Terpaksa Menikahi CEO Psikopat

Terpaksa Menikahi CEO Psikopat
bab 33.


__ADS_3

Seno membelikan Renata beberapa baju yang sopan, ia tidak ingin orang lain melihat Renata memakai baju seksi.


"Ini sepertinya cocok untuk Renata !". Ransh mengambil dres lengan panjang.


"Gue ambil ini satu mba!". Ucap Seno pada pelayan butik.


Setelah selesai membayar, seno pergi ke toko makanan di sebelahnya, dengan membawa baju dan makanan Seno pun kembali ke mobil menemui Renata yang masih menundukan kepalanya.


"Kamu tidur?". Tanya Seno..


"Tidak!".


"Ini pakai, aku akan menunggu di luar!". Ucap Seno memberikan baju yang baru saja ia beli.


"Terimakasih!". Renata mengambil dan membuka baju yang di pakai setelah Seno menutup pintu mobil. Ia segera mengganti bajunya dengan baju baru saja dibelikan seno,.setelah selesai Renata mengetuk kaca mobil untuk memberi kode pada Seno.


"Cantik!". Ucap Seno saat melihat Renata .


Tapi Renata tidak merespon ucapan Seno, ia seperti masih tidak bisa melupakan kejadian yang baru saja ia alami tadi.


"Ini makanlah!". Ucap Seno memberikan burger pada Renata .


"Aku tidak lapar, aku hanya ingin pulang!". Ucap Renata dengan nada lemah.


"Pulang?". Tanya Seno.


"Iya aku ingin segera pulang!".


"Tapi bagaimana jika Ransh menemuimu di sana!".


"Dia tidak akan berani melakukan apapun di sana, karena di sana sangat ramai aku bisa meneriaki dia maling jika dia datang ke kamar kosanku!". Ucap Renata .


"Jadi kamu ingin tetap pulang. Aku bisa menyewakan apartemen jika kamu mau!". Seno tidak ingin berpisah dari Renata


"Tidak, aku ingin pulang saja!". Ucap Renata memalingkan wajahnya.


"Tapi aku masih boleh kan bertemu denganmu?". Tanya Seno.


Renata hanya diam dan menangis, apa yang dilakukan oleh kakaknya sangat membuat luka yang dalam di hati Renata .


"Renata , aku bertanya. Apa aku boleh bertemu denganmu lagu?". Tanya Seno sekali lagi.


"Aku tidak tahu!". Ucap Renata .

__ADS_1


"Aku mohon biarkan aku bertemu denganmu lagi. Aku tidak seperti kakakku, aku akan selalu menjagamu Renata !". Seno merasa khawatir jika Renata tidak ingin bertemu dengannya lagi.


"Aku hanya ingin menenangkan diri, dan tidak ingin bertemu dengan siapapun dulu!". Ucap Renata .


"Baiklah. Aku akan memberimu waktu untuk sendiri!".


"Aku antar kamu sekarang". Lanjut Seno.


Renata hanya memandangi ke arah luar mobil, ia tidak percaya akan mengalami hal seburuk ini. Dia kira Ransh adalah orang baik walaupun sikapnya kasar, ia selalu mengagumi Ransh. Tapi ternyata ia sudah salah menilai orang.


Renata terus menghapus air matanya yang terus jatuh, seno hanya bisa melihat wanita yang dia sukai terlihat hancur tanpa bisa melakukan apapun.


"Berhenti di sini!". Ucap Renata setelah sampai di gang kosannya.


"Dimana kosannya?". Tanya Seno.


"Di dalam sana!".


"Biar aku antar ya!".


"Tidak, terimakasih sudah menolongku". Ucap Renata menutup pintu dan berlari ke dalam gang lalu menghilang.


"Renata tunggu!". Panggil Seno yang mungkin tidak terdengar oleh Renata


Arsen melihat Renata keluar dari mobil mewah dengan laki-laki yang berbeda, ia mengepalkan tangannya lalu pergi


"Keterlaluan Renata benar-benar sudah berubah, demi harta dia mau melakukan apapun, mana ada kerja kantoran jam segini baru pulang!". Arsen sangat kesal dan sakit hati melihat Renata yang terus-terusan pulang malam dan di antar oleh laki-laki yang berbeda


Arsen menuju kamar Renata ia melihat Renata sudah mengunci pintu. Ia berusaha untuk mengetuk pintu kamarnya.


