Terpaksa Menikahi CEO Psikopat

Terpaksa Menikahi CEO Psikopat
bab 22.


__ADS_3

"Astaga ternyata sejak tadi dia tidur, dia membohongiku, dia tidur dengan suara dengkuran sangat keras seperti ini. Dasar kurang ajar, aku pikir dia sedang fokus bekerja". Ransh sangat kesal melihat Renata yang ternyata tertidur.


"Hey bangun". Ransh menggoyang- goyangkan tubuh Renata


Tiba-tiba Ransh merasa kasihan saat melihat wajah polos Renata sangat pulas apa lagi wajah cantik nya membuat Hati Ransh menjadi luluh


"Apa aku sudah keterlaluan, lagian ini sudah jam sembilan malam, bukan lagi jam untuk aku memaksanya bekerja dia terlihat sangat lelah". Ransh merasa kasihan pada Renata dan berniat untuk membantunya.


"Apa aku bangunkan dia dan menyuruh nya pulang saja ya, tapi sudah malam dia tidak mungkin pulang sendirian karena dia kan biasa naik bus". Ransh bingung sekarang harus berbuat apa karena Renata sudah tertidur


"Kalau sedang tidur seperti ini, dia memang terlihat sangat cantik. Pantas saja Seno langsung menyukainya". Ransh terpukau melihat kecantikan Renata yang sedang tertidur dan ia menyentuh pipi Renata yang sangat lembut dan halus seperti pantat bayi.


"Ah ada apa dengan aku ini. Kenapa malah seperti ini". Ransh terbawa suasana karena terpesona melihat kecantikan Renata


"Lebih baik aku membawa nya ke kamar saja agar dia bisa istirahat dengan nyaman tidak membungkuk seperti ini". Ransh mencoba menggendong Renata yang tertidur untuk di bawa ke kamar yang ada di dalam ruangan kerja milik Ransh


"Kenapa aku jadi sering sekali menggendong dia". Ransh dengan sekuat tenaga menggendong Renata . Tapi baju Renata tersangkut pada meja membuat Ransh kesulitan mengangkat Renata . Dengan terpaksa ia terus menarik Renata sampai kancing bajunya terbuka


"Astaga". Ransh melihat baju bagian dada Renata terbuka karena kancingnya terbuka membuat dada Renata terlihat jelas di mata Ransh.


Ransh yang sama sekali belum pernah melihat dada wanita secara langsung, sangat panik dan terkejut ia salah tingkah sampai berkeringat.


"Ransh langsung membawa Renata ke kamar yang ada di dalam ruangan kerja Ransh. Karena ransh memang sering menginap di kantor jadi dia membuat kamar khusus untuk diri nya.


Ransh meletakan Renata di ranjang tempat tidur. Ia melihat dada Renata yang terbuka. Dengan ukuran yang sangat besar itu membuat Ransh sangat tertantang untuk memegang nya. Karena dia sama sekali belum pernah melihat apalagi sampai memegang dada wanita. Dunianya selama ini hanya dipenuhi dengan pekerjaan, ransh sama sekali tidak memikirkan wanita bukan berarti dia tidak normal, jelas ransh sangat normal buktinya dia sampai keluar keringat melihat Renata yang seperti itu. Ia bahkan sangat sulit menahan bawahnya agar tidak mengeras.


"Si*lan kenapa ini harus terjadi". Ransh mengusap wajahnya dengan kasar sambil terus menatap dada Renata yang menantangnya untuk datang mendekat.


Jiwa laki-laki Ransh pun tidak bisa tertahan lagi, ia sangat bergairah melihat Renata dalam keadaan seperti itu. Ransh mendekat semakin dekat sampai wajahnya sudah berada di atas dada Renata , ia berhati-hati karena takut Renata akan bagun


Ia sedikit mendekatkan bibirnya pada p*ting Renata yang berwarna pink itu. Tidak ada yang Ransh lakukan lagi selain hanya mendekatkan bibirnya pada ujung p*ting, ia sangat takut kalau dia melakukan lebih Renata akan bangun dan meneriakinya.


Terdengar lagi suara dengkuran Renata yang membuat Ransh kaget dan menjauh.


"Ya tuhan dia hampir membuat jantungku copot"..ransh kembali mendekatkan bibirnya pada P*ting Renata dan sekarang ia membuka mulutnya pelan-pelan dan memasukan p*ting ke dalam mulutnya dengan hati-hati.


Ada perasaan aneh saat benda itu masuk ke dalam mulut Ransh. Ia sangat merasa seperti ada setrum yang menyerang tubuhnya. Ia tidak bisa menahan diri lagi untuk tidak menghisap nya. Dengan penuh keberanian akhirnya Ransh pun menghisapnya dengan lembut dan pelan. Tidak ada pergerakan apapun dari tubuh Renata . Ia sepertinya sangat lelap sekali. Mungkin karena lelah.


Ransh semakin tidak terkontrol lagi. Ia makin mempercepat hisapannya pada p*ting Renata . Dan tangan sebelahnya meremas pelan dada Renata yang satunya lagi.


Terdengar ******* kecil dari mulut Renata . Tapi dia tidak membuka matanya. Mungkin di bawah alam sadarnya ia merasakan apa yang sedang Ransh lakukan padanya.


Tak hanya sebentar ransh terus melakukan hal itu sampai satu jam lebih, ia sangat ketagihan melakukannya itu pada Renata . Mungkin karena ini adalah hal pertama baginya. Jiwa kelaki-lakian nya sangat tertantang.


Tapi Ransh tidak berani melakukan hal yang lebih dia hanya mengisap p*ting Renata saja. Dan itu sudah sangat membuatnya senang. Baru pertama sudah mendapatkan yang besar.


Ransh sama sekali tidak melepaskan bibirnya. Ia terus menghisap dan mengemut p*ting Renata yang sudah memerah.


Semalaman ia habiskan. Untuk melakukan itu pada Renata . Akhirnya setelah mencapai puncak di kamar mandi dengan tangannya sendiri. Dia pun menutup dan mengancingi baju Renata yang terbuka agar ia tidak curiga saat bangun tidur nanti.


Ransh kembali ke mejanya dan membiarkan Renata tidur di dalam kamar agar Renata tidak curiga. Saat ransh sudah mengantuk dia merebahkan tubuhnya di bangku kerja nya, ia memejamkan mata dan membayangkan apa yang sudah ia lakukan barusan ia sangat tidak menyangka bisa melakukan itu pada sekretaris kampungannya itu.


"Dia sangat cantik". Ransh membayangkan wajah Renata tadi saat dia melancarkan aksinya.


