Terpaksa Menikahi CEO Psikopat

Terpaksa Menikahi CEO Psikopat
bab 09.


__ADS_3

"Biasa saja, tapi cocok daripada kamu harus memakai baju yang kebesaran itu". Ucap Ranch menyangkal.


Uhhh dia sangat menyebalkan, dia bilang biasa aja, ucap Renata dalam hati.


Renata kembali ke ruang ganti dan mengganti bajunya yang tadi ia membawa 5 pakaian yang Ramah pilihkan untuknya.


"Jadi yang mana tuan yang cocok dengan saya?".


"Semuanya tidak cocok, tapi karena kamu sudah mencobanya jadi ambil saja semua aku akan membayarnya". Ucap Ranch.


"Serius boss ini semua buat aku?". Ucap Renata kegirangan.


"Ya karena pasti badanmu bau, baju yang sudah kamu coba itu akan bau jika tidak di beli". Ranch meninggalkan Renata dengan tersenyum tipis bahkan orang lain tidak akan menyadari jika ia tersenyum.


Dasar boss dajjal, kutu kupret enak aja bilang aku bau. Ucap Renata kesal dalam hati


Leanan mengikuti Ranch berjalan di belakangnya.


"Boss kita langsung pulang?". Tanya Leana.


"Kita kembali ke kantor, masih ada yang harus dikerjakan, kamu baru saja aku beri pakaian, pekerjaan kamu akan bertambah banyak". Ucap Rans


"Tapi bos, saya kan gak minta?".


"Tapi kamu mau kan?"


"Ya kan di kasih, masa gak mau". Ucap Leana.


"Ya sudah ikuti perintah bos kamu yang baik hati ini". Ucap Ranch melangkah keluar mall setelah membayar belanjaan Leana.


"Boss bisa jalannya agak pelan gak?". Renata setengah berlari mengikuti langkah Ranch.


"Jalan kamu yang seperti siput, jalan cepat atau aku tinggalkan lagi".


"Jangan boss".Renata berlari malah menabrak Ranch dari belakang sampai bosnya itu terjatuh ke depan


Bruakkk.


Ranch terjatuh karena dorongan dari Leana.


"Ya ampun boss". Renata menutup mulutnya karena takut.


"Leana". Ranch teriak dalam jatuhnya.


"Boss maaf boss saya gak sengaja". Renata mencoba membangunkan bossnya itu.

__ADS_1


"Jangan meminta maaf, aku tidak pernah menerima maaf dari siapapun" . Ranch membangunkan tubuhnya dan membersihkan pakaiannya yang terkena debu.


"Maaf boss". Renata menggigit jarinya karena takut pada amarah bossnya itu.


"Ikut aku cepat". Ranch menarik tangan Renata dengan kasar dan membawanya ke luar mall


"Boss maaf boss". Renata terus memohon.


"Kamu ingat, jangan pernah melakukan kesalahan padaku, karena aku tidak pernah menerima maaf dalam bentuk apapun, sekarang kamu jalan dari sini sampai ke kantor dan harus sampai sebelum jam empat sore. Sekarang jam 3 ada waktu satu jam untuk kamu jalan. Jika kamu sampai naik mobil atau ojek kamu akan langsung saya pecat saat itu juga". Ucap Ranch.


"Tapi boss jarak dari sini ke kantor cukup jauh, jangan menyiksa anak yatim piatu seperti aku ini boss". Renata memasang wajah memelas


"Aku tidak mau mendengar apapun, setiap kesalahan harus ada konsekuensinya. Jadi aku akan menungguku di kantor, jangan coba-coba menipuku karena aku akan mengetahuinya". Ucap Ranch menaiki mobil nya.


"Tunggu bos". Renata mengejar mobil bossnya itu.


Tapi Ransh terus berjalan meninggalkan Renata yang terus berteriak.


"Arghhhh dia boss atau penjajah belanda, kenapa kejam sekali"


"Mana mungkin aku bisa berjalan kaki dari sini ke kantor yang jaraknya cukup jauh sudah gila dia".


Karena sangat bingung ia pun menelpon Sahabatnya Arsen.


