Terpaksa Menikahi CEO Psikopat

Terpaksa Menikahi CEO Psikopat
bab 21.


__ADS_3

Selesaikan semua ini, jangan pulang sebelum kamu menyelesaikannya." ransh marah-marah pada Renata entah apa yang membuatnya begitu sangat kesal pada Renata , Padahal tadi ya seperti malaikat penolong untuk Renata yang sedang kelaparan.


Ransh kembali menjadi dirinya lagi yang kejam dan dingin, Renata berusaha untuk tetap bekerja dengan fokus tidak ingin memikirkan apapun, walaupun ia sedikit bingung Apakah dia melakukan kesalahan sampai Ransh bersikap kejam lagi padanya, tapi bukan hal baru untuk seorang Renata mendapatkan perlakuan seperti ini dari bosnya yang terkenal memang kejam itu.


Seno sampai di rumahnya, tanpa mengetuk pintu ia langsung masuk dan mencari di mana mama dan Papanya berada.


"mama papa aku pulang Dimana Kalian?". teriak Seno saat berada di dalam rumah tidak ada jawaban, Ia pun menaiki tangga untuk mencari keberadaan Mamah dan papanya yang mungkin saja berada di kamar.


" Mah,, Pah ,, di mana Aku pulang!!". sekali lagi Seno berteriak tapi tidak ada jawaban juga, atau mungkin mama dan Papanya sedang berada di luar.


akhirnya Seno pun membuka pintu kamarnya saat ia membuka pintu.


" surprise!!! Selamat datang sayang". suara mamanya membuatnya terkejut, ternyata Mamah dan Papanya membuat kejutan kecil untuk kembalinya Seno dari luar negeri setelah beberapa bulan.


Seno pun terkejut dan langsung memeluk mamanya "Terima kasih Mama, kenapa sangat repot-repot sampai membuat kejutan seperti ini". Ucap seni sambil memeluk mamanya.


" Ini semua tidak repot kok untuk anak kesayangan Papa yang baru saja pulang dari luar negeri!". Papanya pun langsung memeluk Seno dengan erat dan hangat.


"Mamah dan Papa tahu dari mana Kalau aku sudah pulang pasti mas Ransh yang mengatakannya ya?". Seno heran padahal ia belum memberi tahu kalau ia akan pulang pada mama dan papanya.


" Iya tadi Ransh menelpon kalau kamu sudah pulang dan kami menyiapkan semua ini saat kamu sedang dalam perjalanan". Mama terlihat sangat senang dengan kedatangannya mungkin karena sudah sangat lama ia tidak bertemu dengan anak keduanya itu, tak beda dengan papanya, dia juga terlihat sangat senang dan bergembira dengan kedatangan Putra keduanya itu yang sudah lama tinggal di luar negeri untuk mengurus perusahaan milik Bapaknya yang beroperasi di sana.


"Ahh mas Ransh tidak seru banget, kan tadi aku yang mau kasih surprise ke mamah jadi kebalik gini". Seno sedikit kesal dengan kelakuan kakaknya itu.


"He he he gak apa-apa ko, jangan salahkan kakamu itu, dia berniat baik ko, gimana kalau mamah sama papah pergi saat kamu datang". Rahma memberikan alasan yang masuk akal.


"Iya mah lagian sudah terlanjur, aku kangen banget sama mamah sama papah". Ransh memeluk kembali kedua orang tuanya itu.


"Mamah sama papah lebih kangen sama kamu". Papah merangkul putra keduanya itu..


"Kamu sudah makan belum?, Ayo Mama dan Papa ajak kamu makan, Mama baru saja masak rendang daging kesukaan kamu". ajak Rahma pada putranya itu.


"tapi mah Aku baru saja selesai makan aku mau istirahat sekarang, Aku sangat lelah". Seno berniat ingin langsung tidur setelah sampai rumah.