Ia pun tertidur pulas di atas bangku sambil terus membayangkan Renata , ia ingin sekali bermimpi dengan Renata .


***


"mah kenapa mas Ransh belum juga pulang sudah sangat larut?". Seno sedang bersama mamah dan papahnya.


"Mungkin dia langsung pulang ke rumahnya". Jawab andrey.


"Mas ransh sudah punya rumah sendiri pah?". Tanya Seno.


"Iya kamu tahu sendiri kakamu, sangat obsesi dalam pekerjaan, uangnya pasti sudah sangat banyak dan membeli rumah sendiri, tapi masalah wanita kenapa dia tidak seperti kamu, dia tidak pernah terlihat berpacaran". Ucap Rahma pada Seno.


"Mungkin dia tidak suka wanita mah". Seno menjawab asal.


"hey jangan sembarangan kamu". Rahma menggetok kepala seno dengan pas bunga kecil.


"auhhh becanda mah he he he". Seno tersenyum sangat lebar.


"kalau aku tahu Mas Ransh memiliki rumah sendiri, aku pulang ke rumah mas Ransh saja". Ucap Seno.


"maksud kamu apa, gak mau pulang ke rumah mamah gitu?". Rahma selalu kesal mendengar seno bicara, tapi itu lah yang ia rindukan jika Seno tidak ada.


"bukan gitu mah,  he he he kan aku mau lihat rumah mas Ransh". Seno mengganruk kepalanya yang tidal gatal.


"Boleh ya, aku mau ke rumah Mas ransh besok, aku mau menginap di sana". Lanjut Ransh.


"iya boleh tapi tidak boleh lama-lama ya, soalnya mamah masih kangen banget sama kamu".


"Mamah pikir aku gak kangen sama kamu, kangen juga lah". Seno memeluk mamahnya dengan erat.


***


Pagi datang Renata mulai membuka matanya ia sangat lelap tidur semalam sampai tidak tahu apa yang sudah terjadi padanya malam tadi.


"Ahhh kenapa aku ada di sini". Renata tidak merasakan apapun dan hal aneh pada tubuhnya.


Renata membangunkan tubuhnya dan melihat sekitar.


"Ini seperti sebuah kamar, dimana aku?". Renata keluar ternyata ia ada di dalam ruangan Ransh dan melihat Ransh sedang tertidur di atas bangku kerja dengan kaki tersangga di atas meja.


"Ya tuhan kenapa bos tidur di sana". Renata merasa tidak enak ia berjalan pelan melihat ke arah luar belum ada karyawan yang datang mungkin sekarang baru pukul enam pagi.


Renata bingung harus berbuat apa, ia juga tidak enak jika harus membangunkan bosnya yang sangat lelap.


Ia memutuskan untuk membersihkan tubuhnya di kamar mandi. Saat ia mandi ia merasa dadanya terlihat merah tidak seperti biasanya. Tapi ia masih berpikir positif mungkin karna iritasi pakaian dalam.


Setelah selesai membersihkan diri, ia langsung mengenakan baju dan bersiap untuk bekerja lagi. Ia seperti benar-benar kerja rodi bahkan ia tidak sempat pulang untuk ganti baju


Saat berada di meja kerjanya dan besiap untuk memulai melanjutkan pekerjaan yang semalam tertunda karena ia sangat mengantuk. Tapi tidak sengaja ia malah menjatuhkan laci yang berisi alat tulis sampai terdengar suara yang bising.


Brakkkk suara yang sangat keras terdengar membuat Ransh membuka mata dan mencari sumber suara yang membuatnya terbangun.


"Maaf bos". Renata jongkok dan mengambil alat kantor yang terjatuh.


"Kamu sudah bangun?" Ransh mengucek matanya dan beranjak dari bangku, ia masih ingat apa yang semalam sudah terjadi. Dan sepertinya Renata tidak merasakan apapun.


"Maaf sudah menggangu tidur bos, saya tidak sengaja menjatuhkannya".


"Tidak apa, memang sudah waktunya bangun".


"Maaf juga sudah ketiduran semalam, apa bos yang memindahkan saya ke dalam kamar". Tanya Renata yang membuat Ransh mematung sejenak.


'Apa dia ingat apa yang aku lakukan padanya semalam?' Ucap ransh dalam hati.


"Iya saya memindahkan kamu ke kamar, karena posisi tidur kamu membungkuk". Ransb menjawab dengan nada yang bergetar karena sedikit gerogi.


"Terimakasih bos, maaf sudah merepotkan". Renata merasa tidak enak. Padahal Ransh yang sangat enak semalam.


"Tidak apa, saya yang minta maaf karena membuatmu bekerja semalam sampai ketiduran. Hari ini kamu boleh pulang dan istirahat". Ransh mendekat pada Renata


"Tapi bos, pekerjaan saya masih banyak dan belum selesai". Renata meras. khawatir kenapa bosnya sangat baik.


"Tidak apa, kerjakan saja besok, sekarang kamu boleh pulang, dan istirahat". Ransh merasa hari ini juga ia akan beristirahat di rumah, pikirannya sangat kacau terus saja membayangkan kejadian semalam bersama Renata . Jika hari ini ia terus bersama Renata ia takut tidak bisa mengontrol dirinya. Maka dari itu Ransh menyuruh Renata untuk libur saja.


"Baik bos kalau begitu". Renata mengambil tas nya dan bersiap untuk pulang.


"Sebaiknya kamu pulang sekarang sebelum para keryawan datang". Ransh berbicara tanpa menatap wajah Renata ia takut semakin terpesona dengan kecantikan Renata


"Baik bos, terimakasih!". Renata mangambil tas dan melangkahkan kaki keluar ruangan dan bayangannya hilang begitu saja. Ransh menatap kepergian Renata yang sebenarnya membuatnya sedih. Ia mulai tertarik pada sekretaris kampungannya itu.


Ransh kembali ke kamar di dalam ruangannya yang menjadi saksi kejadian semalam yang sangat membuat kesan dalam hidup Ransh karena itu adalah pertama kali. Ia menatap ranjang yang semalam Renata tiduri. Ia membayangkan setiap detik yang ia lakukan pada Renata membuatnya seperti orang gila.


"Arghh Renata , kenapa kamu sekarang selalu ada di pikiranku, kenapa aku selalu membayangkanmu". Ransh menutup wajahnya di bantal.


"Sialan, sepertinya aku mulai menyukai Renata ".


"Aku tidak tahan,  aku ingin merasakannya lagi".


"Renata ".


Ransh terus saja memikirkan Renata bahkan sampai tertidur lagi di ranjang yang semalam Renata tiduri.


