Terpaksa Menikahi CEO Psikopat

Terpaksa Menikahi CEO Psikopat
bab 32.


__ADS_3

"Tidak, hentikan. Tolong!!!". Renata berteriak sekuat tenaga. Selama ini ia selalu menjaga tubuhnya karena ia tidak ingin mengecewakan orang tuanya yang sudah meninggal. Ia sangat hancur saat melihat apa yang Ransh lakukan padanya.


"Aku tidak bisa melepaskanmu, aku tidak bisa menahannya lagi!!". Ransh semakin melancarkan aksinya.


"Brengsek, lepaskan aku, tolong!!!". Renata semakin berteriak.


"Lepaskan aku, siapapun tolong!!".


"Tidak akan ada yang bisa menolongmu, tidak ada siapapun di sini, jadi lebih baik kau diam dan menikmati semuanya. Aku akan memberimu uang yang banyak setelah ini!". Ransh meremas dada Renata dengan sangat kuat.


"Aku tidak ingin uang, tolong lepaskan aku hiks hiks hiks!!". Renata pun tidak bisa lagi menahan tangisnya. Untuk pertama kalinya setelah kepergian orang tuanya Renata menangis lagi.


"Jangan menangis, setelah mendapatkan uang dari ku, kamu pasti tersenyum. Wanita kampungan sepertimu pasti sangat menghambakan uang kan, jadi diamlah!!". Ransh sangat merendahkan Renata dengan semua ucapan dan perlakuannya.


"Tidak, aku memang wanita kampung, tapi aku bukan wanita murahan, lepaskan aku!!". Renata mendorong Ransh dengan sekuat tenaga sampai ransh tersungkur. Dengan kesempatan itu Renata langsung berlari ke arah pintu untuk melarikan diri, sialnya pintu sudah terkunci.


"Aku tidak akan melukaimu, kemarilah!!". Ransh merayu Renata yang berada di dekat pintu.


"Aku mohon, lepaskan aku, biarkan aku pergi!!!". Renata menutupi tubuhnya dengan tangan mungilnya.


"Renata , aku minta maaf tapi aku tidak bisa lagi menahannya, aku berjanji setelah ini aku akan memberimu uang, kemarilah!!". Ransh mendekati Renata perlahan


"Tidak hiks hiks hiks!!". Renata menggelengkan kepalanya dengan deraian air mata.


"Aku berjanji tidak akan melukaimu, dan tidak akan mengambil kesucianmu, aku hanya ingin melanjutkan aktivitasku dengan gundukan daging lebih itu". Ucap Ransh mendekat.


"Jangan, aku mohon hentikan!". Renata menutupi dadanya sebisa mungkin.


"Aku tidak bisa maafkan aku!!". Ransh langsung membopong Renata ke atas ranjangnya lagi dan menindih tubuh kecil Renata . Hingga ia tidak bisa pergi kemana pun.


"Tolong!!". Teriak Renata saat bibir Ransh menyentuh ****** miliknya.


"Hiks hiks hiks!!!". Deraian air mata terus menetes di sudut mata Renata .


"Tolong!!!". Teriak Renata sekali lagi.


"Bruhhh!!". Suara seseorang mendobrak pintu.


Ternyata Seno datang lagi karena merasa ada yang disembunyikan oleh kakaknya. Dan benar saja, dan dugaannya benar.


"Renata !". Arsen sangat terkejut dengan apa yang sedang ia lihat.


"Seno tolong aku!". Renata melihat Seno berada di depan pintu dan mematung.


"Brengsek, ternyata ini yang lo sembunyiin!". Ucap Seno menarik Ransh dari atas tubuh Renata .

__ADS_1


"Jangan ikut campur, cepat pergi dari sini!". Ransh mendorong Seno.


"Gue gak nyangka lo bakal ngelakuin hal sampah kaya gini, gue pikir lo orang baik!". Ransh kembali mendorong ransh.


"Gak usah sok jadi pahlawan!". Ransh menunjuk wajah Seno.


Renata langsung berlari ke belakang Seno selagi ada kesempatan.


"Tolong aku!". Ucap Renata di belakang Seno.


"Tenang ya!". Seno menjaga Renata dengan tubuhnya.


"Balikin dia!". Ucap Ransh


"Lo udah gila ya mas, lo bener-bener brengsek, bisa-bisanya lo ngelakuin ini semua sama Renata . Gue udah curiga pasti ada yang lagi lo sembunyiin, ternyata bener kan, untung aja gue balik lagi, kalau nggak lo pasti". Seno menghentikan ucapannya.


"Jangan banyak omongan, lo itu adik gue. Balikin Renata sama gue sekarang juga!!". Ransh mencoba menarik tangan Renata . Untuk pertama kalinya Ransh bicara lo gue sama Seno.


"Gak bakal, gue gak bakal kasih Renata sama orang bejat kaya lo!!". Seno menarik kembali tangan Renata .


"Ayo kita pergi!". Seno membawa Renata dari kamar dan meninggalkan Ransh.


"Tunggu, Renata kembali!". Ucap Ransh mengejar Seno dan Renata yang berlari keluar.


