
#10_Seorang Target
Ruang kerja Laos begitu berisik dengan suara Yudith yang tak hentinya menggerutu tentang nasibnya. Bagaimana tidak? Rafael sungguh memberikan tugas yang rumit untuknya. Sebuah pernikahan untuk pria vegetatif, dan peralihan harta yang memungkinkan setelah pernikahan. Semua membuat Yudith sakit kepala dan hanya satu orang yang selalu mendengarkannya, siapa lagi jika bukan Laos—suaminya.
Laos tengah menatap berkas keuangan FX Group. Mencari tahu siapa yang memiliki hutang pada perusahaannya. Atas perintah Rafael, Laos pun memilah beberapa orang yang memiliki hutang cukup besar. Hingga semua nama membuatnya menyeringai.
Pria itu ingin memberitahu istrinya, tetapi sejak awal ruangan tersebut begitu bising, hingga membuat Laos tidak memiliki waktu untuk menjelaskan.
“Kenapa sekarang semua menjadi rumit? Kondisinya sungguh merepotkan kita semua,” omel Yudith di ruang kerja Laos.
Wanita itu dalam posisi berdiri dengan langkah maju-mundur, memikirkan apa yang bisa dilakukan mereka untuk mendapatkan harta Raiden. Pembunuhan yang direncanakan gagal begitu saja saat Raiden dikabarkan selamat tetapi mengalami kondisi mengenaskan.
“Aku tidak bisa berpikir lagi, Sayang. Bagaimana ini? Bisa-bisanya papa memberikan kita tugas sulit seperti ini?” Yudith benar-benar tidak bisa diam dan tenang untuk saat ini.
Semua pergerakannya membuat Laos jengah dan hampir saja emosinya mencuat. Namun, semua bisa ditahan dengan berkas yang menurutnya sangat menguntungkan bagi mereka berdua.
Pria dengan cerutu di antara jemarinya itu tampak santai dan tidak memikirkan apa yang dikatakan sang istri. Tetapi, sebenarnya dalam hati Laos juga tengah merencanakan sesuatu.
“Sayang, sebaiknya kamu tenang dulu. Kita tidak bisa berpikir saat kondisi otak terlalu panas. Sebaiknya kamu menenangkan diri dan duduk di sini bersamaku. Aku memilki sesuatu yang mungkin bisa menjadi wacana untuk pernikahan Raiden.”
“Benarkah? Harapanku hanya pada Dona, tetapi wanita itu terlalu sombong dan membuat papa tidak setuju dengannya.”
“Aku tahu. Maka dari itu, kita harus tenang dan berpikir dengan tenang. Aku memiliki satu nama untuk digunakan dalam rencana ini,” jelas Laos dengan seringaiannya.
Yudith memiringkan kapala, seakan tidak mengerti dengan jalan pikiran suaminya itu.
“Jadi, keuntungan kita adalah mereka memberikan wewenang pada kita untuk memilih seorang wanita yang akan dijadikan sebagai umpan, bukan? Baiklah, sekarang aku mengerti. Apa kamu memiliki seseorang yang bisa kita kendalikan, Sayang?” tanya Yudith tidak bisa bersabar.
__ADS_1
“Ya, hutangnya cukup banyak pada FX Group. Aku rasa, dia orang yang tepat untuk menjadi boneka. Aku lihat, dia memiliki anak gadis yang cukup cantik untuk menjadi istri Raiden.”
“Siapa? Cepat katakan padaku!” Yudith tampak tidak sabar untuk bisa mengetahui siapa orang yang dimaksud suaminya itu.
“Dirham. Bukankah kamu mengenalnya?” Ucapan Laos membuat Yudith mengernyitkan dahinya sekilas.
Yudith menyungging senyum, seakan mengerti apa yang dikatakan suaminya. Kini mereka berada di ujung kemenangan. Memilih Dirham untuk memberikan anaknya adalah satu keputusan yang tepat.
“Baiklah, sebaiknya kita segera memulai aksi untuk bisa mendapatkan harta itu lebih cepat,” ujar Yudith.
“Santai dulu, Sayang. Untuk membuat Dirham memberikan anaknya tidak semudah itu. Kita perlu melakukan beberapa rencana agar bisa mendapatkan wanita yang tepat.”
Mereka ingat, jika wanita itu sama seperti Dona, Rafael pasti akan langsung menolaknya. Jadi, Yudith dan Laos memilih untuk mencari tahu lebih dulu Keluarga Dirham.