Tak lama Ransh tidur sudah terdengar suara bising yang membuatnya terbangun, sudah bisa menebak dengan suara kekacauan itu, tentu saja Seno yang datang.


"Mas Ransh lo dimana?". Seno berteriak di dalam ruangan


"Ada apa sih". Ransh keluar dari kamar.


"Ko lo keluar dari kamar sih, lo gak pulang emangnya?". Tanya Seno.


"Iya, kenapa emangnya?". Ransh menjawab dengan nada dingin.


"Trus Renata nginep juga?". Seno melihat sekeliling.


"Gila kali, gak lah dia pulang".  Ransh berbohong, akan bahaya jika Seno tahu kalau semalam ia bermalam bersama Renata di kantor.


"Ya kan gue nanya, trus Renata kemana sekarang? Belum datang ya?". Seno melihat meja kerja Renata masih kosong.


"Dia libur hari ini". Ransh duduk di bangkunya.


"Ko libur sih, kan bukan tanggal merah?". Seno kecewa sekali


"Ya dia pengen libur".


"Yahh gue pengen ketemu dia, malah zonk!, kasih tau tempat tinggal dia dong!". Seno merengek.


"Buat apa sih, repot-repot sampai mau ke tempat tinggalnya segala. Jangan macem-macem deh". Ransh merasa kesal dengan sikap Seno yang sepertinya menyukai Renata juga.


"Ya kenapa, orang gue pengen ketemu sama dia".


"Gak ada, aku gabakal kasih tahu alamatnya sama kamu, jadi jangan macem-macem deh, balik aja sana". Ransh mencoba mengalihkan pembicaraan


"Jangan gitu dong mas, gue pengen banget ketemu sama Renata , abisnya dia ngangenin banget orangnya". Seno tersenyum saat mengingat wajah Renata yang cantik.


"Udah ah berisik, aku mau pulang". Ransh mengambil ponselnya di meja kerja.


"Ko pulang mas, kan bukan hari libur?".


"Ya terserah bos lah. Mau pulang tinggal pulang gak harus hari libur". Ransh berjalan melewati Seno dan meninggalkannya.


"Tunggu mas". Seno mengejar kakanya yang sangat cepat berjalan keluar.


"Apa lagi, kan dah di bilang tadi, gak punya alamat Renata ".


"Gue mau ikut ke rumah lo boleh gak, mau nginep di sana". Seno tersenyum membujuk Ransh.


"Gak gak, pulang ke rumah mamah sana, kamu rese dan berisik". Ransh menolak dengan keras adiknya itu ikut kerumahnya, karena ransh suka suasana hening jika ada Seno sudah pasti rumah akan ramai dengan suara bisingnya.


"Yah jangan gitu dong mas, gue janji gak bakal berisik, gue kan mau tahu rumah lo.  Plis dong mas gue yang ganteng!". Seno terus membujuk Ransh agar mau mengajaknya pulang ke rumahnya.


"Oke tapi janji, jangan ribet dan jangan bikin rusuh". Ransh menatap Seno dan menunjuknya.


"Siap mas gue yang ganteng". Seno mengangkat dua jarinya tanpa berjanji.


"Yaudah ayo, awas aja berisik. Pulang ke rumah mamah langsung!". Ransh sangat tidak suka dengan suara yang bising..maka dari itu ia memilih tinggal di rumahnya sendirian tanpa pembantu rumah tangga. Hanya beberapa pria saja tiga hari sekali datang untuk membersihkan rumah Ransh.


"Mas masa lo gak tau tempat tinggal Renata si, kan lo bos nya". Seno bertanya saat sudah di dalam mobil.


"Trus kalau aku bosnya. Aku harus tau semua tentang Renata ?".


@@@@


"Iya dong". Ucap Seno dengan santai.


"Dasar bocil, sekalin aja tanya siapa mama tetangga Renata , ketua RT tempat Renata tinggal". Ransh kesal karena seno terus saja membicarakan Renata , sedangkan ia lagi berusaha menghilangkan Renata dari pikirannya. Walaupun sangat sulit karena nyatanya Renata selalu mengisi otak nya yang sekarang menjadi mesum, ia jadi memikirkan kapan ia bisa melakukan hal gila itu lagi pada Renata .


"Ih gila lo ya, senyum-senyum sendiri". Ransh melihat kakaknya sedang melamun


"Rese banget, ganggu tahu gak". Ransh kembali fokus menyetir.


"Lagian nyetir sambil melamun, mau ketemu malaikat pencabut nyawa lo?". Seno tidak tahu jika sekarang kakaknya selalu membayangkan Renata .


"Berisik". Ransh mengabaikan ucapan Seno dan pukus menyetir sambil terus memikirkan Renata . .


"Mas, kayanya gue tergila-gila deh sama Renata , gue harus ngelakuin berbagai cara agar bisa dapetin dia, dan lo harus dukung gue". Seno sampai di rumah Ransh.


"Kamu bukannya udah punya pacar ya, si Bella Bella itu kan namanya, bukanya sudah ada rencana mau tunangan segala?". Ransh ingin agar Seno tidak mendekati Renata .


"Bella kekanak-kanakan banget, ngambek mulu cape gue ngedepin sikapnya, beda banget sama Renata yang terlihatnya mandiri banget dan dewasa gitu pemikirannya!".


"Tau apa, baru ketemu sekali udah so tau banget, jangan berharap banyak deh sama Renata ,dia kampungan gak pantes masuk ke keluarga kita". Ransh mencari alasan yang mungkin masuk akal.


"Sejak kapan lo jadi kaya mamah, mandang orang dari kesetaraan sosial". Seno menatap kakanya itu.


"Ya itu kamu tau mamah kaya gimana, gak mungkin dia setuju kalau kamu sama Renata , jangan nyari masalah deh". Ransh tidak ingin Renata di miliki siapapun.


"Masa harus kalah sebelum berperang, gue bakal buktiin kalau mamah pasti ngerestuin gue sama Renata . Gue kan anak kesayangan mamah". Seno tersenyum lebar.

__ADS_1


"Alah, kesayangan kena geplak mulu kepalanya haha". Ransh tertawa dan berlalu.


"Jangan gitu lah mas, lo mau kemana?".


"Mandi".


"Gue main ps di lantai bawah, lo nyusul ya dah lama nih gue gak main ps bareng lo". Seno berteriak melihat kepergian kakanya menuju kamar


"Luas banget nih rumah, mas gue emang pinter banget nyari duit, cewek yang berhasil jadi istri mas Ransh pasti bakal bahagia banget". Seno melihat sekeliling rumah Ransh yang sangat luas dan mewah. Sedangkan ia hanya baru bisa membeli apartemen saja.