"Renata , berhenti atau kamu akan aku pecat!". Ucap Ransh menghentikan langkah Renata . Karena selama ini Renata sangat takut jika diancam akan dipecat .


"Sebelum dipecat, aku yang mengundurkan diri menjadi sekretaris, uangmu tidak bisa membeli harga diriku!". Ucap Renata sambil menangis.


"Wanita kampung, so jual mahal!!". Ucap Ransh mendengar ucapan Renata .


Brughh!!!. Seno menghajar wajah kakaknya.


"Gue tidak nyangka gue bisa punya kakak kaya lo!". Ucap Seno setelah memberi pukulan pada ransh. Dan langsung pergi bersama Renata


"Kurang ajar!". Ucap Ransh mengusap darah dari sudut bibirnya.


"Renata !!". Panggil Ransh melihat bayangan Renata pergi bersama adiknya.


"Arghhh!!!". Ransh mengusap kasar wajahnya.


Ia pun segera keluar dan memasuki mobil untuk mengejar Seno yang membawa Renata pergi.


Renata hanya menangis di dalam mobil, seno memberikan jaket miliknya untuk menutupi tubuh Renata .


"Tenang ya, lo aman sama gue!". Seno mengusap rambut Renata dengan lembut. Renata hanya diam dan menangis.

__ADS_1


"Sialan, kenapa mas Ransh pake ngejar si!". Seno melihat ke arah spion mobil Ransh di belakang nya.


"Apa, dia mengejar, tolong selamatkan aku darinya!". Renata sangat ketakutan.


"Tenang ya, aku akan melindungimu!". Ucap Seno sambil terus menyetir, ia melajukan mobilnya dengan sangat cepat agar Ransh tidak bisa mengejarnya.


'Gue gak nyangka lo sejahat ini, lihat wanita polos ini sangat ketakutan'. Ucap Seno dalam hati melihat Renata .


"Tolong cepat, jangan sampai dia bisa mengejar kita!". Ucap Renata yang terlihat sangat panik.


"Tenang ya, gue gak bakal biarin kakak gue nemuin lo lagi!". Seno berusaha menenangkan Renata .


"Kenapa kamu pake ikut campur sih arghh kacau semuanya!". Ransh memukul stir mobilnya dan berusaha mengejar mobil Seno dan membawa Renata kembali.


"Renata maafkan aku!". Ransh mulai menyesal dengan apa yang sudah ia lakukan pada Renata , apa lagi melihat Renata pergi dengan seno, itu membuat hatinya menjadi sangat sakit


"Sial sial sial!!!". Ransh tak hentinya memaki keadaan.


Saat Ransh hampir saja bisa menyalip mobil Seno, tiba-tiba ada kendaraan yang muncul tiba-tiba membuat Ransh harus membanting stir ke pinggir jalan.


"Tiiinnn!!!". Ransh pun membanting stirnya.


"Astaga!". Ransh menghela nafas saat dirinya berhasil menghindari kendaraan lain yang hampir saja ia tabrak.


Ia pun harus menepi dan kehilangan jejak mobil seno.


"Ada apa?". Tanya Renata melihat kebelakang.


"Mas ransh hampir saja menabrak, untung saja dia langsung membanting stir, tapi itu bagus mas Ransh tidak bisa mengejar kita lagi!". Ucap Seno tersenyum puas.


"Syukurlah!". Ucap Renata mengusap dadanya.


"Renata , gue minta maaf ya!". Ucap Seno setelah keadaan mulai tenang.


"Gue gak nyangka banget, kakak gue bisa ngelakuin hal murahan kaya gitu, selama ini dia sangat baik dan tidak pernah terlihat memiliki hubungan dengan wanita, bahkan gue sempat mengira kalau kakak gua itu gay, tapi..".


"Kamu gak perlu minta maaf, ini bukan salah kamu, ini salah aku, harusnya aku bisa menolak saat dia mengajakku menginap di rumahnya, aku yang bodoh aku yang salah, aku selalu mengira jika semua orang itu baik, aku terlalu naif untuk tinggal di kota besar ini!". Ucap Renata menundukan kepalanya.


"Renata , kamu terlalu polos dan baik, aku harap kamu bisa belajar dari kejadian ini, kakakku yang baik saja bisa melakukan ini padamu, jadi mulai sekarang kamu harus berhati-hati!". Seno mulai melembutkan perkataannya pada Renata dengan sebutan aku dan kamu.


"Terimakasih sudah menolongku!". Renata menatap Seno, Renata merasa Seno adalah pahlawan untuknya.


"Anytime, sekarang kita ke toko baju dulu untuk membeli baju yang pantas untukmu!". Ucap seno melihat Renata memakai baju yang sangat seksi, paha Renata sangat terlihat juga belahan dadanya.


Renata langsung menutup rapat kakinya juga menutupi dadanya dengan jaket yang diberikan oleh Seno.

__ADS_1


"Kamu tunggu di sini aja ya, aku gak mau orang lain lihat kamu pakai baju seperti ini!". Ucap seno membuka pintu.


Renata hanya mengangguk .


__ADS_2