
“Maaf, sudah merepotkanmu. Terima kasih sudah mau mengantarku,” ucap Clarisa sembari melangkah masuk ke dalam mobil Raiden. Tak lupa, gadis itu kembali berakting dengan berpura-pura tersandung agar ia bisa kembali memeluk Raiden.
Mau tak mau, Raiden pun terpaksa harus menangkap Clarisa hingga gadis itu kembali mencari kesempatan untuk menempelkan bibir ke kemeja Raiden. Gadis itu nampak bersemangat menggoda Raiden dan terus mencari celah untuk merusak hubungan Raiden dan Abigail.
Clarisa merasa rencananya sudah berjalan cukup mulus begitu ia melihat cap bibir di kemeja Raiden dan mencium aroma parfumnya yang sudah cukup menempel di pakaian Raiden. ‘Sebentar lagi Abigail pasti akan mengamuk saat melihat cap bibir ini di pakaian suaminya,’ batin Clarisa puas.
‘Tunggu saja, Raiden! Akan kupastikan kamu akan jatuh ke dalam pelukanku!’ batin Clarisa akan melanjutkan aksinya untuk memikat Raiden sampai ia berhasil merebut Raiden dari Abigail.
“Sudah sampai!” ucap Raiden begitu ia tiba di kediaman Dirham. Clarisa keluar dari mobil Raiden dan melambaikan tangan pada pria itu sembari mengumbar senyum manis.
“Terima kasih banyak untuk hari ini! Terima kasih juga untuk pekerjaan barunya. Aku akan bekerja dengan giat,” ujar Clarisa pada Raiden.
“Tidak masalah. Aku pergi sekarang!” pamit Raiden.
Marisa yang melihat putrinya diantar oleh Raiden, langsung menghampiri Clarisa dengan semangat. “Siapa yang mengantarmu pulang?”
“Mama lihat sendiri, kan? Raiden yang mengantarku pulang,” cetus Clarisa merasa sudah berhasil menggoda Raiden hanya karena ia diantar oleh suami Abigail itu.
“Apa yang terjadi? Bagaimana kamu bisa bersama dengan Raiden?” tanya Marisa bingung sekaligus senang.
“Ceritanya panjang. Mama tunggu saja kabar baik dariku. Tidak lama lagi, Raiden akan menjadi menantu Mama,” ujar Clarisa dengan yakin ia bisa merebut Raiden dari Abigail.
Sementara Raiden saat ini tengah sibuk berganti pakaian sebelum ia pulang dan menemui sang istri. Ya, Raiden sudah merasakan hal aneh sejak Clarisa datang menemuinya. Maksud buruk Clarisa sudah tertangkap jelas oleh Raiden.
“Cih, untuk apa dia sengaja mengotori pakaianku dengan lipstik? Dia pikir aku bisa dibodohi dengan mudah?” gumam Raiden bergegas menyingkirkan pakaian itu jauh-jauh dan kembali pulang dengan pakaian baru agar sang istri tidak salah paham.
Raiden kembali ke rumah dan bersikap seperti biasa, bak tak terjadi apa pun. Kehadiran Clarisa hari ini nampaknya tak berpengaruh sedikitpun pada kehidupan Raiden. Nampaknya hanya Clarisa saja yang menganggap aksinya menggoda Raiden telah berhasil. Namun, nyatanya Raiden tak terkecoh sedikitpun dengan keberaan Clarisa dan tetap menjalani harinya seperti biasa.
__ADS_1
“Abigail!” sapa Raiden pada sang istri sembari memeluk mesra wanita itu.
“Hari ini kamu pulang lebih cepat,” cetus Abigail. “Ingin aku buatkan teh hangat?” tawar wanita itu.
“Teh hangat? Bagaimana … kalau kita nikmati ranjang hangat dulu sebelum meminum teh hangat?” celetuk Raiden sembari membawa ratunya menuju kamar.
Pasangan suami istri itu menikmati malam panas bersama dan masih menghabiskan waktu dengan kemesraan tiada akhir meskipun lalat pengganggu mulai muncul membuat kerusuhan di rumah tangga mereka. “Sudah, Raiden! Aku harus memasak makan malam!” cetus Abigail menghentikan aksi sang suami yang tak juga puas meminta “jatah” padanya.
“Nanti saja mengurus makan malamnya!” timpal Raiden sembari memeluk Abigail dengan erat.
“Nanti kapan? Sudah, hentikan! Lebih baik kamu membersihkan diri sekarang. Aku akan menyiapkan makan malam.”