"Kira-kira siapa ya cewek yang beruntung bisa dapetin mas Ransh, selama ini belum ada satu cewek pun yang berhasil ngeluluhin hati dia, karena terlalu sibuk kerja mas ransh jadi gak sempet cari cewek. Sekalinya di jodohin sama mamah ceweknya prik semua. Kasihan mas ransh semoga saja nanti dia bisa dapetin cewek yang benar-benar dia cintai, salah mas ransh juga si terlalu terobsesi sama pekerjaan sampai gak menikmati hidup". Seno beranjak dan pergi ke ruang tv untuk bermain ps, dan menunggu Ransh selesai mandi.


"Tunggu dulu ini kan ponsel mas Ransh". Seno melihat sekitar tidak ada siapapun.


"Coba buka ah, siapa tau ada nomor teleponnya Renata , gue kan bisa telponan nanti sama dia". Seno mengambil dan membuka ponsel Ransh secara diam-diam. Jika ketahuan sudah pasti Seno akan kena marah.


"Renata , mana ya ko gada nomornya si?". Seno melihat kontak telepon di ponsel Ransh.


"Kenapa gak ada ya?, coba gue cari di story chat deh". Seno melanjutkan memencet ponsel Ransh untuk mencari nomor Renata .


Terlihat di story chat nomor dengan tulisan (sekretaris kampungan).


"Apa ini nomor telepon Renata . Jahat banget Ransh kasih nama kontak kaya gini". Seno melihat foto profil nomor tersebut.


"Beneran Renata , dasar ya mas Ransh keterlaluan banget".


"Harus cepat, keburu ketauan dia di geprek nanti gue". Seno menyalin no Renata dan menyimpan kembali ponsel Ransh ke tempat semula.


Sebenarnya dahulu Seno sempat memiliki kekasih yang sangat dia suka dan sudah berniat ingin menikah, ia mengenal wanita itu saat ia masih kuliah, ia bersama dengan wanita itu setiap hari. Karena satu jurusan dengan Seno, seno yang dahulu sudah memiliki sikap yang lucu dan ceria membuat wanita bernama ratna itu sangat tergila-gila dengan ransh.


Mereka selalu bersama dan serasa hidup mereka sangat bahagia, tidak akan ada yang bisa memisahkan mereka sampai kapanpun.


Seno sangat mencintai ratna karena Ratna adalah cinta pertamanya, dan begitu juga dengan Ratna, seno juga adalah cinta pertamanya, mereka adalah sepasang kekasih yang saling mencintai.


"Berjanjilah tidak akan meninggalkanku apapun yang terjadi". Ucap Seno pada Ratna saat itu berada di kantin kampus.


"Aku berjanji, tapi apa kamu juga bisa berjanji untuk tidak meninggalkanku dalam keadaan apapun". Tanya ratna.


"Aku berjanji, hanya kamu wanita yang akan bersamaku selamanya". Ucap Seno yang terus memegang tangan Ratna.


"Terimakasih sudah bersamaku". Ucap Ratna.


"Aku yang harusnya terimakasih".


"Tidak, aku yang harus berterimakasih. Karena kamu adalah anak orang kata sedangkan aku hanya anak tukang jahit keliling, tapi kamu mau menerima aku apa adanya". Ucap Ratna yang merasa dirinya sangat berbeda dengan Seno.


"Jangan bicara seperti itu, aku akan menerima apapun kondisimu, aku tidak perduli kamu anak siapa dan bagaimana pun keadaanmu, yang aku tahu aku sangat mencintaimu dan merasa nyaman dengamu".


Ratna hanya tersenyum ia sangat beruntung memiliki kekasih seperti Seno yang mau mencintai dirinya apa adanya. Karena di kampus ini memang banyak yang suka padanya tapi saat mereka tahu Ratna hanya anak dari penjahit keliling mereka langsung menjauhi Ratna.


Karena rata-rata mahasiawa di kampus adalah orang-orang kaya. Ratna beruntung bisa kuliah di sana karena beasiswa. Karena jika tanpa beasiswa tidak mungkin Ratna bisa kuliah disana.


"Kita jalan-jalan dulu yu sebelum pulang!". Ucap Seno.


"Jalan-jalan kemana?".


"Ke mall gimana?, kita belanja kamu mau beli sesuatu gak?". Tanya Seno lagi.


"Aku gak mau beli apa-apa, dan jangan buang-buang uang kamu terus, mending uangnya di tabung aja buat masa depan kamu, sayang tau uangnya banyak orang di sana yang susah cari uang, termasuk orang tua aku". Ucap Ratna yang tidak pernah mau jika Seno mengajaknya membeli barang yang tidak penting, ratna bukan wanita matre yang memanfaatkan Seno untuk memorot uangnya.


"Kamu tuh beda banget sama wanita-wanita lain, kalau wanita lain di ajak ke Mall pasti langsung mau gak pake mikir, apa lagi sampai di belanjain, tapi kamu malah nolak dan nyuruh aku nabung, padahal uang aku gak bakal habis cuma karena aku mau belanjain kamu". Ucap Seno.


"Ya tapi tetap aja aku gak mau kamu boros-boros, aku juga gak mau di bilang cewek matre, karena sering di belanjain sama kamu". Ucap ratna.


"Ya gak lah, kamu itu wanita paling baik dan paling sederhana yang aku kenal". Seno tersenyum pada Ratna.


"Mungkin aku orang pertama aja yang kamu kenal, tapi masih banyak ko orang yang lebih baik dari aku".. ratna selalu merendah diri.


"Gak pokonya kamu yang paling baik". Ucap Seno memaksa.


"Iya deh terserah kamu saja". Ratna tersenyum.


"Ya sudah jadi langsung pulang aja nih, aku masih kangen banget sama kamu". Ucap Seno dengan nada manja.


"Kita jalan-jalan di taman saja ya". Ucap Ratna.


"Oke deh".


Seni dan Ratna pun berjalan-jalan di taman sambil berpegangan tangan, mereka sangat terlihat mesra dan serasi.


Mereka menikmati indahnya pemandangan bunga-bunga yang ada di taman berjalan berdua sambari berbincang ringan.


Saat Seno dan Ratna berjalan-jalan di taman tak sengaja mamah Seno yang bernama Rahma melihat mereka. Rahma yang sedang naik mobil bersama suaminya tak sengaja melihat putra bungsunya jalan di taman bersama wanita asing..


Setelah puas berjalan-jalan di taman akhirnya mereka pun memutuskan untuk pulang. Seno mengantarkan Ratna pulang ke rumahnya.


"Mau mampir dulu gak, tapi rumahku jelek". Ucap Ratna.


