
Jennifer yang kesal dengan sikap rudransh yang cuek dan menyebalkan, ia langsung pergi meninggalkan ruangan dan kantor Rudransh.
Renata yang melihat itu hanya bisa menahan tawa nya dan ingin sekali meledek gadis yang tengil padanya itu.
"Kenapa kamu tertawa, cepat kerjakan pekerjaanmu". Ucap Rudransh yang melihat Renata menahan tawa.
Renata langsung fokus lagi pada pekerjaannya ia tidak mau mendengar burung beo itu mengomel lagi.
"Nanti kamu ikut saya meeting lagi di luar". Ucap Rudransh.
"Tapi nanti saya ditinggal lagi gak pak, saya gak mau ah nanti gaji saja habis cuma buat bayar taksi". Ucap Renata malas.
"Saya tidak akan meninggalkanmu asalkan jalanmu tidak lelet seperti siput".
"Baik pak".
Rudransh memperhatikan tampilan Renata yang berbeda dari sebelumnya. Ia terlihat cantik menggunakan pakaian yang pas pada tubuhnya. Dadanya sedikit menonjol membuatnya terlihat lebih seksi.
"Pakai pakaian seperti ini seterusnya jangan membuat saya malu lagi seperti kemarin dengan memakai baju yang kebesaran". Ucap Rudransh memalingkan wajahnya.
"Iya boss, tapi saya cuma punya 1 baju yang pas seperti ini, selebihnya ukuran jumbo semua". Ucap Renata .
"Baju kamu boleh beli atau dikasih orang kenapa hanya punya satu baju yang pas".
"Saya memang suka pakai baju yang kebesaran boss!".
"Ya sudah nanti setelah meeting ikut saya".
"Kemana boss".
"Ke neraka".
"Jangan boss aja sendiri, saya masih betah di dunia". Ucap Renata .
"Jangan banyak tanya ikut saja".
"Baik boss".
"Kenapa dia sangat menyebalkan, lihat wajahnya so cool seperti itu, nada bicaranya tidak pernah lembut, aku ingin sekali menjambak rambutnya itu". Ucap Renata dalam hati.
"Jangan memperhatikanku". Ucap Rudransh yang menyadari Renata memperhatikannya.
***
Jam istirahat sudah selesai Renata segera berdiri untuk makan siang, tapi di tahan oleh Rudransh
"Mau kemana kamu?".
"Makan siang boss, kan sudah waktunya makan siang".
"Saya punya tugas tambahan untuk kamu, jangan pergi istirahat".
"Tapi boss".
"Apa kamu mau istirahat dan tidak bekerja lagi". Ucap Rudransh mengancam.
__ADS_1
Dengan berat hati dan menahan rasa lapar, Renata pun menuruti perintah bossnya untuk mengerjakan tugas tambahan daripada ia kehilangan pekerjaannya.
"Ini selesaikan semua. Nanti jam 2 kita harus meeting, jangan istirahat sebelum semuanya beres". Ucap Rudransh pergi untuk makan siang meninggalkan Renata dengan berkas-berkas yang menumpuk.
"Lama-lama aku makan semua ni berkas, biarin deh kaya rayap sekalian, punya boss gak punya hati banget, punya pacar gak si orang kaya gitu. Kayanya cewek-cewek juga pada males sama dia, mungkin cuma cewek aneh tadi aja tuh yang mau sama boss nyebelin kayak dia". Renata berbicara sendiri di depan map berisi berkas yang harus ia rangkum untuk bahan meeting nanti.
"Malah gak sarapan lagi tadi pagi, isi perut kosong cacing pasti sudah pada demo pengen segera di kasih makan". Lanjut Renata .
Renata dengan kesal terus mengerjakan pekerjaan yang Rudransh berikan padanya. Sudah pukul satu siang Rudransh pun kembali ke ruangannya melihat Renata masih mengerjakan pekerjaannya dengan telaten.
Tidak ada ucapan apapun Rudransh hanya cuek melihat Renata yang belum makan siang.
"Jangan sampai ada yang terlewat, saya pecat langsung jika ada satu saja kesalahan yang kamu lakukan". Ucap Rudransh di meja kerjanya tidak tau jika perut Renata sudah lapar.
Renata hanya diam
"Apa kamu tidak mendengar apa yang saya katakan barusan?". Ucap Rudransh dengan nada tinggi.
"Dengar boss".
"Di jawab kalau saya bicara!" .
"Iya boss".
