
"Iya mah, wanita yang kemarin aku ceritakan, mas Ransh menjebaknya di rumahnya lalu melakukan hal yang kurang ajar!". Ucap Seno mengadukan kelakuan kakaknya pada mamanya.
"Benar itu Ransh?, kamu ngelakuin hal rendah kaya gitu, mamah yakin wanita itu pasti yang menggoda kamu kan!". Ucap Rahma.
"Tidak mah, Renata tidak seperti itu, Mas Ransh yang menjebak Renata !". Seno terus mengadu.
"Ransh jawab, benar yang dikatakan Seno?". Andrey membuka mulut.
"Iya, aku melakukannya, puas kalian, dan kamu Seno puas sudah ikut campur dan membuat kacau semuanya!". Ransh pun melangkahkan kakinya pergi dari rumah mamanya.
"Ransh tunggu!". Rahma mengejar
"Ransh mamah yakin kamu gak bersalah, mamah tau pasti wanita itu yang menggodamu".
"Mah apa-apaan sih, mas Ransh udah ngaku salah, mamah malah terus-terusan bilang kalau Renata yang salah!". Seno menghampiri mamanya.
"Mamah kenal kakak kamu, dia tidak mungkin melakukan hal rendahan seperti itu, dia selama ini bahkan belum pernah memiliki hubungan dengan wanita". Ucap Rahma mematahkan semua ucapan Seno.
"Tidak pernah, atau tidak ketahuan mah". Ucap seno.
"Seno!!. Jangan kurang ajar sama kakak kamu!". Ucap Rahma membentak Seno.
"Puas lo, puas lo dibela mamah, kecewa gue sama lo mas!". Seno pun berlari ke kamarnya
"Seno!". Panggil andrey tapi Seno sudah terlanjur kecewa dengan mamahnya.
"Aku mau pulang!, mamah urus anak bungsu mamah itu, jangan suka ikut campur urusanku!". Ucap Ransh melepaskan tangan mamanya lalu pergi.
"Ransh. Pah gimana ini?". Rahma menapa ke arah suaminya.
Andrey hanya mengusap kepalanya dengan kasar, dan tidak tahu harus melakukan apa.
"Gak bisa dibiarin, gara-gara wanita itu dua anak kita sampai berkelahi. Papah tahu kan dari kecil mereka selalu akur dan gak pernah berantem. Lihat sekarang cuma karena wanita mereka sampai kaya gini, gak bisa mamah harus tau yang sebenarnya". Ucap rahma duduk sofa dan memijat keningnya.
"Besok temani mamah ke kantor Ransh untuk menemui wanita itu pah!". Lanjut Rahma.
"Apa nanti gak malah jadi makin besar mah masalahnya". Ucap Andrey
"Gak pah, kita harus tahu kejadian sebenarnya, biar Seno gak berfikir negatif terus sama kakaknya, karena aku yakin bukan Ransh yang salah tapi wanita itu!". Ucap Rahma.
***
Pagi datang Renata masih berada di atas kasur kecil miliknya. Ia memutuskan untuk tidak masuk ke kantor dan mengundurkan diri jadi sekretaris Ransh. Ia tidak ingin melihat Ransh lagi, dia sudah sangat amat sakit hati dengan apa yang Ransh lakukan padanya. Hari ini ia akan mulai mencari pekerjaan baru, kerjanya selama tiga minggu di perusahaan Ransh sia-sia..padahal seminggu lagi dia akan menerima gaji pertamanya. Tapi ia sudah mendapatkan hal buruk seperti ini.
Renata bukan wanita murahan yang akan melakukan segala hal untuk mendapatkan uang, walaupun ia memang sangat membutuhkan uang, apa lagi tanggal jatuh tempo membayar kosan tinggal beberapa hari lagi, tinggal sendirian di kota besar membuatnya tidak hilang semangat. Ia masih yakin dan percaya bahwa kebahagiaan dan kesuksesan akan bersamanya.