"Rumahnya nyaman ko, jangan bilang gitu, aku sebenarnya pengen banget mampir tapi sudah sore aku gak enak sama orang tua kamu, aku langsung pulang saja ya!". Ucap Seno.


"Ya sudah kalau kaya gitu, makasih ya sudah anterina aku pulang, sudah ajak aku jalan-jalan juga". Ucap Ratna.


"Iya sama-sama, dah sampai jumpa!". Seno pun memasuki mobilnya dan pergi dari rumah Ratna.


Sampainya ia di rumah Seno langsung di hadang oleh ibunya.


"Darimana kamu?". Tanya Rahma.


"Dari kampus lah mah, dari mana lagi!". Ucap Seno.


"Jangan bohong sama mamah, bicara sekarang kamu dari mana dan sama siapa?". Rahma masih bertanya pada Seno karena ia tahu seno berbohong.


"Aku dari kampus mah". Seno masih saja bohong.


"Lalu siapa yang mamah lihat di taman bersama seorang wanita?". Ucap Rahma.


"Itu, teman aku tadi sebelum pulang aku mampir dulu ke taman untuk jalan-jalan". Ucap Seno menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Siapa namanya dan orang tua nya kerja apa?". Tanya Rahma.


"Kenapa si mah, cuma teman aja ko".


"Kalau teman gak mungkin sampai jalan-jalan berdua di taman sambil pegangan tangan". Ucap Rahma.


"Dia pasti pacar kamu kan". Lanjut Rahma.


"Iya dia pacar aku, mamah kepo banget lagian". Ucap Seno melempar tasnya kesembarang arah.


"Apa si mamah, pertanyaan gak penting banget". Ucap seno.


"Kata siapa gak penting, itu penting banget buat mamah, kamu itu harus punya pasangan yang seimbang harus dari kalangan berada dan bibit bobot yang jelas".


"Namanya Ratna mah dia wanita yang paling baik, dia juga sangat cantik". Ucap Seno sambil tersenyum.


"Bukan itu yang mamah tanyakan, mamah kan tadi nanya dia anak siapa?". Ucap Rahma.


"Dia anak tukang jahit keliling". Ucap Seno.


"Apa, tulang jahit keliling, yang benar saja kamu Seno, punya pacar anak orang susah, kamu itu anak pengusaha sukses kalau cari pacar itu yang setara dong sama kamu". Ucap Rahma.


"Mamah apa apaan si, ko malah mandang orang dari hartanya, ratna itu sangat baik beda dari wanita-wanita yang aku kenal selama ini". Ucap Seno.


"Ya dia baik sama kamu karena ada mau nya dia cuma mau harga kamu doang, jangan bodoh kamu jadi cowok, masa sama cewek miskin bisa di bodohi gitu aja". Ucap Rahma.


"Gak mah, Ratna bukan wanita seperti itu aku sangat mengenal Ratna dan aku tau dia wanita yang sangat baik".


"Gak pokoknya kamu harus jauhi dia jangan pacaran lagi sama wanita itu, astaga Seno kamu kenapa si sampai pacaran sama wanita anak tukang jahit segala, kaya gak ada lagi aja wanita di dunia ini". Ucap Rahma.


"Aku cinta sama dia mah, dan aku gak mau jauhin dia". Ucap Seno.


"Ada apa ini, kenapa ribut sekali". Ucap Andrey papah Seno.


"Ini pah anak kamu, masa pacaran sama cewek anak tukang jahit keliling, malu-maluin aja kan". Ucap Rahma pada suaminya.


"Memangnya kenapa mah, kalau Seno suka ya biarin saja yang penting wanita itu baik dan membawa hal positif untuk Seno". Ucap Andrey.


"Tuh kan mah, papah aja ngerti masa mamah engga si". Ucap Seno.


"Gak pokonya gak, awas aja kalau kamu kelihatan sama cewe itu lagi". Ucap Rahma.


"Mamah nyebelin banget". Seno pun pergi ke kamarnya meninggalkan mamah dan papahnya yang masih berdebat, papahnya yang membela seno sedangkan mamahnya masih dengan pendiriannya melarang Seno dekat dengan Ratna.


Seno sama sekali tidak menghiraukan ucapan mamahnya setiap hari ia masih bertemu dengan Ratna dan hubungan mereka malah semakin baik dan dekat


Seno semakin tergila-gila dengan Ratna, larangan mamahnya sama sekali tidak berpengaruh apa-apa dalam hubungan mereka.


Sampai suatu ketika mereka terjebak hujan setelah pulang dari kampus, mereka meneduh di sebuah gubug tua di pinggir jalan karena saat itu Seno tidak membawa mobilnya ia membawa motor kesayangannya, karena hujan turun sangat deras mau tidak mau mereka pun terpaksa meneduh agar tidak kebasahan.


"Kita meneduh di sini saja ya". Ucap seno.


Yang di beri anggukan oleh Ratna.


Mereka mamasuki gubug tua untuk berteduh.


Hanya mereka saja berdua di sana karena hujan sangat deras dan waktu juga sudah malam jadi tidak ada orang yang lewat selain mereka.


"Maaf ya gara-gara aku gak bawa mobil, kita jadi kebasahan". Ucap Seno.


"Gak apa-apa ko, kita gak tahu kan kalau bakal hujan". Ucap Ratna


"Baju kamu basah, pasti dingin ya". Tanya Seno.


"Sedikit".


"Mau aku peluk biar hangat". Tanya Seno.


Ratna hanya menunduk tidak menjawab apa-apa, diamnya Ratna di anggap iya oleh Seno akhirnya seno pun memeluk Ratna dengan erat.


"Kamu cantik banget". Seno mendekatkan wajahnya pada Ratna karena dingin dan suasana yang mendukung membuat Seno memiliki niatan lain pada Ratna.


"Jangan dekat-dekat". Ucap Ratna yang masih polos.


"Sedikit saja". Seno mendekatkan lagi wajahnya pada Renata ..


"Aku takut". Ucap Ratna.


"Tidak apa, tenang saja". Seno pun mencium bibir ratna dan memeluknya dengan erat.


Bukan hanya mencium bibir seno juga menurunkan bibirnya ke leher dan dada Ratna.


Ratna sempat menolak tapo sentuhan Seno membuatnya nyaman.


Akhirnya bukan hanya sebuah ciuman mereka pun melakukan hubungan terlarang di dalam gubug tersebut.


Hujan deras membuat mereka terjerumus pada perbuatann yang seharusnya tidak mereka lakukan.


**


Sejak kejadian malam itu Seno dan Ratna jadi sering melakukan hal itu berulang kali, bahkan mereka melakukannya di hotel. Ratna sudah tidak takut lagi karena seno selalu meyakinkannya setiap kali mereka melakukan hubungan bahwa Seno akan bertanggung jawab.


