Terpaksa Menikahi CEO Psikopat

Terpaksa Menikahi CEO Psikopat
bab 26.


__ADS_3

"Renata sudah berjanji padaku, bahwa hari ini ia akan menemaniku makan di luar, benarkan Renata ?". Tanya Seno dengan penuh semangat.


"Aku hanya".


"Tuh kan benar!!". Seno memotong ucapan Renata .


"Tapi aku bosnya, dan dia sedang bekerja aku tidak mengizinkannya untuk pergi denganmu". Ucap Ransh yang terus memaksa Seno untuk keluar dari ruangannya.


"Tunggu dulu, jangan seperti itu, jangan terlalu kejam dengan karyawan, dia juga manusia, iya kan Renata . Ayo kamu sudah janji kemarin". Lanjut Seno.


"Dia sedang banyak pekerjaan, mengerti!!". Ucap Ransh.


"Mas tolonglah, jangan seperti ini gue sudah menunggunya sejak kemarin". Seno memelas pada kakaknya.


"Tapi ".


"Tolonglah". Seno memotong ucapan Ransh dan menyatukan kedua tangannya untuk memohon pada Ransh.


"Oke tapi di jam istirahat, bukan sekarang. Ini masih jam kerja aku tidak kau karyawan lain melihat Renata pergi di jam kerja dan malah menjadi masalah, lagipula Renata masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, jangan seperti anak kecil seperti ini". Ucap Ransh pada adiknya itu.


"Oke oke, gue akan menunggu Renata sampai jam istirahat, gue bakal tungguin Renata di sini". Seno duduk di sofa dan terus memandang Renata .


"Astaga, kamu benar-benar membuat kacau kantorku tau gak, mending pulang saja dulu deh". Ucap Ransh yang melihat adiknya terus memandangi Renata .


"Gue gak ngapa-ngapain, cuma diam aja ko, lo kerja aja mas gue cuma mau liatin Renata ko". Ucap Seno mengabaikan ucapan kakaknya.


"Tapi kamu jadi ganggu konsentrasi dia. Dia lagi banyak kerjaan tau gak, mending kamu tunggu di rumah, nanti kalau sudah jam istirahat baru kamu kembali lagi!".


"Renata , memangnya aku ganggu kamu?". Tanya Seno.


Renata bingung dan melihat bosnya seperti memberi isyarat agar Renata mengatakan iya.


"E-e iya aku sedikit terganggu dan kurang fokus jika di liatin kaya gitu". Ucap Renata sambil melirik Ransh.


"Tuh denger kan". Ransh memasang senyum.


"Tapi gue kan".


"Udah mending kamu pulang atau kemana dulu aja, nanti kalau sudah jam istirahat kamu kembali lagi ke sini". Ucap Ransh

__ADS_1


"Arghh rese lo mas". Seno pun melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Ransh.


"Renata gue akan kembali lagi ya, kita akan jalan-jalan setelah ini, lo harus tepatin janji lo ya". Ucap Seno di ujung pintu.


"Udah deh udah berisik banget". Ransh menutup pintu dan mendorong kepala Seno keluar.


'Perasaan aku gak janji deh sama dia, tapi kenapa dia bilang aku udah janji ya, tapi untungnya bos ngelindungin aku dari cowok prik itu, ih males banget kalau harus jalan sama dia'. Ucap Renata dalam hati.


"Kamu sering menghubungi Seno?". Tanya Ransh pada Renata yang melamun.


"Ah tidak bos, kemarin dia menelpon mengajak saya jalan-jalan, tapi saya menolaknya dan dia bilang hari ini akan ajak saya makan di luar, tapi seingat saya, saya gak janji sama dia. Dan juga saya gak tau dia dapet nomor telepon saya dari mana". Ucap Renata


"Oh, saya harap kamu bisa fokus kerja dan tidak memikirkan hal-hal yang di luar pekerjaan". Ransh kembali ke tempatnya.


'Untung saja aku bisa mengusir Seno dari sini, dia akan pergi bersama Renata di jam istirahat nanti. Aku harus melakukan apa ya agar rencana Seno gagal mengajak Renata pergi, aku harus mencari alasan lagi'. Ucap Ransh dalam hati, ia tidak rela jika Renata dekat dengan seno tapi ia juga gengsi untuk mengatakannya langsung.