"Tok, tok, tok!". Ketukan pintu terdengar sangat pelan karena ia tidak ingin mengganggu penghuni kosan yang lain karena hari sudah larut.


Renata tidak membuka pintunya.


"Seno, kenapa dia harus mengejarku!". Ucap Renata di dalam kamar yang menyangka jika yang mengetuk pintu adalah Seno.


"Aku hanya ingin sendiri saat ini!". Renata menutup kepalanya dengan bantal dan tidak ingin bertemu dengan siapapun.


"Kenapa Renata tidak membuka pintunya. Apa dia langsung tidur, jangan-jangan di mabuk dan tidak sadarkan diri!". Ucap Arsen di depan pintu kamar Renata .


"Renata , kamu benar-benar membuat hatiku sangat sakit dengan kelakuan kamu yang liar seperti ini!". Ucap Arsen lalu pergi dari kamar Renata .


"Aku akan kembali besok!". Ucap Arsen

__ADS_1


***


Seno langsung melajukan mobilnya untuk kembali pulang, dengan rasa kesal ingin sekali ia menghajar kakaknya lagi, bisa-bisanya dia melakukan hal itu pada wanita yang ia sukai.


Seno sampai di rumah, terlihat rumah gelap dan sepi sepertinya orangtuanya sudah tidur karena sudah jam dua malam


"Kemana kamu membawa Renata !". Terdengar suara saat Seno baru saja melangkah masuk. Lampu langsung menyala dan terlihat Ransh berada di dalam rumah, berdiri seolah menunggu kedatangan Seno.


"Ngapain lo kesini, masih punya nyali ko nemuin gue!". Ucap Seno mendekati Ransh.


"Heh bocah ingusan, jangan ikut campur, dimana Renata ?". Ucap Ransh.


"Gue emang adik lo, tapi kelakuan gue gak sebejat lo, bisa-bisanya lo ngelakuin hal itu sama Renata . Cewe yang gue suka!". Ucap Seno menunjuk-nunjuk kakaknya


"Itu urusan gue, dan Renata memang menginginkannya, lo liat dia pakai baju yang gue beliin, berarti dia emang mau sama gue, lo yang ngerusak suasana!". Ucap ransh mengangkat kerah baju Seno.


"Lo pasti menjebak dia kan, gue yakin Renata gak akan mau ngelakuin itu, buktinya dia minta tolong!". Ucap Seno menyingkirkan tangan Ransh dari lehernya.


"Itu namanya sensasi, lo gak ngerti dan lo so tau, kembalikan Renata sama gue!". Ucap Ransh.


"Sensasi yang lo bikin sendiri, brughhh!!". Seno menghajar Ransh tanpa basa basi.


"Adik kurang ajar, burgh!". Ransh juga menghajar Seno.


Tiba-tiba ayah dan mamah mereka turun dari tangga melihat anak lelakinya sedang berkelahi.


"Heh ada apa ini. Hentikan!". Ucap Andrey melihat Ransh memukul adiknya.


"Ya tuhan ada apa ini, kenapa kalian berantem kalian ini adik kakak, kenapa?". Rahma memisahkan mereka.


"Lihat anak mamah, dia gak sebaik yang mama kira". Ucap Seno menunjuk Ransh.


"Ada apa ini, ransh katakan ada apa?". Rahma sangat bingung karena baru pertama kalinya dia melihat anaknya berkelahi.


"Bocah ingusan ini mencoba ikut campur urusan aku, dia sok mau jadi pahlawan". Ucap Ransh.


"Sebenarnya ada apa, coba jelasin pelan-pelan sama papah!". Andrey sangat pusing mendengar mereka saling menyalahkan.


"Ransh menjebak sekretarisnya di rumahnya, dia ngelakuin hal bejat sama sekretarisnya itu". Ucap Seno.


"Apa?". Rahma sangat terkejut.


"Aku tidak menjebaknya, kita sama-sama suka dan Seno datang seperti seorang pahlawan, membawa sekretarisku pergi entah kemana!". Ucap Ransh yang tidak ingin disalahkan.

__ADS_1


"Dia bohong mah, Renata terus meminta tolong dan aku tahu mas Ransh yang menjebaknya!". Ucap Seno.


"Renata ?". Ucap Rahma yang tidak asing dengan nama itu.


__ADS_2