Terpaksa Menikahi CEO Psikopat

Terpaksa Menikahi CEO Psikopat
bab 13.


__ADS_3

Ransh menepuk jidatnya melihat Renata yang seperti gantungan kunci di gagang pintu.


"Bos bantu saya". Renata tidak bisa bergerak.


Ransh mendekat dan melepaskan handuk yang tersangkut di gagang pintu membuat Renata langsung terjatuh di lantai.


Bruk.


"Auh, sakit bos".


Ransh langsung meninggalkan Renata tanpa memperdulikan ucapannya lagi.


"Bos tunggu". Renata bangun dan mengejar bos nya.


Ransh masuk ke kamarnya tapi Renata tetap mengikutinya sampai ke dalam kamar.


"Saya mau mandi". Ransh berbalik melihat Renata teru mengikutinya.


"Eee tapi bos saya pakai baju apa, saya harus ke kampus sekarang".


"Saya mau mandi dulu, setelah itu nanti saya pikirkan kamu harus pakai baju apa". Ransh memasuki kamar mandi.


"Tapi bos mandinya jangan lama-lama ya soalnya..".


Ransh menutup pintu memotong ucapan Renata .


"Soalnya aku sudah telat, ahh dia tidak mendengarkanku". Renata membalikan badannya. Ia tidak tahu harus melakukan apa selama menunggu bos nya mandi.


Ia melihat sekeliling kamar yang sangat mewah itu, furniture dan barang-barang yang sangat mewah berada di dalam kamar bos nya itu.


"Ini adalah istana dunia nyata". Rasa takjub Renata tak pernah hilang melihat memewahan rumah Ransh.


Ia duduk di sofa dan masih mengatakan "wah" saat melihat sekeliling kamar.


"Kenapa dia sangat lama sekali mandinya, seperti wanita saja". Renata merasa bosan.


"bos, bos, apa masih lama?".


"Bos bisa cepat sedikit, bos". Renata terus berteriak.


Sama seperti Renata tadi, Ransh juga tidak menghiraukan teriakan Renata . Ia tetap fokus membersihkan diri, tidak peduli Renata menunggunya di kamar dengan harap-harap cemas, karena waktu terus berjalan mungkin Renata bukan hanya telat tapi dia tertinggal.


Karena merasa sangat bosan dan lelah menunggu bosnya selesai mandi, ia pun sampai tertidur di sofa dalam keadaan masih menggunakan handuk.


Setelah cukup lama Ransh mandi ia pun keluar dan melihat Renata tertidur di atas sofa.


"Apa dia tertidur?". Ransh mendekat dan memastikan.


"Benar, dia tertidur".


"Kenapa aku bertemu dengan sekretaris model kaya gini si, lihat cara dia tidur, mulutnya terbuka seperti itu". Ransh melihat Renata tertidur dengan mulut terbuka.

__ADS_1


"Aku kira semua wanita itu anggun dan menjaga image ternyata dia sangat aneh". Ransh meninggalkan Renata yang tertidur


Tapi tiba-tiba ia berbalik karena mendengar suara aneh dari arah Renata . Ransh menoleh lagi ke arah Renata .


"Astaga dia mendengkur, sangat memalukan wanita ini, aku tidak bisa berlama-lama dekat dengannya". Ransh kembali melangkahkan kakinya meninggalkan Renata yang sangat berisik dengan suara mendengkurnya itu.


"Saya mohon bu saya belum punya uang buat bayar kos". Renata menarik handuk Ransh secara tiba-tiba dengan posisi tangan memohon.


Ransh segera menarik kembali handuknya dan menutup kembali tubuhnya dengan handuk yang ditarik paksa oleh Renata . Ia melihat Renata masih memejamkan mata dengan terus berbicara.


"Dia mengigau". Ransh mengusap wajahnya dengan kasar.


"Untung saja dia masih menutup mata saat handukku lepas".


Ransh tidak habis pikir bisa bertemu dengan wanita seperti Renata . Sedangkan Renata masih tertidur pulas dan sesekali berbicara dalam tidurnya.


"Hehehe lucu sekali, kamu malu ya?". Tiba-tiba Renata tertawa dalam tidurnya.


"Astaga apa dia melihatku tadi tapi pura-pura tertidur?".


"Tidak bisa di biarkan, jika dia terus di sini akan membuatku jadi gila". Ransh meninggalkan Renata dan bergegas memakai baju setelah itu ia akan menyuruh Renata pergi dari rumahnya.


Setelah menggunakan pakain Ransh pun kembali membawa segelas air ditangannya.