"Mandi dulu deh, setelah itu cari lowongan pekerjaan lagi!". Ucap Renata yang tidak mau terlalu lama dalam keterpurukan.
Renata membuka pintu kamar kosan dan menuju kamar mandi yang masih sepi karena para penghuni lain belum membuka mata.
Setelah selesai mandi ia terkejut dengan kedatangan Arsen di depan kamarnya
__ADS_1
"Aku ingin bicara!". Ucap Arsen.
"Ada apa, bicaralah!". Ucap Renata mengambil handuk dari kepalanya.
"Pria lain lagi yang mengantarmu pulang jam dua pagi, apa kerja kantoran memang selalu pulang jam segitu, dan pria itu bos kamu juga?". Tanya Arsen sedikit menyindir.
"Aku sedang tidak ingin bicara soal itu, kita baru saja baikan, aku tidak ingin menambah masalah. Masalahku sudah sangat banyak!". Renata membuka pintu dan masuk ke dalam kamar. Lalu diikuti oleh Arsen.
"Bos, atau pelanggan!". Ucap Arsen.
"Kamu apa-apaan sih, mau nuduh aku lagi, baru kemarin kamu minta maaf!". Ucap Renata mengeraskan suaranya.
"Berapa hargamu Renata , aku juga ingin!". Ucap Arsen mendekati Renata .
"Menyingkir, apa yang kamu lakukan. Aku bisa teriak!". Ucap Renata menghindar.
"Kenapa, kenapa sama aku gak mau, dan sama pria berbeda mau, aku juga punya uang dan aku juga sanggup membayar kamu, jadi ayo layani aku seperti pria-pria itu!". Arsen terus mendekati Renata .
"Plakk!". Satu tamparan yang sangat keras di terima Asren.
"Keluar dari kamarku!". Ucap Renata .
"Kenapa?, karena uangku sedikit dan aku tidak punya mobil, hanya pria yang banyak uang dan punya mobil yang bisa membayarmu!". Ucap Arsen memegangi pipinya
"Aku bilang keluar, kamu sudah keterlaluan!". Renata menunjuk pintu.
"Aku ingin tahu pria mana lagi yang akan mengantarmu pulang nanti malam, kamu curang Renata , kamu curang!". Ucap Arsen.
"Hentikan, dan keluar dari kamarku!". Ucap Renata
"Hentikan!". Renata menutup telinganya.
"Aku akan kembali Renata , aku akan kembali dengan membawa uang yang banyak setelah itu kamu juga harus melayaniku!". Arsen menutup pintu kamar Renata lalu pergi.
Renata menutup telinganya dan terlihat cairan bening menetes ke lantai. Ia menangis tanpa suara, berkali-kali ia mendapat penghinaan dan juga di rendahkan.
"Hentikan!". Renata masih menutup telinganya padahal Arsen sudah tidak ada, ia ingin sekali menyerah, tapi ia selalu ingat janjinya pada orang tuanya bahwa seberat apapun kehidupan ia tidak akan menyerah.
Renata pun bangkit dan menghapus air matanya.
Renata berdiri dan mengatur nafas, lalu tersenyum.
"Gak boleh nyerah, tetap semangat, kamu harus jadi orang sukses Renata !". Renata menyemangati dirinya sendiri.
Renata segera mengambil amplop coklat yang sudah disiapkan dan mulai berangkat mencari pekerjaan. Padahal perutnya belum terisi apapun. Karena dia tidak memiliki uang untuk membeli makanan. Hanya ada untuk naik bus saja.
"Semoga aku bisa langsung mendapat pekerjaan baru, ayah ibu doain aku dari atas sana ya!". Renata tersenyum melihat ke arah langit.
***
Rahma dan Andrey sampai di kantor Ransh pagi-pagi sekali, rahma bahkan tidak tidur semalaman memikirkan kedua anaknya yang berkelahi itu. Ia ingin menemui Renata dan memastikan jika anaknya tidak bersalah.
__ADS_1
"Dimana ruangannya pah!". Ucap Rahma.