“Sayang, aku baru saja membaca tentang satu anaknya yang berasal dari istri pertama Dirham. Ini, apa dia cocok?” tanya Laos sembari menunjukkan foto Abigail.
Keduanya tersenyum bersama, mereka pun memulai aksi dengan mendatangi kantor milik Dirham.
Usaha yang mereka lakukan mendapatkan dukungan dari Rafael. Di deoan keduanya, pria tua itu menyetujui bahwa Abigail lah yang akan menjadi istri Raiden. Rafael juga mengatakan bahwa dirinya menyukai wajah Abigail yang terlihat seperti gadis baik-baik.
Akhirnya, mereka mendapatkan Abigail yang tidak bisa menurut. Abigail melawan setiap kali Yudith memberikan perintah maupun membuatnya tak berdaya di rumah itu.
“Argh! Wanita itu benar-benar tidak bisa menurut padaku! Apa yang harus kita lakukan, Sayang?” Yudith tampak frustasi melihat sikap Abigail di luar perkiraannya selama ini.
“Hei, tenanglah! Jangan membuatku ikut pusing. Kamu pasti bisa menaklukannya. Bukankah dia hanya wanita lemah? Kamu bisa menggunakan keluarganya sebagai ancaman jika dia tidak bisa menurut!” celetuk Laos.
Sayangnya, kekesalan Yudith bertambah saat melihat Abigail dengan baik merawat Raiden tanpa melakukan hal buruk. Beberapa kali Yudith mencoba untuk mengendalikan Abigail, sayangnya justru wanita itu melawan dan enggan menjalankan perintah dari Yudith. Abigail selalu tahu apa yang diinginkan Yudith, hanya saja tidak sekali pun diungkapkan.
__ADS_1
“Sepertinya kita salah memilih wanita, Laos. Kamu bisa melihatnya sendiri, wanita itu selalu melawanku dan tidak mudah untuk mengendalikannya agar menghabisi Raiden.” Kekesalan Yudith semakin bertambah karena Abigail membuatnya malu beberapa kali di depan Rafael.
“Tenanglah, kita bisa melakukannya secara perlahan. Kita bisa saja membuat Raiden perlahan mengalami penurunan kondisi dengan memberikan sesuatu yang mematikan.”
Yudith kembali bersemangat saat suaminya mendapat ide baru. Tidak sekalipun dalam benar mereka untuk berhenti membuat Raiden tewas dan mendapatkan harta dari keluarga Russel.
***
Di sisi lain, Rafael dan Raiden tahu apa yang diinginkan Yudith. Bahkan, mereka juga merencanakan semua dengan baik, termasuk untuk menjadikan Dirham sebagai target. Rafael sudah menyelidiki tentang Keluarga Dirham dan anaknya—Abigail.
“Jadi, dia yang akan menikah denganku?” tanya Raiden pada Rafael saat melihat potret Abigail.
“Ya, aku menyelidikinya dengan baik. Aku rasa hanya dia yang tepat untuk menjadi istrimu, Raiden.”
“Baiklah, kita jalankan rencana ini dengan baik, Kakek. Aku akan berada di kamarku untuk membuat mereka terus berusaha menunjukkan taring yang bersembunyi.”
Raiden tampak senang mendapat dukungan penuh dari kakeknya. Semua memang tidak akan terjadi jika Yudith dan Laos tidak mencoba membunuh Raiden.
Akhirnya, proses untuk menikahkan Raiden dan Abigail pun terjadi. Selama berada dalam posisinya, Raiden terus mengamati pergerakan Abigail yang menurutnya lucu dan menggemaskan.
Raiden mendengar semua umpatan Abigail dan rasa kesalnya karena menjadi seorang perawat di rumah itu. Bahkan, rasanya Raiden tidak bisa menyembunyikan tawa saat mendengar Abigail menggerutu tentang statusnya yang lebih baik disebut sebagai perawat daripada seorang istri.
Kamu memang wanita yang unik, Abigail tidak salah kakek memilihmu untuk menjadi istriku, batin Raiden saat hanya bisa melihat semua pergerakan Abigail.
Semua berjalan dengan baik, seperti sebuah jalan yang alami meski sebenarnya sudah ada rencana sebelum semua terjadi. Rafael juga merasa beruntung saat Abigail lah yang datang ke rumah itu untuk menjadi istri Raiden.
“Terima kasih, Abigail.”
__ADS_1