Byur


Air tumpah di wajah Renata yang masih tertidur pulas.


"Apakah aku tenggelam, tolong aku". Renata kelabakan di atas sofa.


"Renata bangunlah". Teriak Ransh.


Renata pun menatap wajah ransh yang memerah dan giginya yang mengancing.


"Bos, maaf saya tertidur ya, maaf bos saya bosan menunggu bos mandi terlalu lama". Renata mengusap wajahnya yang basah padahal ia sudah mandi tadi, ia seperti mandi dua kali.


"Cepat pakai ini". Ransh melempar pakain miliknya yang mungkin muat di Renata , karena tidak ada wania di rumah Ransh yang bisa ia pinjam bajunya. Di rumahnya hanya ada pembantu laki-laki semua, karena menurut Ransh pekerjaan laki-laki lebih rapih dan teliti.


Renata pun mengambil baju yang Ransh lemparkan dan membawanya ke ruang ganti.


"Bos baju ini terlalu besar, lebih seperti daster untukku". Renata memakai kaos polos berwarna putih yang sangat kebesaran di tubuh kecil Renata .


"Hanya ada itu, terserah jika kamu ingin memakai handuk lagi".


"Tidak bos, pakai ini saja". Renata tersenyum.


"Kalau begitu, silahkan keluar dari rumahku, kamu sudah cukup membuatku kesal". Ransh sudah tidak tahan dengan keberadaan Renata .


"Bos akan mengantarku pulang? Karena jam kuliahku sudah terlewat, aku ingin pulang saja bos". Ucap Renata .


"Mengantarmu, kamu pikir aku ini supir pribadimu?".

__ADS_1


"Tapi bos masa saya harus pulang seperti ini, baju dan celana kebesaran ini membuat ku seperti orang-orangan sawah". Renata merasa aneh dengan tampilannya.


"Orang-orangan sawah?". Ransh bingung


"Iya bos orang-orangan sawah itu adal…".


"Ah sudahlah saya tidak peduli, cepat kamu pergi dari sini". Ransh menutup kupingnya


"Bos jangan lebih kejam dari ibu tiri, antarlah aku pulang itung-itung mencari pahala". Renata membujuk Ransh.


"Aku akan mencari pahala dengan cara yang lain, yang pasti bukan dengan menolongmu".


"Tolong lah bos, antar saya pulang, bos sangat kejam hiks hiks hiks". Renata pura-pura menangis untuk menarik perhatian bosnya agar mau mengantarnya pulang selain malu dengan tampilannya ia juga tidak punya ongkos untuk pulang sendiri.


Tapi saat ia mengangkat wajahnya bos nya sudah menghilang dari hadapannya.


"Bos dimana?, bos". Renata keluar kamar dan mencari bos nya


"Ah sia-sia air mata palsuku ini". Renata terus mencari Ransh bagaimana pun ia harus mencari cara agar bos nya mau mengantarnya pulang.


Ternyata Ransh berada di taman belakang dekat kolam renang


"Bos di sini". Renata menghampiri Ransh yang bersantai di pinggir kolam.


"Bos benar tidak mau mengantar saya pulang?".


Ransh tidak menoleh pada Renata ia juga tidak menjawab pertanyaan Renata .


"Bos". Panggil Renata sekali lagi.


"Pergilah atau aku pecat". Ucap Ransh dengan nada dingin.


"Tapi bos".


"Aku hitung sampai tiga, kalau kamu masih di sini kamu langsung aku pecat".


"Tapi aku tidak puny.."


"1..2..


"Tunggu dulu bos".


Renata langsung berlari menghilang dari hadapan Ransh.


Renata pergi ke pintu keluar rumah Ransh dengan pakain kebesaran juga celana yang kepanjangan bahkan celananya sampai terinjak karena terlalu panjang.


"Aku pikir dia sudah berubah jadi baik, ternyata tetap sengklek, kalau sudah ngancam di pecat aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi, itu kelemahanku satu-satunya". Renata mulai berjalan keluar dari rumah Ransh. Baru sekitar lima langkah ia berjalan sudah ada orang yang menertawakan penampilannya.


Ransh yang menutup matanya bersantai di pinggir kolam pun merasa tenang dan damai tanpa suara bising Renata . Tiba-tiba ia membuka mata.


"Wanita itu benar-benar menghilang setelah aku ancam akan di pecat, dia sangat takut kehilangan pekerjaan, tapi dia tadi bilang tidak punya apa ya". Ransh sedikit memikirkan Renata padahal tadi saat Renata berada di sini ia sangat terganggu.

__ADS_1


__ADS_2