukung Renata sampai Renata tidak bisa bergerak

__ADS_1


__ADS_2