Terpaksa Menikahi CEO Psikopat

Terpaksa Menikahi CEO Psikopat
bab 30.


__ADS_3

"Renata angkat lah!". Ucap Arsen saat menelepon Renata .


[Nomor yang anda tuju tidak dapat di hubungi, cobalah beberapa saat lagi]. Suara yang berulang kali Arsen dengar saat mencoba menelpon Renata .


"Kamu kemana Renata , kenapa tidak bisa di hubungi seperti ini. Dan ini sudah jam sembilan malam mana mungkin jika dia masih di tempat kerjanya". Arsen mencoba berulang kali menelpon Renata , tapi tetap tidak bisa di hubungi.


Karena kesal Arsen pun melempar martabak yang ia beli tadi.


"Arghhh". Arsen melempar martabak sampai berantakan


***


"Cepat turun saya sudah sangat lapar, kamu menghancurkan makan siang dan malam saya!". Ucap Ransh saat sampai di depan rumahnya.


"Iya bos!". Dengan ragu Renata keluar dari dalam mobil dan mengikuti Ransh masuk ke dalam rumahnya yang mewah. Ponselnya lobet jadi Arsen tidak bisa menghubunginya tadi.


Renata tidak tahu bahwa Arsen sangat kesal karena malam ini ia tidak ada di kamar kosannya.


"Cepat masuk!". Ransh melihat Renata yang berjalan sangat lamban.


"Cepatlah, lelet banget si!!". Lanjut ransh menarik tangan Renata dan menariknya dengan kasar.


"Ahhh". Ucap Renata saat ditarik paksa oleh Ransh.


"Cepat buatkan aku masakan yang enak!!". Ransh mengajak Renata ke dapur miliknya.


"Aku akan menunggu di sini!". Lanjut Ransh duduk di bangku dan ingin memperhatikan Renata masak.


"Bos mau saya masakin apa?". Tanya Renata .


"Apa saja yang penting enak, saya sudah sangat lapar!!". Ucap Ransh.


"Baiklah!". Karena sudah malam dan ia juga bingung harus masak apa,.akhirnya Renata memutuskan untuk masak nasi goreng saja.


Dengan cepat Renata memasak nasi goreng untuk dirinya juga bosnya yang sudah menunggu.


Sedangkan Ransh terus memperhatikan Renata .. ia sangat terpesona melihat Renata memasak, apalagi melihatnya sedikit berkeringat membuat Ransh menjadi panas dingin tak menentu.


Ransh memperhatikan Renata dari ujung rambut sampai kaki. Renata memang sangat sempurna, Ransh sangat bodoh baru menyadarinya sekarang.


Ransh tersenyum melihat Renata masak.


"Bos kenapa senyum-senyum?". Tanya Renata .


"Siapa yang senyum-senyum". Ranhs langsung bangun dari lamunannya.


"Tadi saya melihat bos sedang senyum ke arah saya!". Ucap Renata .


"Jangan sembarangan bicaranya, bibir saya kering jadi saya menggerakkan bibir saya seolah sedang senyum". Ransh memberi alsan yang mungkin masuk akal.

__ADS_1


"Oh,.kirain bos lagi senyum-senyum sama saya!". Renata terkekeh.


"Jangan keGEERan kamu, cepat lanjutin masak!!".


"Iya bos!". Renata melanjutkan aktifitas memasaknya.


Sekitar 15 menit akhirnya masakan nasi goreng Renata pun selesai.


"Ini bos, semoga bos suka!". Renata memberikan piring berisi nasi goreng kepada ransh.


"Nasi goreng?". Tanya ransh.


"Cobain aja dulu bos, baru komentar!". Ucap Renata .


"Awas ya kalau gak enak!". Ransh mengambil suapan pertamanya.


Ransh benar-benar terkejut dengan apa yang ada di mulutnya saat ini, nasi goreng terenak yang pernah ia makan


'Terbuat dari apa nasi goreng ini. Kenapa sangat enak, bahkan lebih enak dari nasi goreng yang ada di restoran'. Ucap Ransh dalam hati sambil terus mengunyah Nasi goreng dalam mulutnya.


"Gimana bos, enak gak?". Tanya Renata melihat bosnya sangat lahap menyantap nasi goreng buatannya.


"Orang sedang makan jangan di ajak bicara, kalau saya tersedak gimana?". Ucap Ransh sambil terus memasukan nasi goreng itu ke dalam mulutnya


"Baiklah, tapi sepertinya enak, bos sampai lahap begitu makannya!". Ucap Renata .


Ransh tidak merespon ucapan Renata , ia terus menyantap nasi goreng yang ada di piringnya itu. Baru kali ini ia sangat lahap makan nasi goreng, biasanya sangat tidak berselera.