"Sepertinya disana mah, tapi kamu jangan buat kekacauan ya!". Andrey sangat tahu karakter istrinya. Rahma pasti saja akan membuat kekacauan di dalam ruangan Ransh nanti.
"Papah diam saja, mamah akan mengurus wanita murahan itu, gara-gara dia anak kita sampai berkelahi semalam!". Ucap Rahma.
"Iya papah tahu. Tapi bicara saja baik-baik!". Andrey terus menasehati istrinya.
Rahma hanya diam dan terus berjalan ke ruangan Ransh langkahnya dipercepat ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Renata .
Sampai mereka di ruangan Ransh mereka hanya melihat ruangan yang kosong tanpa siapapun di sana. Rahma lalu keluar dan menanyakan pada karyawan lain.
"Kalian ada yang lihat sekretaris pak Ransh?". Tanya Rahma.
"Renata maksud ibu?". Salah satu karyawan membuka mulut.
"Iya, dimana dia?". Tanya Rahma
"Sepertinya Renata tidak masuk. Jika dia masuk dia pasti datang paling pagi!. Ucap nya lagi.
"Apa kalian tahu rumahnya?". Tanya Rahma lagi.
"Dia tinggal di kosan pinggir kota bu, untuk alamat detailnya nanti bisa saya kirimkan!".
"Kirimkan sekarang!".
"Benarkan pah apa yang mamah bilang, dia pasti wanita murahan, tinggalnya saja di kosan, aku yakin dia yang menggoda anakku Ransh!". Rahma mengadu pada suaminya.
"Ayo antar aku menemuinya pah!". Lanjut Rahma.
"Gak usah mah, ngapain si segala nyamperin ke sana, nanti malah buat malu di sana!". Ucap Andrey
"Papah mau antar mamah atau mamah pergi sendiri!". Ancam Rahma.
Tidak ingin mengambil resiko, andrey pun akhirnya mengantarkan istrinya ke kosan Renata . Mereka pergi dari kantor Ransh dan berangkat ke kosan Renata menggunakan salah satu koleksi mobil mewah mereka
Tak lama Rahma dan suaminya pergi. Ransh pun datang. Ia berharap bisa bertemu dengan Renata juga. Ia tahu Renata sangat butuh pekerjaan ia yakin Renata akan tetap bekerja.
Tapi kenyataan lain yang ia dapatkan. Ia melihat ruangan kosong tanpa Renata .
"Apa dia benar-benar marah padaku!". Ucap Ransh menatap meja Renata yang kosong.
Ransh menyesali perbuatannya, ia ingin sekali menemui Renata dan meminta maaf, juga meminta Renata untuk tetap menjadi sekretarisnya, ia mulai duduk di meja kerjanya dan memulai pekerjaannya tapi ia tidak bisa fokus dan terus melihat ke arah meja Renata . Biasanya jam segini Renata sedang duduk manis membuka laptop dan mengerjakan semua pekerjaan dengan tekun. Sesekali ia akan mencuri pandang pada Renata dan tersenyum. Sekarang ia hanya melihat penyesalan dan kepedihan.
"Aku tidak bisa!, aku harus menemui Renata sekarang juga!". Ransh bangun dari duduknya dan mengambil kunci mobilnya.
Setelah itu ia keluar dari ruangan dan melangkah pergi, tapi langkahnya terhenti saat oliv memanggilnya.
"Pak mau kemana, sekarang ada meeting yang penting dan tidak bisa di wakilkan!". Ucap Oliv orang kepercayaan Ransh di perusahaan.
"Tapi saya ada perlu, dan Renata juga tidak ada!". Ucap Ransh.
__ADS_1
"Tidak bisa pak, ini meeting yang sangat penting dan berpengaruh pada perusahaan kita. Saya yang akan menemani bapak menggantikan Renata !". Ucap Oliv.
Tanpa bisa mengatakan apapun lagi, akhirnya Ransh pun mengurungkan niatnya menemui Renata .