
Renata tidak tahu harus pulang naik apa uang yang ada di sakunya hanya tinggal sepuluh ribu, itu pun sisa kemarin ia meminjam dengan Arsen lima puluh ribu.
"Ahhh bagaimana caranya pulang, apa aku harus menelpon Arsen dan memintanya menjemputku, tapi aku tidak enak jika merepotkannya terus". Renata melangkahkan kaki dengan celana kepanjangannya.
"Kapan si gajian, ko lama banget malahan punya boss aga sengklek".
"Kenapa pak liatin saya, cantik ya". Ucap Renata kepada tukang parkir yang memperhatikannya. Tentu bukan karena Renata cantik tapi karena penampilannya yang aneh menggunakan baju dan celana yang kebesaran.
Tukang parkir itu hanya tertawa tidak menjawab pertanyaan Renata
"Huh dia pasti tertawa bukan karena aku cantik, tapi karena aku aneh". Renata melangkahkan kakinya lagi.
Ia akan menaiki bus tapi halte masih sangat jauh, terpaksa ia harus berjalan kaki.
"Tidak ada yang mau memberi aku tumpangan apa dari sekian banyak mobil dan motor yang lalu lalang di depanku ini, ahhh aku ingin mengeluh tapi aku takut tuhan marah dan menambah penderitaanku". Renata berjalan terus penampilannya yang aneh membuat dia menjadi pusat perhatian di tambah ia berjalan sambil mengomel.
Tak lama ada bunyi klakson yang sangat kencang dan hampir menabrak dirinya dari belakang membuat dirinya hampir terpental.
Tiiiinnnn
"Ahhhhhh". Renata menutup telinganya.
"Astaga gak tahu orang lagi kesal ya, malah nambah-nambahin aja nih orang, awas aja". Renata menghampiri mobil yang hampir menabraknya itu.
"Woy bawa mobil kalau belum bisa minta ajarin dulu sama bapak kau, kalau aku sampai tertabrak tadi bagaimana, keluar sini jangan beraninya di dalem gitu, dasar orang kaya sombong mentang-mentang naik mobil seenaknya aja, emang kamu pikir".
Kaca mobil terbuka.
"Boss".
Ternyata mobil yang hampir menabrak Renata itu adalah rudransh.
"Saya pikir apa, ayo lanjutin marah-marahnya". Ucap Rans dengan santai.
"Bos ko mobilnya beda lagi". Renata menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Masuk cepat". Ransh menyuruh Renata untuk masuk ke dalam mobilnya.
"Ngapain bos".
"Terus kamu mau marah-marah terus di sini, cepat masuk".
"Eee iya bos, aduh kenapa selalu ingin menabrakku, sudah dua kali aku hampir tertabrak". Ucap Renata pelan.
"Apa yang kamu katakan?". Ransh tidak mendengar jelas ucapan Renata
"Tidak bos, saya masuk ya". Renata memasuki mobil ransh.
"Bos mau kemana?". Renata basa basi agar bos nya melupakan kejadian marah-marahnya tadi.
"Saya ingin mencari makan siang, lalu melihat wanita dengan tampilan aneh sedang berbicara sendirian di jalan". Padahal.Ransh memang sengaja ingin menyusul Renata karena ia merasa bersalah sudah mengusirnya begitu saja tadi.
"Hm lalu kenapa saya diajak masuk bos, memangnya saya mau di ajak makan siang?". Renata dengan penuh harap karena sejak pagi perutnya sama sekali belum terisi apapun.
"Kenapa kamu selalu kepedean, menyimpulkan segala sesuatu yang kamu inginkan". Ucap Ransh.
"Maaf bos".
"Kruk kruk kruk,,,,". Suara perut Renata sangat terdengar.
"Suara apa itu?". Tanya Ransh.
"Mungkin suara dari luar bos". Renata menyembunyikan perutnya.
__ADS_1
Ransh sebenarnya tau jika itu adalah suara perut Renata
Ransh pun mengajak Renata makan di restoran mewah tempat biasa Ransh dan keluarganya makan.
"Bos mau makan? Saya tunggu di mobil saja". Renata sudah pasrah jika ia tidak akan diajak makan oleh bosnya itu.
"Saya tidak ingin ada mayat di dalam mobil saya karena kelaparan, saya tidak ingin berurusan dengan polisi, jadi kamu ikut saya ke dalam". Ransh membuka pintu dan menyuruh Renata turun dan ikut makan dengannya.
"Astaga jadi dia tahu kalau tadi itu suara perutku yang kelaparan, ahh perutku ini memalukan saja". Renata turun dari mobil dan mengikuti bos nya dari belakang.
Karena penampilannya yang aneh membuat penghuni restoran memperhatikannya.
"Kamu duduk disini, saya duduk di sebelah sana". Ucap Ransh
"Kenapa sangat jauh bos".
"Saya tidak ingin ikut menjadi pusat perhatian sepertimu, karena penampilanmu seperti itu". Ransh menyuruh Renata duduk sangat jauh dari posisinya.
"Tapi bos, ini kan baju yang berikan pada saya".
"Saya tidak mau tahu, kamu duduk saja disini saya akan duduk di sana".
"Tapi bos jangan tinggalkan saya ya, dan saya di traktir kan, bukan potong gaji, soalnya saya gak punya uang bos, makanan di Restoran ini pasti sangat mahal". Renata khawatir kejadian dulu terulang lagi ia harus berjaga-jaga.
"Iya saya yang bayar, tapi jangan mengajak saya bicara lagi selama di dalam restoran ini, anggap saja kita tidak kenal". Ucap Ransh dengan berbisik.
"Siap bos, biarlah yang penting aku bisa makan enak dan gratis".
"Pelayan". Renata memanggil pelayan untuk memesan makan.
