
"Cie bahagia banget ni kayanya yang pulang kerja di perusahaan besar". Ucap Arsen di balik pintu.
Renata yang sedang merasakan lelah di tubuhnya itu pun bangun dari ranjangnya yang kecil.
"Kamu meledek". Ucap Renata .
"Ko meledek si, tuh kelihatan wajah kamu bahagia banget senyum-senyum gitu". Arsen menghampiri Renata .
"Ihhhh ngeselin-ngeselin". Renata memukul punggung Arsen.
"Hahahha ampun, apa aku bilang kan kamu tidak akan kuat bekerja di sana". Tawa Arsen melihat reaksi temannya itu.
"Arsen. Aku kuat ko hanya saja lelah". Renata menunjang dagu dengan tangannya.
"Bicara saja yang jujur. Aku tidak akan meledak". Ucap Arsen mengunci mulutnya.
"Huhuhuhu sebenarnya pekerjaannya masih bisa aku kerjakan, tapi boss gila itu sangat menjengkelkan". Ucap Renata
"Kan aku bilang CEO di sana sangat kejam dan tidak berbelas kasih".
"Masa aku belum gajian, sudah akan dipotong untuk ongkos taksi yang sangat mahal itu, padahal kan aku menemaninya meeting dan meetingnya juga berhasil tapi dia malah meninggalkanku". Renata menceritakan semua pada Arsen dengan kesal.
"Hahaha ini baru satu hari Renata , kamu akan bekerja dan bertemu dengannya setiap hari. Apa kamu sanggup". Tanya Arsen.
"Aku harus sanggup. Aku wanita kuat kamu tau kan huhuhuhu". Renata menangis sambil tertawa
"Semoga saja mental kuat. Baru sehari kerja sudah menangis sambil tertawa apalagi sebulan, aku rasa kamu akan menangis sambil menari haha". Ledek Arsen
"Kamu bukannya nyemangatin malah meledek".
"Iya maaf, ayo semangat katanya mau mentraktirku bakso di depan kalau gajian. Semangat pokoknya". Arsen menepuk punggung Renata .
"Ahhh pergi kamu aku mau istirahat sekarang tubuh dan jiwaku sangat lelah". Ucap Renata mendorong Arsen.
"Tapi buatkan sarapan untukku besok ya". Ucap Arsen yang di dorong oleh Renata .
"Aku tidak janji"
"Jangan seperti itu. Aku harus beli sarapan dimana lagi yang murah, banyak dan enak selain di kamu". Ucap Arsen yang hanya terlihat kepalanya saja karena pintu ditutup oleh Leanna
"Terserah". Renata langsung menutup pintu dan menguncinya. Ia membersihkan tubuhnya dan langsung pergi tidur. Berharap ada keajaiban besok hari boss nya tiba-tiba berubah jadi baik hati dan rajin menabung.
****
__ADS_1
"Rudransh anak teman papah mempunyai anak gadis yang sangat baik dan cantik namanya jenifer, ia juga berpendidikan tinggi". Ucap Papah Rudransh menghampirinya yang sedang istirahat di sofa.
"Lalu papah ingin menjodohkan dia denganku lagi?"
"Ya siapa tau kamu cocok dengannya kan".
"Tidak pah, pilihan papah selalu sama seperti yang lalu-lalu, pasti gadis manja yang ingin di sayang-sayang kan, aku itu menginginkan gadis yang pintar dan mandiri, juga tidak bergantung pada kekayaan orang tuanya". Ucap rudransh pada papahnya
"Kalian kan belum kenal, siapa tau jika sudah saling mengenal bisa cocok satu sama lain, mau ya papah kenalin sama dia. Kamu pasti suka dia cantik sekali".
"Terserah papah deh, aku capek". Ucap Rudransh meninggalkan papa nya yang masih ingin bicara
"Rudransh tunggu!".
"Ahhh anak itu sangat sulit sekali memilih pasangan, sudah kepala tiga masih saja pilih-pilih".
***
Esok harinya.
Seperti biasa Renata selalu bangun pagi agar tidak telat masuk kantor, ia takut harimau penghuni kantor akan marah padanya, jika ia telat.