"Apa bos mau nambah?". Tanya Renata yang dibalas anggukan oleh Ransh.


Renata pun mengambil lagi nasi goreng yang ada di dapur.


"Ini bos!". Renata meletakan piring berisi nasi goreng lagi di meja makan.


Tanpa basa basi Ransh pun langsung menyantap dengan rakus piring kedua berisi nasi goreng itu.


"Kamu kenapa tidak makan?". Tanya Ransh.


"Masih kenyang makan di pinggir jalan tadi!". Ucap Renata .


"Pelan-pelan bos makannya nanti tersedak!". Ucap Renata yang melihat Ransh sangat lahap.


Setelah beberapa saat akhirnya piring kedua pun habis.


"Ahh kenyang!". Ucap ransh merebahkan tubuhnya ke belakang kursi.


"Enak ya bos?". Tanya Renata .


"Biasa saja, karena saya lapar saja makanya saya habiskan!". Ucap Ransh.

__ADS_1


"Hm iya deh, tapi bos terlihat sangat menikmati nasi goreng tadi".


"Ya karena saya lapar, makan siang dan makan malam saya kan di buat berantakan sama kamu, masakan kamu biasa saja, masih lebih enak masakan di restoran, tapi karena kamu sudah membuatnya dan saya juga lapar, ya sudah terpaksa saya habiskan!". Ucap Ransh memberi alasan.


"Terpaksa sampai habis dua piring". Ucap Renata pelan.


"Kamu ngomong apa?". Tanya Ransh yang mendengar Suara Renata samar-samar.


"Tidak boss, maksud saya, saya mau cuci piring!". Renata mengambil piring dan berjalan ke dapur.


"Ahh nasi goreng tadi sangat enak, aku sudah tidak sabar, besok pagi Renata akan membuatkan aku masakan apa ya?". Ransh tersenyum setelah kepergian Renata .


Setelah mencuci piring Renata pun kembali mendekati bosnya.


"Bos anterin saya pulang ya. Saya kan sudah membuat masakan untuk bos". Ucap Renata memelas.


"Kamu lupa, kamu harus masakin saya selama sebulan, jadi besok pagi kamu harus masakin saya juga!". Ucap Ransh.


"Tapi bos anterin saya saja pulang dulu, besoknya jemput saya lagi!". Ucap Renata .


"Memangnya menurutmu saya ini supir pribadi kamu, jadi jangan banyak alasan kamu tidur disini saja, jadi besok pagi kamu bisa langsung masak!". Ucap Ransh


"Tapi baju saya kotor dan saya gak bawa baju lagi". Renata memperhatikan bajunya yang kotor pada Ransh.


'Dadanya sangat indah'. Ucap Ransh dalam hati saat Renata menunjukan bajunya yang kotor di sebelah dadanya.


"Tenang saja, saya sudah memikirkan itu, makanya saya menyuruh anak buah saya untuk membelikan kamu baju selama kamu tinggal di sini, ada baju kantor juga baju santai, kamu bisa lihat di kamar belakang!". Ucap Ransh yang terus memperhatikan dada Renata .


'Huh tapi bagaimana dengan Arsen, kita baru saja baikan, dia pasti sangat kesal jika tahu aku tidak pulang lagi'. Ucap Renata dalam hati.


"Renata , cepat mandi dan ganti baju, kenapa malah melamun?". Ucap Ransh membangunkan Renata dari lamunannya.


"I-iya bos".


"Kamu sudah bisakah menyalakan shower, jangan sampai kejadian dulu terulang lagi!". Ucap Ransh.


"Iya bos, saya sudah bisa ko, saya ke kamar dulu ya!". Renata pun pergi ke kamar untuk mandi dan ganti baju, alasannya agar bisa pulang pun tidak berhasil.


Renata berjalan dan memasuki kamar yang sangat mewah, ia selalu takjub walaupun bukan pertama kalinya ia berada di rumah ransh. Jika membandingkan dengan kamar kosannya, bagai langit dan bumi.


Renata segera memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah mandi Renata yang hanya memakai handuk pun berjalan ke arah lemari pakaian.


"Apa-apaan ini?". Ucap Renata saat membuka lemari pakaian.


"Baju apa ini?". Renata mengambil baju yang tersusun di lemari pakaian.


Baju dres yang sangat mini dan kurang bahan.

__ADS_1


"Apa dia sudah gila, membelikan aku baju seperti ini, aku tidak mau memakainya!". Ucap Renata .


"Bos!!!". Renata berteriak memanggil bosnya.


__ADS_2