Mereka pun semakin intin dan tidak bisa di pisahkan, ucapan dan larangan mamah Seno tidak berarti apapun untuknya, apa lagi cintanya pada Ratna yang sudah sangat dalam.


Sampai suatu hati Saat Seno bersama dengan teman tongkrongannya di kantin kampus Ratna menghampirinya dan mengajaknya bicara berdua.


"Aku mau bicara". Ucap Ratna memotong ucapan teman-teman Seno.


"Ratna". Seno menoleh pada wanita nya itu.


"Mau bicara apa?". Tanya Seno.


"Aku mau bicara berdua saja". Ratna seperti orang yang ketakutan.


"Woy gue pergi dulu ya". Ucap Seno pada teman-temannya.


"Mau cek in lo ya hahaha". Teman-teman seno meledek.


"Ayo!". Seno membawa Ratna ke tempat yang lebih sepi.


"Ada apa Ratna sepertinya sangat penting, lihat wajahmu kenapa seperti itu?". Tanya Seno.


"Ini". Ratna memberikan sebuah test pack pada Seno


"Apa ini?". Seno mengambilnya dari tangan Ratna.


"Aku hamil". Ucap ratna.


"Hamil?".  Seno sedikit terkejut.


"Iya kamu bilang akan tanggung jawab". Ucap Ratna.


"Iya, aku akan tanggung jawab, kita ke rumahku sekarang juga!". Ucap seno.

__ADS_1


Seketika rasa sedih Ratna berunah menjadi sedikit tenang karena Seno benar-benar menepati janjinya.


"Ayo cepat!". Seno menarik tangan Ratna.


Mereka berdua pun pergi ke rumah Seno dengan mobil yang Seno bawa.


Sampai di rumah Seno langsung membawa Ratna masuk menemui mamah dan papahnya.


"Mah pah, kalian dimana aku mau kenalin kalian sama seseorang". Ucap Seno


"Siapa dia?". Tanya Rahma.


"Dia ratna mah, ratna ini mamah". Ratna menjulurkan tangannya namun di tolak oleh Rahma.


"Oh jadi ini wanita yang bernama Ratna, anak tukang jahit keliling yang sangat percaya diri mendekati anak saya". Ucap Rahma dengan nada sinis.


"Mah jangan bicara seperti itu, maaf ya dek ratna". Ucap Andrey.


"Mah jangan kaya gitu dong!". Ucap seno.


"Kenapa, benar kan kamu anak tukang jahit keliling?". Tanya Rahma.


"Iya tente". Ratna menundukan kepalanya.


"Percaya diri banget kamu deketin anak saya, sampai datang ke sini". Ucap Rahma.


"Mah ada yang mau aku bicarain, dan ini penting tolong dengerin aku dulu". Ucap Seno yang terus memegangi tangan Ratna.


"Bicara apa, jika tentang wanita ini mamah tidak mau dengar". Ucap rahma.


"Aku mau menikah dengan Ratna mah". Ucap Seno yang membuat mamah Ratnna sangat terkejut sampai membulatkan mata nya.


"Menikah, dengan wanita ini?, jangan gila kamu seno!". Ucap rahma bangun dari duduknya.


"Mah sabar dulu, dengerin penjelasan seno dulu, seno kenapa kamu mendadak ingin menikah kamu kan masih kuliah". Ucap Andrey


"Kamu sudah lulus pun mamah tidak akan pernah setuju kamu menikah dengannya, wanita miskin yang bermimpi ingin menjadi kaya dengan menikah denganmu". Ucap Raham melihat ke arah Ratna yang masih menunduk ia sangat malu dan terhina di hadapan mamah nya Seno.


"Mah jangan seperti itu, aku tetap ingin menikahi Ratna apapun yang terjadi, karena Ratna sedang hamil anaku". Ucap Seno


"Apa?, hamil??". Rahma dan andrey sangat terkejut.


Rahma mendekati ratna dan langsung menampar nya.


'Plakkk!!!!.


"Kurang ajar kamu ya, kamu pasti sudah menjebak anak saya kan agar mau menikahi kamu, dasar wanita murahan kamu ya". Rahma mengamuk pada Ratna


Seno dan Andrey berusaha menjauhkan rahma dari Ratna sedangkan Ratna menangis sambil memegangi pipinya yang merah dam terlihat sedikir darah di sudut bibir mungilnya.


"Mah cukup!". Ucap Seno teriak pada mamahnya.


"Gak, mamah gak terima wanita ini menjebak kamu, dia pasti menggoda kamu agar kamu mau menghamili dia kan, supaya dia bisa menikah dengan kamu dan menjadi kaya dengan instan". Ucap rahma.


"Tidak tante, aku tidak pernah menggoda Seno dan menjebaknya, ini terjadi karena keinginan kita berdua, aku memang anak orang miskin tante, tapi aku tidak serendah itu". Ucap ratna dengan tangisan


"Diam kamu, aku tidak mengizinkan kamu untuk bicara". Rahma menunjuk Ratna dengan wajah yang memerah menahan amarah.


"Mah benar yang di katakan Ratna bukan dia yang menggoda aku, tapi aku yang sudah mengajaknya melakukan hubungan itu, aku mohon mah jangan hina Ratna lagi, dan biarkan aku bertanggung jawab dengan apa yang sudah aku lakukan pada ratna". Ucap seno.


"Tapi bagaimana dengan kuliah kamu Seno?". Tanya Andrey.


"Aku akan tetap kuliah sampai selesai pah, tapi aku juga akan tetap menikahi Ratna". Ucap Seno


"Sekali engga tetap enggak ya, aku gak bakal merestui hubungan kalian sampai kapanpun. Lebih baik mamah mati dari pada harus melihat kamu menikah dengan wanita ini". Ucap rahma yang langsung berlari ke dapur.


Saat itu tidak ada Ransh karena Ransh sedang mengurus perusahaan papahnya di luar negeri jadi Ransh tidak bisa ikut membela Seno.


Rahma mengambil pisau dan meletakannya di depan lehernya


"Kamu mau mamah mati, atau tinggalkan wanita itu". Ucap Rahma yang membuat semua orang kaget.


"Mah jangan mah, letakan pisau itu kembali, jangan nekat mah!". Ucap Andrey.


"Gak pah mamah lebih baik mati dari pada harus melihat Seno menikah dengan wanita miskin itu. Mamah gak mau masa depan seno hancur". Ucap rahma dengan pisau di tangannya.


"Seno lakukan sesuatu jangan biarkan mamah kamu nekat". Ucap Andrey.


