
Rudransh terus berjalan memasuki mobil dan meninggalkan Renata yang masih kesusahan membawa barang
"Ughhh kalau bukan bos udah aku bikin jadi ayam geprek deh tinggal pakein cabe rawit". Ucap Renata kesal.
"Jangan lambat, cepat sedikit dasar siput". Ucap Rudransh yang berjalan di depan Renata .
Akhirnya sampai juga Renata di mobil ia meletakkan semua barang dan duduk di samping Rudransh.
"Lain kali kamu harus lebih cepat, jangan lelet aku tidak suka dengan sekretaris lelet". Ucap Rudransh
"Dasar boss ngeselin, kalau tadi di bantuin juga gak bakal lama jalannya". Ucap Renata di dalam hati.
"Denger saya gak?".
"Iya pak lain kali saya akan bergerak lincah seperti kancil". Ucap Renata asal.
"Huhh kamu lebih cocok jadi kuda nil". Ucap Rudransh cuek.
"Dasar kutil landak, enak banget ngatain aku kudanil, ughhhh apa lagi tampangnya itu so cuek dan dingin pengen rasanya ngusap kepalanya pakai kanebo". Ucap Renata dalam hati. Ia sangat tidak cocok dengan boss barunya ini tapi mau bagaimana lagi, ia harus terus bekerja untuk biaya hidupnya sendiri.
"Kita akan meeting di restoran, apa kamu sudah makan". Tanya Rudransh.
"Asik makan enak nih". Ucap Renata dalam hati.
"Belum pak". Ucap Renata dengan semangat.
"Nanti makan di sana setelah meeting".
"Yess". Ucap Renata .
"Tapi bayar sendiri, aku yakin orang sepertimu pasti makannya banyak". Ucap Rudransh memalingkan wajahnya.
"Astaga dia sangat menguji kesabaranku yang setipis tissue ini". Renata terus mengomel dalam hati.
Akhirnya mereka sampai di restoran tempat mereka akan bertemu klien untuk meeting.
Tapi Rudransh merasa penampilan Renata selalu berantakan karena kemejanya yang kebesaran itu.
"Bisakah besok kamu memakai baju yang pas dengan tubuhmu agar terlihat lebih rapi?". Ucap rudransh memperhatikan tampilan Renata .
"Ia boss, tapi".
Renata ragu dan malu untuk mengatakan alasannya memakai baju yang kebesaran akhirnya ia mengiyakan saja perintah bosnya itu.
__ADS_1
"Iya boss besok saya akan pakai baju yang pas agar lebih rapi". Ucap Renata merapikan bajunya yang memang terlihat kurang rapi
Mereka masuk ke dalam restoran dan sudah ada klien yang menunggu. Akhirnya mereka pun langsung memulai meeting.
Renata yang terlihat dominan dan sangat pintar menjelaskan point- point penting pada klien hingga membuat klien setuju dengan kerja sama yang Rudransh buat.
Ia sangat puas dengan kinerja Renata yang lugas dan tegas dalam menjelaskan setiap point yang menjadi daya tarik untuk klien menyetujui kesepakatan
"Kalau begitu terima kasih pak, saya sangat puas dengan penjelasan sekretaris pak Rudra dan akan segera mengurus kerja sama ini". Ucap klien Rudransh yang bangun dari duduknya.
"Oke pak Terimakasih, semoga kerjasama kita berjalan lancar dan kita semua mendapatkan hasil yang maksimal". Ucap Rudransh.
Klien itu pun pergi dengan perasaan senang..begitu juga dengan Rudransh yang senang dengan hasil kerja sekretarisnya barunya itu.
"Kerja bagus, saya akan mentraktirmu jus ini untuk merayakan keberhasilan kita". Ucap Rudransh.
"Cuma jus". Ucap Renata dalam hati.
"Sudah selesai kita pulang sekarang". Ucap Rudransh
"Tapi pak jusnya belum habis". Ucap Renata yang baru saja meminum juss yang diberikan Rudransh
"Aku tidak punya banyak waktu. Cepatlah". Ucap Rudransh meninggalkan Renata yang masih minum Jus
"Bosa tunggu". Renata dengan laptop dan berkas yang menumpuk mencoba mengejar bossnya itu
"Jangan sampai aku di tinggalin, dasar boss prik". Renata masih berlari mengejar Rudransh
"Dimana dia, arghhh berkas dan barang-barang ini sungguh menyusahkan ku berjalan".