Pelayan datang ia menahan tawa karena melihat penampilan Renata
"Jika ingin tertawa, jangan ditahan tertawa saja. Saya tidak akan tersinggung ko". Ucap Renata pada pelayan yang baru saja datang.
"Ini nona menu makananya". Pelayan memberi buku menu pada Renata
"Makanan macam apa ini, apa tidak ada nasi goreng saja?". Tanya Renata
"Tidak ada nona".
"Ya sudah saya pesan semua yang paling enak saja ya". Ucap Renata memberikan buku menu yang ia tidak mengerti.
"Baik nona di tunggu ya". Pelayan meninggalkan Renata untuk menyiapkan makananan. Kemudian pelayan ke meja Ransh dan ransh juga memesan beberapa makanan yang memang ia sangat sukai di restoran ini
Pelayan pun membawakan makanan untuk Renata ada beberapa menu yang di rekomendasi kan pihak restoran. Seperti thousand island, chicken parmesan, beef gordon blue, merry chicken dan oglio, semua makanan yang asing di lidah Renata
Tapi Renata tetap memakannya karena lapar.
"Apa-apaan ini, makanan ko secomot-secomot gini mana kenyang". Renata yang heran dengan porsi makanan yang mini beda sekali dengan porsi makanan warteg yang biasa di beli.
"Makan aja deh, daripada laper". Renata memakan semua menu yang ia pesan..merasa belum kenyang Renata juga memesan hidangan penutup.
"Kapan lagi makan di restoran mewah, di bayarin lagi, jangan menyia-nyiakan kesempatan". Renata sangat bersemangat melahap semua menu yang ia pesan.
Setelah selesai ia pun sudah sangat kenyang sampai tidak kuat lagi menghabiskan satu sendok dessert cake lagi.
"Ahhh aku sangat kenyang, lumayan jadi tidak perlu makan lagi sampai malam". Ucap Renata mengusap perutnya.
Ransh pun memanggil pelayan untuk membayar tagihan makanan mereka berdua.
"Tolong billnya". Ucap Ransh pada pelayan
"Sama meja sebelah sana kan tuan". Ucap pelayan.
__ADS_1
"Iya".
"Ini pak totalnya jadi lima juta tiga ratus ribu rupiah". Ucap pelayan pada Ransh yang terkejut dengan nominal bill yang akan ia bayar, padahal ia hanya makan Chicken salad.
"Banyak sekali?". Ransh terkejut.
"Iya tuan. Tagihan meja sebelah mencapai lima juta dua ratus sembilan puluh ribu". Ucap pelayan memberikan bukti bill pada Ransh.
Ransh pun mengambil rincian menu yang Renata pesan, ia tidak menyangka Renata akan memesan sebanyak ini.
"Renata . Ransh meremas kertas bill tapi tetap membayarnya.
"Kamu menghabiskan setengah gajimu untuk makan siang?". Tanya Ransh.
"Tidak bos, saya hanya makan menu yang porsinya sangat sedikit, jadi saya memesannya banyak agar kenyang". Renata sama sekali tidak tahu jika harganya hampir setengah dari gajinya sebulan.
"Lihat ini". Ransh melemparkan selembar bill pada wajah Renata
Renata mengambilnya dan betapa terkejutnya ia melihat tagihan bill makanan yang ia makan tadi sebesar hampir gajinya sebulan.
"Astaga".
"Padahal aku hanya makan beberapa potong daging ayam dan daging sapi saja, astaga uang segini bisa untuk sebulan aku makan". Renata memegang perutnya.
"Dasar kampungan, sekalinya di ajak makan di restoran mewah tidak tahu diri". Ransh menuju mobil meninggalkan Renata
"Bos". Renata mengejar bosnya dan ingin meminta maaf
"Bos maafin saya ya, saya pikir tidak akan semahal ini". Renata menyatukan tangannya memohon.
"Ini salah saya, saya tidak menyangka tubuhmu yang kurus itu ternyata sangat rakus". Ransh menatap tubuh Renata yang memang sangat kurus.
Renata memperhatikan tubuhnya yang kurang gizi karena hanya makan makanan warteg dan mie instan setiap hari, gajinya dipakai untuk biaya kuliah.
"Maaf bos". Renata tidak tahu harus berbicara apa sudah pasti cacing dalam perutnya sangat bahagia sekarang mendapat asupan makanan jutaan rupiah.
"Sudah lupakan, sekarang saya akan mengantarmu pulang, penat berlama-lama bersamamu". Ransh memalingkan wajahnya.
Renata tidak enak hati tapi mau bagaimana lagi makanan itu sudah menjadi bubur di dalam perut Renata
"Semoga aku tidak sakit perut karena baru saja memakan, makanan yang sangat mahal". Renata masih tidak habis pikir.
Saat Renata ingin masuk mobil ia malah tersandung batu dan kakinya terpelintir.
"Ahhhh, bruk". Renata terjatuh.
"Astaga apa lagi". Ransh menoleh melihat Renata sudah terlentang di tanah.
"Bos". Renata memanggil Ransh untuk meminta tolong
"Arghhh tidak habis-habis penderitaanku saat berada di sampingmu Renata . Ransh membantu Renata untuk bangun, tapi kaki Renata sangat sakit untuk digerakkan.
"Sakit bos, saya tidak bisa berdiri". Renata meringis kesakitan.
"Lalu bagaimana?".
"Apa bos mau menggendong saya!". Renata menatap bos nya dengan wajah memelas.
"Apa, tidak mungkin".
Tapi Ransh tetap menggendong Renata dengan terpaksa.
"Maafkan saya bos". Ucap Renata di gendongan Ransh.
__ADS_1
"Arghh berat sekali". Ransh menggendong Renata ke dalam mobil