"kamu makan di mana kok baru pulang sudah makan saja?". Rahma sedikit kecewa dengan ucapan anaknya itu.


"Iya sebaiknya kamu makan dulu sebelum kamu istirahat agar lebih nyaman". Tambah Andrey.

__ADS_1


"tadi sebelum kesini aku ke kantor Mas Ransh dulu dan aku makan siang bersama sekretarisnya". ucap Seno tanpa ragu menceritakan apa yang sudah ia lakukan tadi di kantor


"kamu makan sama sekretaris Ransh?". Rahma bingung kenapa tiba-tiba dia makan sama sekretaris Ransh, padahal kan dia baru saja kembali dari luar negeri, tentu dia belum mengenal sekretaris baru Ransh.


" Iya Mah tadi aku ke kantor dan aku melihat sekretaris Mas Ransh sangat cantik dan aku mengajaknya makan di luar tapi dia seperti menolakku begitu saja, tidak mau makan dan hanya minum, aku mengajaknya jalan-jalan ke mall dia juga menolaknya dengan kembali ke kantor karena Takut dimarahi oleh Mas Ransh katanya". cerita seno pada mamanya itu.


"Kamu jangan seperti itu, kakak kamu pasti marah kamu mengajak sekretarisnya keluar hanya untuk makan, sekretaris Ransh pasti banyak sekali pekerjaan". Rahma menasehati Seno.


"Iya mah, ya sudah aku mau istirahat saja ya". Seno menguap dan ingin segera tidur.


"Ya sudah papa dan mama keluar ya. Nanti kalau sudah bangun kita ngobrol-ngobrol di teras". Andrey menutup pintu kamar Seno bersama istrinya.


"Pah ko Seno tidak berubah ya, dari dulu kelakuannya kaya gitu terus sering bertemen dengan orang-orang biasa saja, aku dengar sekretaris Ransh itu orang kampung dan hanya tinggal di kosan". Rahma bicara dengan serius pada suaminya.


"Iya mah, mau gimana lagi memang orangnya seperti itu susah untuk dirubah". Sahut Andrey.


"Mama harus mulai mencari jodoh untuk Seno pah, sebelum dia mencari wanita sendiri, seleranya sangat rendah, ransh kan sudah sama Jenifer,.tinggal kita cari untuk Seno". Rahma memang senang sekali menjodohkan anaknya dengan anak teman-temannya.


"Dulu kamu jodoh-jodohkan dia malah pergi ke luar negeri, sebaiknya kamu biarkan saja dulu dia seperti itu, aku takut dia akan kembali ke luar negeri lagi". Ucap Andrey menasehati istrinya.


"Iya ya pah, oke deh aku tunggu waktu yang tepat saja".


Seno di dalam kamar sedang senyum-senyum sendiri, entah apa yang sedang ia pikirkan.


"Gadis itu sangat cantik sekali, apa Ransh sudah memacarinya ya?, tapi jika sudah tidak mungkin tadi dia ingin memecat gadis itu". Ternyata seno sedang memikirkan Renata yang baru sekali bertemu sudah langsung memikat hati seno.


"Gue harus dapetin dia sebelum mas Ransh sadar kalau dia itu cantik banget'. Seno terus berkata sendirian.


"Besok gue bakal datang lagi ke kantor mas Ransh, biarin deh dia marah-marah juga yang penting gue bisa ketemu sama Renata ". Seno sangat bahagia membayangkan wajah Renata dalam pikirannya..senyum Renata selalu terbayang-bayang seakan tidak bisa hilang dari pikiran Seno.


Sampai ia pun tertidur dan ingin memimpikan Renata .


***


Semua karyawan mulai membereskan meja untuk segera pulang, tapi Renata masih saja berkutat dengan berkas kerja yang menumpuk, entah ia harus butuh waktu berapa lama lagi untuk menyelesaikan tugas dari bosnya itu.