"Sen tolongin aku dong?". Ucap Renata dalam panggilan telepon.


"Masa boss aku udah gila, dia nyuruh aku jalan dari Mall di pusat kota ke kantor yang jaraknya jauh banget, dia gak ngebolehin aku naik mobil atau ojek, gimana dong".


"Udah di bilangin gak percaya si, kan aku bilang kerja di situ itu boss nya kejam, kamu malah gak percaya". Ucap Arsen.


"Bukan gak percaya. Tapi karena keadaan memaksa. Aku butuh banget pekerjaan ini, gimana dong takut di pecat nih sama boss rasa penjajah belanda".


"Gimana kalau naik bus aja". Ucap Arsen di ujung telepon.


"Gila ya tadi kan aku dah bilang".


"Kan tadi bilangnya gak boleh naik mobil dan ojek, berarti naik bus boleh dong?". Lanjut Arsen.


"Hmm apa boleh seperti itu, nanti aku di pecat lagi". Ucap Leana.


"Ya terserah kalau memang mau jalan kaki sampai jari-jari kaki kamu lepas". Ucap Arsen.


"Jangan gitu dong, ko kayanya seneng si liat sahabat kamu yang cantik ini menderita". Ucap Leana.


"Hahha cuma bisa bantu doa aja ya, dan kasih saran itu tadi naik bus aja. Dan jangan bilang kalau kamu baik bus, bilang aja kalau kamu beneran jalan, kamu lama-lamain aja perhitungkan jamnya kalau jalan kaki berapa lama".

__ADS_1


"Tapi ketauan gak nanti aku di pecat lagi"


"Katanya kerja kamu bagus, dia gak akan pecat kamu cuma karena masalah sepele ini". Ucap Arsen


"Bissmillah aja kali ya".


"Yaudah bissmilah daripada jalan sampai ke kantor gak, malah sampai ke rumah sakit nanti"


"Ih amit-amit, jangan deh yaudah maksih ya udah mau bantuin kasih solusi". Ucap Leanna.


"Ya semoga berhasil". Ucap Arsen memutus telepon.


"Bener kata Arsen, aku gak boleh naik mobil dan ojek, berarti naik bus boleh dong, iya kan".


"Tapi aku harus bikin perjalananku lama agar terlihat seperti jalan kaki, aku kemana dulu ya".


Ucap Renata memikirkan rencana.


"Aku mampir ke kedai kopi aja dulu deh, sambil minta wifi buat kerjain tugas dari kampus, setelah itu baru naik bus ke kantor, aku memang pintar, kancil di anak pintar menjadi Renata si anak pintar hahah" Renata meninggalkan Mall dengan senyuman ia tidak sedih dan bingung lagi karena ia sudah mendapatkan solusi dari masalahnya


Sampai Renata di kedai kopi pinggir jalan


"Pesan apa ya, duit tinggal dikit lagi gajian masih jauh, Yang paling murah Americano tapi rasanya pahit, biarin aja deh yang penting dapet wifi gratis." Ucap Renata memegang daftar menu


"Mba sini aku mau pesan".


"Pesan apa ka?". Ucap pelayan.


"Pesan Americano aja ka".


"Americano satu, lalu apa lagi ka?".


"Susah ka". Ucap Renata malu .


"Makanannya ka?". Tanya pelayan restoran


"Nanti saja ka". Ucap Renata .


Pelayan memasang wajah jutek karena Renata hanya memesan satu kopi yang paling murah tapi ia meminta password WiFi.


"Biarin deh pelayan itu memasang wajah kesal padaku, yang penting mengisi waktu sebelum kembali ke kantor".


"Kenapa dia lama sekali". Ucap Ransh yang sudah berada di kantor.


"Apa dia benar-benar jalan daro Mall tadi. Apa dia sangat takut aku pecat, wajahnya tadi seperti seseorang yang ketakutan". Ucap Rusransh sendiri.

__ADS_1


"Biarkan saja, biar di belajar menjalankan hukuman atas kesalahannya, enak saja membuat aku terjatuh di tempat umum seperti tadi". Ucap Ransh mengepalkan tangannya dan berjalan mundar mandir dengan gelisah memikirkan Leana


__ADS_2