Seperti biasa ia selalu naik bus untuk sampai di kantor. Ia agak risih dengan tampilannya yang memakai baju yang pas di tubuhnya ini. Bentuk tubuh dan dadanya yang sangat menonjol ini jadi terlihat dan menjadi pusat perhatian karena selama ini ia selalu memakai baju kebesaran agar kelebihannya ini tidak terlihat oleh orang lain. Kali ini ia terpaksa karena perintah boss nya yang super galak itu.
Bos Nya bilang ia penampilannya berantakan dan tidak rapi memakai baju yang kebesaran boss nya itu tidak tau alasan di balik ia selalu memakai baju kebesaran itu kenapa.
Renata menutupi bagian dadanya dengan berkas yang ia pegang, untuk menjaga agar pria hidung belang tidak memperhatikannya terus
"Ini semua karena boss yang menyuruhku memakai baju yang pas, jadi deh seperti ini. Kenapa dia selalu merepotkanku". Ucap Renata di dalam hati.
Sampai Renata di kantor semua karyawan masih tidak percaya dia masih bertahan dan tidak mengundurkan diri, semua salah memprediksi jika Renata sama seperti Sekretaris yang sebelumnya.
"Dia masih datang, apa artinya dia berhasil menaklukan Boss". Ucap salah satu karyawan.
Renata tidak perduli dengan semua omongan karyawan lain. Ia hanya ingin fokus bekerja dan bekerja.
Ia tidak punya waktu untuk mengurusi hal hal yang tidak penting.
Renata segera masuk ke dalam ruangannya dan menutup dadanya menggunakan berkas yang ia pegang, ia tidak ingin menjadi pusat perhatian.
Sampai di kantor ia langsung memulai pekerjaannya yang sudah menumpuk sama seperti kemarin meja kerjanya sudah penuh dengan berkas yang harus diselesaikan hari ini.
"Siapa bilang kerja kantoran enak, ahhh lebih lebih dari kuli bangunan kalau gini kerjanya". Ucap Renata di meja kerjanya.
__ADS_1
Saat ia sedang bekerja tiba-tiba ada perempuan cantik nyelonong masuk,
"Dimana Rudransh". Tanya Jenifer.
Renata hanya diam tidak menjawab pertanyaan Jenifer.
"Hey kamu budek ya". Ucap Jenifer.
"Oh kamu nanya sama saya".
"Ya ia lah sama siapa lagi, sama tembok". Ucap Jennifer kesal.
"Boss belum datang". Renata cuek sambil terus mengerjakan tugasnya.
"Belagu banget jadi sekretaris, gak tau aku ini siapa".
"Gak penting banget". Ucap Renata dalam hati.
"Aku itu calon istrinya Boss kamu. Jadi aku juga boss kamu. Kamu harus sopan sama aku".
Renata hanya cuek mendengar ucapan Jenifer.
"Ngeselin banget kamu ya". Jenifer ingin menjambak rambut Renata tapi Rudransh keburu datang.
"Ada apa ini".
"Rudransh, aku Jennifer calon istri kamu". Ucap Jennifer mendekati Rudransh.
"Calon istri?".
"Ia dan aku ingin mengatakan jika Sekretaris kamu ini sangat kurang ajar padaku. Dia tidak menjawab pertanyaanku, pecat saja dia". Rengek Jenifer.
"Aku saja tidak mengenalmu, kamu datang mengaku calon istriku dan menyuruh memecat Sekretarisku. Kamu sudah gila". Ucap Rudrans meninggalkan Jennifer dan pergi ke meja kerjanya.
Renata yang mendengar ucapan Rudransh langsung menutup mulutnya sambil tertawa
Jennifer yang melihat itu sangat kesal dan memicingkan mata pada Renata . Ia langsung menghampiri Rudransh yang meninggalkannya.
"Aku anak pak Robby, rekan bisnis papa mu. Kita sudah dijodohkan. Jadi aku ini calon istri kamu". Ucap Jennifer merangkul Rudransh yang ada di kursi nya.
"Lepaskan. Aku belum menyetujui perjodohan itu". Ucap Rudransh.
Renata pura-pura batuk dan tertawa.
__ADS_1
"Diam kamu". Ucap Jenifer pada Renata .
"Kamu yang diam. Dan lebih baik pergi dari sini". Ucap Rudransh pada Jenifer.