Renata kesal ia tidak bisa fokus karena lapar, tapi ia harus memaksakan agar tetap fokus agar tidak ada satu kesalahan pun yang ia buat
Selesai sudah tugas Renata , ia dan Rudransh pun pergi untuk meeting. Kali ini mereka meeting di lobby hotel. Karena klien nya adalah orang luar negeri yang tinggal di hotel.
"Boss kenapa kita ke hotel, boss jangan macem-macem ya sama saya". Ucap Renata yang takut karena di ajak ke dalam hotel oleh bos nya itu.
"Boss tunggu boss, jawab pertanyaan saya kenapa kita ke hotel, bosss!!!". Renata berjalan setengah berlari mengejar bosnya yang semakin cepat berjalannya.
"Huh huh boss pelan-pelan dong jalannya". Renata mengatur nafas karena kecapean.
"Boss kenapa kita ke hotel, boss gak menjebak saya kan". Ucap Renata yang dari tadi tidak di respon oleh bosnya.
Rudransh duduk di lobby hotel dan tetap tidak menjawab banyaknya pertanyaan Renata .
Renata dengan ragu duduk di samping bossnya.
"Boss!". Ucap Renata
Tidak ada jawaban.
"Boss!". Ucap Renata sekali lagi.
"Bisa diam gak kamu, aku nafsu aja gak liat kamu". Ucap Rudransh cuek.
Renata yang mendengar ucapan Rudransh itu langsung diam dan berhenti bertanya.
Tidak lama klien Rudransh datang.
Mereka pun memulai meeting, seperti biasa kerja Renata selalu memuaskan dan membuat klien percaya pada kerjasamanya dengan perusahaan Rudransh. Rudransh bahkan hanya diam dan menyerahkan Renata untuk berbicara dan menjelaskan semua pada klien.
"Gadis ini pintar sekali, cara dia berbicara pada klien dan cara dia bersikap dengan klien juga sangat bagus, dia selalu berhasil merebut hati klien, tidak seperti sekretaris sebelum-sebelumnya" . Ucap Rudransh yang memperhatikan Renata yang sedang menjelaskan kerjasama pada klien.
__ADS_1
Meeting selesai mereka berjabat tangan.
Klien Pun pergi meninggalkan Renata dan Rudransh yang masih membereskan berkas.
"Ikut saya setelah ini". Ucap Rudransh.
"Kemana boss".
"Ikut saja, jalannya cepat kalau lambat saya akan tinggalkan seperti kemarin". Rudransh bangun dari duduknya dan berjalan ke luar hotel
"Tunggu boss". Renata seperti anak kecil yang berlari mengejar ibunya.
Ternyata Rudransh membawa Renata ke Mall di pusat kota.
"Kita mau apa kesini boss, apa kita akan meeting dan bertemu klien lagi". Tanya Renata
"Ikut saja".
"Tapi boss".
Rudransh langsung berjalan meninggalkan Renata memasuki Mall
Padahal Renata sangat lapar dan ingin mengatakan untuk membeli makan dulu, tapi bossnya terus saja berjalan tidak menghiraukan ucapan Renata .
Renata pun mengikuti bosnya lagi sambil terus memegangi perutnya yang sudah sakit.
Mereka pergi ke toko baju, Rudransh ternyata ingin membelikan Renata baju untuk bekerja karena tadi Renata bilang hanya memiliki satu baju yang pas di tubuhnya.
"Coba baju ini semua". Ucap Rudransh memberikan beberapa baju pada Renata untuk di coba.
"Ini untuk saya boss?".
"Coba saja dulu, jika kamu pantas menggunakan baju mahal ini aku akan membelikannya untukmu".
"Serius boss, gak di potong gaji kan".
"Tergantung, coba saja dulu".
"Tidak deh boss saya gak mau gaji saya dipotong lagi apa lagi baju-baju ini sangat mahal". Ucap Renata menyerahkan baju nya pada Rudransh lagi.
"Kamu tuh bawel dan banyak tanya. Coba saja dulu jika cocok saya akan memberikannya".
Renata pun pergi ke ruang ganti untuk mencoba beberapa baju yang Rudransh pilihkan.
Rudransh duduk di sofa menunggu Renata mengganti baju.
Renata pun kelua memakai salah satu baju yang Rudransh pilihkan baju casual yang sangat cocok di tubuh Renata . Renata menjadi lebih cantik menggunakan pakaian itu.
"Kenapa dia jadi sangat cantik". Ucap Rudransh dalam hati melihat Renata . Keluar dari ruang ganti.
"Gimana boss cocok gak?". Tanya Renata .
Tidak ada jawaban
"Boss cocok gak?". Tanya Renata sekali lagi.
__ADS_1
Rudransh pun bangun dari lamunannya. Dan melihat Renata berada dekat sekali dengannya.