Rudransh melangkah keluar Restoran tanpa memikirkan Renata yang masih ada di belakang mengejarnya membawa banyak berkas-berkas yang baru saja ia gunakan untuk meeting. Jangankan membantu Renata untuk membawa barang bawaan menunggu Renata berjalan saja ia tidak mau.
"Kenapa baru sehari bekerja dengannya aku sudah merasa seperti kerja rodi, ahhh lelah sekali". Ucap Renata yang masih berjalan mengejar Rudransh.
"Boss jangan tinggalkan aku boss". Teriak Renata membuat tamu restoran menatap dirinya. Seakan tidak peduli dengan tatapan orang di sekitarnya ia terus saja berjalan karena tidak ingin tertinggal dengan bosnya.
Rudransh memasuki mobil dan menyuruh supirnya jalan.
"Kita langsung pulang pak". Ucap rudransh pada supirnya
"Tapi nona yang tadi bagaimana?". Tanya supir
"Biarkan dia pulang sendiri itu bukan urusan kita". Ucap Rudransh tanpa rasa bersalah.
__ADS_1
Setelah hampir saja menemui Bosnya. Ia melihat mobil bos nya berlalu begitu saja tanpa dirinya.
"Boss kamu melupakanku, boss". Teriak Renata .
"Ughhh dasar boss dajjal, kenapa dia meninggalkanku. Apa dia melupakanku. Apa dia juga lupa pergi ke sini bersamaku, kenapa dia sangat menyebalkan". Teriak Renata melemparkan berkas ke lantai
Tiba-tiba telpon masuk ke ponselnya ternyata dari bosnya itu.
Renata baru ingin membuka mulut mengatakan jika ia tertinggal Rudransh langsung mengatakan.
"Pulang sendiri, aku sudah memesankan taksi online untuk mu. Sudah aku bayar dengan memotong gaji bulan ini". Tit Rudransh langsung memutus telepon.
"Tapi boss".
"Ahhhh kenapa langsung di matiin. Aku tidak mau membayar taksi online dengan gaji pertamaku. Bayarannya pasti mahal. Tuhan kenapa dia sangat menguji kesabaranku". Ucap Renata kesal.
Tiba-tiba mobil taksi menghampirinya.
"Nona Renata ya. Ada seseorang yang memesan taksi untukmu". Ucap supir taksi.
"Iya hanya memesan saja tapi aku yang membayarnya sendiri dengan gaji pertamaku nanti". Ucap Renata kesal dan masuk ke dalam mobil.
Supir taksi hanya menggaruk kepalanya karena tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Renata
"Huh sabar Renata Sabar, ini baru hari pertama bekerja, aku harus sabar". Renata menenangkan dirinya sendiri dengan situasi yang selalu membuatnya ingin berkata kasar.
"Aku tidak boleh menyerah, kita aku menyerah pria itu pasti senang dan merasa menang. Aku tidak akan menyerah, semangat Renata ". Ucap Renata dalam hati.
"Aku saja harus mengirit untuk makan sebulan di kostan, dan boss gila ini malah memesan taksi online ini dengan uang gajiku, dia memang tidak punya hati".
Renata pulang dengan keadaan sangat lelah dan berantakan. Ia bukan hanya lelah karena pekerjaan ia juga lelah menahan emosinya pada boss barunya itu. Jika ia tidak sabar mungkin hidung bossnya itu sudah berdarah karena di geprek oleh Renata .
Renata memasuki kosannya yang sangat sempit dan sederhana itu. Ia langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang dan menaruh semua berkas yang ia bawa-bawa itu ke meja samping ranjangnya.
"Ahhh akhirnya aku bisa istirahat juga. Aku sangat lelah".
Saat Renata hampir memejamkan mata tiba-tiba ponselnya berbunyi ada pesan yang masuk dan saat ia lihat pesan itu dari boss nya
"Kerjakan tugas yang saya kirim melalui Email barusan. Besok sudah harus selesai karena besok akan saya pakai untuk meeting di kantor". Sepenggal pesan yang Renata dapat dari bossnya itu.
Pesan itu membuat Renata berteriak dengan keras.
"Dasar boss gila".
__ADS_1