"Bos apa saya harus menyelesaikan semua ini hari ini juga?". Renata memberanikan diri untuk bertanya pada bosnya karena Renata sangat lelah bekerja bagai kuda hari ini

__ADS_1


"Memangnya kenapa?". Ransh menjawab dengan nada dingin.


"Yang lain sudah pulang semua pak?". Renata melihat lampu sudah dimatikan sebagian tanda para karyawan sudah pulang.


"Trus kamu mau pulang juga?". Tanya Ransh memojokan.


"Iya bos". Renata menjawab apa yang memang dia inginkan.


"Pulang saja jika berkas itu sudah selesai semua, saya tidak melarang". Ransh berkata seolah ia tidak tahu apa-apa.


"Tapi berkas ini masih sangat banyak bos tidak mungkin bisa selesai hari ini". Renata memperlihatkan berkas yang masih menumpuk.


"Siapa yang bilang tidak akan selesai hari ini, belum dicoba tapi sudah menyerah duluan". Ransh menjawab tanpa melihat Renata yang sudah sangat kusut dan lusuh karena sejak tadi siang sampai sore ia tidak berhenti menatap komputernya..


"Tapi bos". Renata ingin sekali melempar berkas itu pada wajah bosnya yang menyebalkan.


"Silahkan pulang jika ingin di pecat". Ransh sudah mengeluarkan jurus andalan yang membuat Renata terdiam seribu bahasa.


Renata pun kembali ke mejanya dan berusaha mengerjakan tugas semampunya saja. Yang tadinya dia mengerjakan dengan cepat kali ini ia mengerjakan dengan sangat lambat. Biar bos nya tahu jika berkas ini tidak akan selesai hari ini juga.


Waktu sudah menunjukan pukul tujuh malam, ransh sama sekali belum beranjak dari bangkunya. Renata sudah merasa pegal dan sakit pada matanya..tapi ia tidak berani lagi mengatakan apapun pada bosnya yang kejam itu, takut jika kata-kata pecat akan keluar lagi dari mulutnya.


Jam delapan belum juga ada pergerakan. Renata seperti sedang kerja rodi berkedok sekretaris. Renata sangat lelah dan mengantuk ia pun menyusun berkas di depan wajahnya dengan susunan yang tinggi. Ia ingin tidur tapi tidak ingin bosnya tahu. Jika dilihat dari meja kerja Ransh Renata terlihat seperti sedang bekerja memeriksa berkas padahal ia sangat mengantuk dan ingin tidur.


Ia menggunakan tangan sebagai bantalnya dan mulai memejamkan mata. Entah lelah seperti apa yang Renata rasakan sampai baru beberapa detik saja menutup mata dia sudah sangat pulas.


Ransh melihat ke meja kerja Renata , dia tersenyum, berpikir jika Renata masih bekerja memeriksa berkas.


'Renata sangat pekerja keras, sama denganku, dia sama sekali tidak mengeluh sejak tadi, dia tetap fokus pada pekerjaannya walaupun sudah malam, aku tidak salah mendapatkan sekretaris seperti Renata '. Ucap Ransh dalam hati yang tidak tahu kenyataan sebenarnya bahwa Renata sedang tertidur pulas.


Ransh melanjutkan pekerjaannya sampai terdengar suara aneh.


"Suara apa itu?". Ransh mencari sumber suara.


"Renata apa kamu mendengar suara yang aku dengar ini?". Tanya Ransh tapi tentu saja tidak akan ada jawaban.


Ransh mendekati suara itu dan terdengar dekat dengan meja Renata .

__ADS_1


"Apa Renata terlalu fokus bekerja sampai tidak mendengar suara aneh ini". Ransh terus mendekat pada meja Renata .


Saat ia semakin dekat betapa terkejutnya Ransh melihat Renata sedang tertidur dan suara yang ia dengar itu adalah suara dengkuran Renata yang sangat keras.


__ADS_2