"Mah kenapa mamah seperti ini. Ini adalah pilihan yang berat untuk aku, jangan seperti ini mah, letakan lagi pisaunya ya". Seno membujuk Rahma.


"Gak seno mamah lebih baik mati saja, sekarang kamu pilih mamah atau wanita itu, cepat!!". Ucap Rahma.


"Seno, cepatlah apa kamu mau kehilangan mamah kamu". Ucap Andrey


"Oke mah aku bakal tinggalin ratna. Tapi sekarang taru pisau itu kembali". Ucap seno.


"Kamu sudah janji padaku Seno". Ucap Ratna menoleh pada Seno.


Sedangkan Rahma meletakan kembali pisaunya.


"Kamu sudah dengar kan apa yang Seno katakan, jadi pergi dari sini sekarang juga". Ucap Rahma pada ratna yang sedang menangis.


"Seno, kamu sudah janji padaku!!!". Ratna melirik seno dengan tatapan menyedihkan


"Maafkan aku Ratna". Seno menunduk.


"Kamu, kamu tega banget sama aku seno, kamu menghancurkan hidupku, dan apa yang aku katakan pada ayah dan ibuku". Ucap Ratna sambil menangis.


"Katakan saja jika mereka gagal mendidikmu". Ucap Rahma.


"Cepat pergi dari rumahku sekarang juga!". Lanjut rahma


"Kamu tega Seno, aku benci padamu!". Ratna menampar seno lalu berlari pergi keluar rumah.


"Ratna!". Seno ingin mengejar Ratna namun di tahan oleh Rahma.


"Jangan kajar dia". Ucap Rahma menahan tangan Seno.


"Maafkan aku Seno!". Seno meneteskan air matanya.


Sejak saat itu Seno tidak lagi pernah bertemu dengan Ratna, seno langsung pindah kuliah ke luar negri tentu saja itu semua rencana Rahma agar Seno bisa melupakan Ratna dan mengejar cita-citanya dengan fokus.


Jika Seno masih satu kampus dengan Ratna sudah pasti mereka akan bertemu lagi dan Seno akan sulit melupakan Ratna.


Jalan satu-satunya adalah memindahkan Seno jauh dari Ratna, awalnya Seno menolak untuk pindah keluar negeri tapi ancaman mamah nya yang membuatnya tidak bisa menolak semua permintaan mamahnya itu.


Sedangkan Ratna masih tetap kuliah setiap hari ia mencari Seno dan berharap seno mau bertanggung jawab, perutnya sudah mulai membesar tapi Seno belum juga menampakan dirinya bahkan nomor teleponnya sudah tidak aktif mungkin sudah di ganti oleh Rahma agar Ratna tidak bisa menghubungi Seno lagi.


"Seno, kenapa kamu sangat jahat dan tega melakukan ini semua padaku". Ucap Rahma menatap langit yang sedang hujan.


Ia tidak sanggup untuk bicara pada orangtua nya, sudah pasti orangtua nya akan kecewa dan sakit hati, ia tidak mau itu terjadi. Selama ini orang tua nya menaru harapan pada Ratna agar bisa menjadi orang sukses dan mengangkat derajat kedua orangtua nya, tapi apa yang sudah Ratna lakukan ia terjerumus oleh lubang yang ia buat sendiri. Harusnya ia sadar diri untuk tidak memiliki hubungan dengan seno, dan ia juga seharusnya bisa menjaga diri, mungkin ini semua tidak akan terjadi.


Hilang arah dan tidak tahu apa yang harus ia lakukan, apa lagi ia tahu jika Seno pindah keluar negeri, pupus sudah harapannya untuk mendapat pertanggung jawaban seno padanya.


"Ibu ayah maafkan aku, aku sudah melakukan kesalahan yang sangat fatal dan tidak mungkin bisa di maafkan, aku sudah menghacurkan semua impian ibu dan ayah, aku minta maaf karena aku perjuangan ayah dan ibu menjadi sia-sia, aku tidak siap menjalani ini semua, dan aku tidak sanggup melihat ibu dan ayah kecewa karena kesalahanku, aku lebih baik pergi selama nya agar aku tidak melihat kesedihan ibu dan ayah atas kesalahan yang sudah aku buat". Itu adalah kata-kata terakhir yang keluar dari mulut ratna sebelum ia menabrakan diri ke mobil yang sedang melaju kencang.


Ratna pun tewas di tempat bersama janin yang ada di dalam rahimnya.


Ratna pergi selamanya membawa luka yang sangat dalam sampai ia tidak bisa bertahan


Berita kematian Ratna sampai di telinga seno.


Seno pun sangat terkejut juga sangat merasa bersalah dengan apa yang sudah terjadi pada Ratna dan juga janin hasil perbuatannya.


"Ratna!!!!". Seno berteriak dan menangis saat tau berita kematian Ratna


"Ratna maafkan aku tidak bisa memperjuangkanmu, aku minta maaf karena sudah melanggar janjiku untuk bertanggung jawab, Ratna hiks hiks hisk". Tangis Seno saat dirinya sudah berada di luar negeri untuk melanjutkan kuliahnya yang di pindah ke luar negeri oleh mamahnya


Seno pun pulang ke tanah air tanpa sepengetahuan mamahnya. Ia ingin pergi ke makan Ratna untuk meminta maaf walau pun sudah terlambat tapi ia tetap ingin meminta maaf


Sampai di makam ratna, seno langsung menangis di atas pusara Ratna saat orang-orang sudah pulang. Tinggal Seno sendirian.


"Ratna maafkan aku, aku lah penyebab kematian ini. AKu bersalah Ratna aku bersalah hiks hiks hiks!". Seno menangis sambil memeluk foto Ratna yang ada di atas makam.


"Harus nya ini semua tidak terjadi padamu, kamu wanita yang baik dan tulus, seharusnya kita tidak pernah bertemu jika harus kematian yang kamu dapatkan, aku minta maaf, tapi seribu kali pun aku meminta maaf aku tidak akan bisa mengembalikan senyum mu lagi". Seno terus berada di makan Ratna sampai malam datang, Seno masih di sana memeluk pusara Ratna denga penuh sesal


Setelah itu ia memutuskan untuk pulang saat hujan membasahi tubuhnya.


"Seno!". Ucap Rahma melihat putranya sangat berantakan.


"Kamu kenapa ,dan kapan kamu pulang ko gak bilang-bilang sama mamah, kan bisa mamah jemput di bandara"? Ucap rahma.


"Puas mamah sekarang?". Ucap Seno.


"Apa maksud kamu?". Tanya Rahma yang tidak tahu apa-apa.