Mereka melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing tapi fokus Ransh masih pada Renata . Ia masih memikirkan cara apa yang bisa menggagalkan rencana Seno. Ia tidak rela jika Wanita yang sudah ia sentuh bersama pria lain termasuk adiknya.


'Aku harus mencari cara, sekarang sudah jam sepuluh, tinggal sedikit lagi jam istirahat tiba, apa yang harus aku lakukan'. Ucap Ransh dalam hati sambil terus melirik Renata yang fokus pada pekerjaannya.


"Ahh aku tahu". Ucap Ransh.


"Ada apa bos?". Tanya Renata mendengar bosnya tiba-tiba berteriak.


Ransh memiliki ide agar Renata tidak jadi pergi dengan Seno.


Selang setengah jam sejak tadi ia mendapat ide, sekitar jam setengah sebelas siang ia membunyikan ponselnya secara sengaja seolah ada yang sedang menelpon. Ia pura-pura tidak mendengar dan fokus pada laptopnya.


"Bos, ponselnya berbunyi". Ucap Renata tapi tidak ada respon dari bosnya.


"Bos, ada telepon!". Teriak Renata sekali lagi.


"Ada apa?". Ransh menoleh pada Renata .


"Ponsel bos berbunyi". Ucap Renata .


"Oh iya, saya terlalu fokus pada pekerjaan". Ucap Ransh berbohong, ia lalu berpura-pura mengangkat ponselnya dan meletakkannya di telinga.


"Hallo ada apa?". Ucap ransh pada ponsel yang mati.

__ADS_1


"Meeting?". Ransh mengencangkan suaranya agar terdengar oleh Renata .


"Harus sekarang juga, oh sangat penting?". Ransh berbicara sendiri.


"Jadi harus sekarang juga ya, oke oke saya dan sekretaris saya akan kesana". Ucap Ransh dan langsung pura-pura mematikan ponsel.


"Renata , apa kamu mendengar ucapan saya tadi di telepon?". Tanya Ransh.


"Iya bos, bos bicara sangat kencang tidak seperti biasanya". Ucap Renata .


"Jadi kamu dengarkan, kita ada meeting penting sekarang juga, jadi bersiap-siaplah". Ransh bangun dari tempatnya dan menghampiri Renata .


"Cepatlah". Ucap ransh takut jika seno akan segera datang.


"Tapi bos, gimana dengan pak Seno nanti". Tanya Renata .


"Ini lebih penting, apa kamu mau saya pecat". Ucap ransh yang tidak bersungguh-sungguh ingin memecat Renata .


"Tidak bos!".


"Ya sudah cepat makanya, ini meeting sangat penting". Ransh membantu Renata menyiapkan berkas tidak seperti biasanya yang cuek dan berjalan mendahului Renata .


"Terimakasih bos". Ucap Renata setelah bosnya membantunya.


"Aku hanya ingin kamu cepat, lelet sekali". Ucap Ransh.


Ransh pun berjalan meninggalkan ruangan dan di ikuti oleh Renata .


"Cepatlah!". Ransh takut Seno segera datang.


"Iya bos". Renata berusaha dengan cepat mengejar langkah bosnya itu. Biasanya bosnya memang cepat tapi tidak terburu-buru seperti ini


"Cepat masuk". Ucap Ransh yang sudah berada di dalam mobil.


Renata segera masuk ke dalam mobil, ransh langsung melajukan mobilnya dengan cepat, ia tidak pakai supir karena supirnya izin sakit hari ini.


Ransh bingung melajukan mobilnya kemana, karena memang hari ini tidak ada meeting apapun, itu hanya alibi agar Renata tidak bertemu dengan Seno. Dan seno tidak bisa mengajak Renata pergi jalan-jalan.


"Kita meeting dimana bos?". Tanya Renata di sampingnya.

__ADS_1


'Aku harus membawa Renata kemana ya'. Ucap ransh dalam hati.


"Jangan banyak tanya, diam saja nanti juga kamu tahu". Ucap Ransh pada Renata seperti biasa dengan nada dinginnya. Ia tidak mau menampakan rasa tertariknya pada Renata .


__ADS_2