Pasangan suami istri itu menikmati makan malam bersama dalam suasana hangat. Seperti biasa, Raiden masih memperlakukan sang istri bak ratu di istana mereka. Abigail juga tak menaruh kecurigaan apa pun, karena Raiden telah menyingkirkan barang-barang yang berkaitan dengan Clarisa.
“Bagaimana pekerjaan kamu hari ini?” tanya Abigail pada sang suami di sela-sela acara makan malam mereka.
Keesokan harinya di hari pertama Clarisa bekerja, gadis itu tak henti-hentinya mencari kesempatan untuk mendekati Raiden selama di kantor. Clarisa terus berusaha mencari-cari alasan untuk bisa berjumpa dengan Raiden, meskipun pekerjaannya tidak terlalu berhubungan dengan Raiden.
Setiap kali Clarisa muncul di ruangannya, Raiden juga tidak menunjukkan perasaan terganggu di sekitar Clarisa dan membiarkan gadis itu bertingkah semaunya, selama Clarisa tidak menghambat pekerjaan di perusahaan.
“Tuan, boleh aku ikut makan siang bersama?”
“Tuan, boleh aku minta tolong sebentar?”
“Tuan, boleh aku memakai pakaian seperti ini ke kantor?”
“Tuan, boleh aku ….”
__ADS_1
Clarisa tak henti-hentinya mencari cara untuk memikat hati Raiden dan merebut pria itu dari saudara tirinya. Hingga sebulan berlalu, Clarisa masih asyik berkeliaran di sekitar Raiden dan merasa kalau rencananya menggoda Raiden telah berhasil.
Hanya karena Raiden membiarkan Clarisa melakukan apa pun, gadis itu merasa sudah berhasil merebut hati Raiden. Raiden yang memberi izin setiap kali Clarisa ingin melakukan sesuatu, nampaknya dianggap oleh Clarisa sebagai perhatian dari Raiden. Gadis itu salah mengira sikap Raiden dan merasa dirinya sudah selangkah lebih maju dalam menjalin hubungan dengan Raiden.
“Clarisa, akhir-akhir ini Mama rasa penampilan kamu terlalu berlebihan hanya untuk berangkat ke kantor,” tegur Marisa pada sang putri yang tengah bersemangat berangkat menuju ke perusahaan Raiden.
Semakin hari gadis itu juga makin antusias pergi bekerja demi bisa berjumpa dengan Raiden. Gadis itu pun berpenampilan makin heboh setiap harinya dan tampil menor di depan Raiden demi bisa membuat pria itu jatuh hati padanya.
“Ma, aku harus tampil cantik setiap hari. Apalagi Raiden dan aku sudah semakin dekat sekarang,” cetus Clarisa dengan senyum sumringah.
“Hubunganmu dan Raiden semakin dekat? Sudah sejauh apa? Apa Raiden mengajakmu berkencan?”
“Mama tunggu saja. Tidak lama lagi Raiden pasti akan memintaku berkencan dengannya,” ujar Clarisa dengan congkaknya.
Dan hari ini, gadis itu pun makin dibuat salah paham saat Raiden mengajak dirinya menghadiri sebuah acara amal. Ya, Raiden mengajak Clarisa untuk ikut serta, tapi bukan berarti untuk menemani dirinya. Sayangnya, gadis itu salah mengira Raiden mengajak dirinya datang untuk menjadi pasangan.
“Mama! Aku harus membeli gaun baru hari ini!” pekik Clarisa heboh usai dirinya diajak oleh Raiden.
Ya, gadis itu kembali membesar-besarkan hubungannya dengan Raiden dan memamerkan dirinya yang akan datang ke acara pesta amal bersama dengan Raiden. “Untuk apa gaun baru?” tanya Marisa.
“Aku harus pergi ke salon sekarang juga! Raiden mengajakku pergi ke acara amal hari ini!” ungkap Clarisa kegirangan.
“Benarkah? Kamu akan menemani Raiden?” tanya Marisa tak kalah bersemangat.
Kedua wanita itu mulai heboh berias, sementara Raiden sendiri saat ini juga tengah sibuk mempercantik wanita yang akan ia gandeng di acara amal nanti. Tentu saja Raiden akan membawa sang istri tercinta sebagai pasangannya nanti di acara amal.
Raiden saat ini tengah berada di butik dan mempersiapkan busana hingga riasan terbaik untuk sang istri yang akan ia bawa untuk menemani dirinya. “Kamu akan menjadi wanita paling cantik di pesta malam ini, Sayang!”
__ADS_1
****