"Puas mamah sudah membuat Ratna menghabisi nyawanya sendiri". Teriak Seno.


"Ratna?, jadi dia bunuh diri?".


"Iya, sekarang mamah  puas kan?".


"Itu bukan salah mamah , dia sendiri yang bunuh diri, kecuali mamah yang bunuh dia". Ucap rahma dengan entengnya tanpa merasa bersalah.


"Tapi ini tetap salah mamah, jika mamah merestui hubungan aku dengan nya mungkin dia tidak akan memutuskan untuk menghilangkan nyawa nya sendiri". Ucap Seno yang sangat kesal pada mamahnya yang sama sekali tidak punya hati.


"Itu salah dia sendiri, kenapa kamu malah salahin mamah, jadi kamu pulang cuma buat nyalahin mama?". Tanya Rahma.


"Aku pulang karena mah minta maaf pada Ratna, ini semua salahku karena aku sudah melanggar janjiku padanya, harus nya aku bisa memperjuangkan dia dan bayinya". Ucap seno.


"Jadi kamu lebih baik mamah yang mati dari pada dia?". Ucao Rahma


"Gak tau, aku cape ngomong sama mamah, mamah tuh gak punya hati. Bahkan mamah gak merasa bersalah sama sekali saat tau Ratna sudah meninggal". Ucap seno.


"Karena ini bukan salah mamah". Rahma masih bersikeras bahwa dia tidak salah.


Seno pun pergi ke kamar meninggalkan Rahma yang tidak punya hati.


Seesokan harinya bukannya minta maaf Rahma malah merencanakan sesuatu pada Seno


"Seno kemarilah". Panggil Rahma.


"Ada apa mah?". Tanya Seno.


"Ini ada indy anaknya teman mamah, dia mau kenal sama kamu katanya". Ucap rahma tanpa marasa bersalah pada Seno.


"Apa maksudnya, apa mamah berencana menjodohkan aku dengan nya?". Tanya Seno.


"Ya kalau kalian cocok, kenapa enggak?". Ucap rahma.


"Iya kan indy?".


"Iya tante!". Ucap indy.


"Mamah benar- benar gak punya hati, ratna baru saja meninggal dan mamah malah mau ngejodohin aku sama dia". Ucap Seno.


"Kalau sudah mati mau di apain lagi, hidup terus berjalan dan kamu butuh pasangan supaya kamu bisa melupakan Ratna dan lebih semangat lagi kuliahnya". Ucap Rahma.


"Gak, akh gak mau di jodohin sama siapapun". Ucap seno.


"Ini sudah pilihan mamah, dan kamu gak boleh nolak". Ucap rahma yang selalu memaksakan keinginannya.


"Aku gak mau, sampai kapanpun aku gak mau di jodohin sama siapapun".


Seno pun kembali ke kamarnya dan mengambil semua barang-barangnya ia berniat untuk kembali lagi keluar negeri.


Dan baru kembali kemarin.


Setelah itu Seno jadi kurang baik hubungannya dengan mamahnya. Dan setelah saat itu juga, seno jadi pria brengsek yang gunta ganti wanita, ia tidak pernah merasakan cinta lagi, terakhir ia merasakan cinta saat bersama Ratna.


Tapi setelah beberapa tahun ia kembali ke tanah air dan bertemu dengan Renata , seno merasakan lagi seperti beberapa tahun yang lalu ia rasakan pada ratna. Sikap Renata yang sederhana sama seperti Ratna dan seno mulai membuka hatinya lagi untuk jatuh cinta saat bertemu dengan Renata .


Apa lagi kesan pertama yang ia dapatkan dari Renata sangat baik. Jadi ia semakin yakin bahwa hatinya sudah merasakan jatuh cinta lagi setelah mati beberapa lama..


Kembali lagi ke masa sekarang, seno sangat tertarik pada Renata dan sampai kapan pun ia akan mengejar Renata sampai Renata juga jatuh cinta padanya, walau pun tau bahwa saingan nya adalah kakak nya sendiri, walaupun ransh terlihat cuek tapi ia tahu bahwa Kakak nya juga menyukai Renata , karena ia sama- sama laki- laki di tambah mereka saudaraan jadi Seno sangat tahu jika Ransh menyukai Renata , tapi selagi Renata belum menjadi milik siapapun ia akan terus berusaha mendekati Renata .


Walau ia tau kalau Renata belum menyukainya bahkan terkesan Renata lebih menghindari nya. Tapi bukan seno namanya jika ia menyerah begitu saja sebelum perang.


"Renata lihat saja, aku pasti bisa meluluhkan hatimu. Sedikit lagi saja kamu yang akan berlutut mengejar cintaku ha ha ha". Ucap Seno sangat percaya diri.


Ia mengambil nomor Renata di ponsel Kakak nya tanpa izin, sudah pasti tanpa izin karena jika izin dulu Ransh tidak akan mau memberikan nomer telepon Renata pada Seno. Untung saja Seno memiliki ide yang licik.


"Maaf ya mas, gue ambil nomer Renata , kita bersaing sehat untuk mendapatkan hati Renata , siapa yang akan mendapatkan nya lebih dulu, tapi sudah pasti aku yang akan mendapatkan hati Renata , karena kamu terlalu kaku seperti kanebo kering sangat tidak cocok dengan Renata , aku lah yang paling cocok untuk Renata ". Ucap seno bicara pada ponsel kakaknya.


"Renata tunggu aku sayang, aku lah pengeran hatimu, aku adalah pangeran berkuda putih, dan kamu adalah putri kerajaan yang akan aku jemput dengan kuda, kita akan berjalan melewati semua rintangan yang ada di hadapan kita dengan ketampanan aku ini, akan membuatmu tergila- gila padaku, tunggu aku Renata , aku akan segara datang!". Ucap Seno bicara sendiri membayangkan Renata di depan matanya. Seno benar-benar seperti orang gila, tentu saja tapi gila oleh cinta.


"Kali aku tidak akan melepaskan orang yang aku cintai lagi, mamah tidak akan bisa memisahkan aku lagi seperti dulu mamah memisahkan aku dengan Ratna, kali ini aku akan berjuang mempertahan kan cinta sejatiku, mungkin Renata adalah jodoh yang tuhan kirimkan untukku menggantikan Ratna yang sudah berada di surga". Ucap Seno.


"Kali ini aku tidak akan menjadi pria bodoh lagi, cukup Ratna yang menjadi korban kebodohan ku dan tidak akan ada ratna-ratna lain selanjutnya".


Seno terus tersenyum melihat foto Renata yang baru saja ia ambil dari ponsel kakak nya secara diam- diam.

__ADS_1


__ADS_2